• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
Jalan Kebenaran Hanya Satu dan Tidak Berbilang
Al-Ustadz Abdul Mu’thi Al-Maidani
Islam adalah agama universal yang mencakup seluruh ajaran kebaikan. Mulai darikeyakinan, ucapan maupun perbuatan diterangkan secara lengkap dalam Islam.Keterangannya baik secara global atau rinci terpampang dengan jelas dan gamblang.Itulah jalan-jalan keselamatan yang bisa ditempuh oleh para pemeluk agama ini.Jalan-jalan yang bisa menghantarkan pelintasnya ke jannah Allah Subhanahuwata’ala dan menyelamatkannya dari adzab neraka. Allah Subhanahu wata’alaberfirman:
 
ْَ 
 
ْُ آَء
 
َِ
 
ِا
 
ٌرْُ 
 
ٌبَِ آَو
 
ٌْ ِ ُ 
.
ْ َ يِ
 
ِ ِ 
 
ُا
 
ِَ 
 
ََ  ا
 
ُ َ اَْ ِر
 
َُ ُ 
 
ِمَ ا
 
ْُ ُ ِْ ُ َو
 
َِ 
 
ِتَُ ا
 
َِإ
 
ِرْ ا
 
ِ ِ ْذِِ 
 
ْِ ْ ِْ َ َو
 
َِإ
 
ٍطاَِ 
 
ٍْ ِ َ ْ ُ 
 
 “Sungguh telah datang kepada kalian cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan.Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan-jalan keselamatan dan Allah mengeluarkan mereka dari kegelapan kepadacahaya dengan seizin-Nya serta menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (Al-Ma`idah: 15-16)
 
Jalan keselamatan boleh berbilang namun kebenaran tetap hanya satu. Karenasetiap jalan keselamatan adalah bagian dari kebenaran yang satu. Sehingga sebuah jalan tidak dihukumi sebagai jalan keselamatan kecuali bila nilai kebenaran menjadimuatannya. Jika terjadi perselisihan dan pertikaian mengenai sebuah jalankeselamatan maka kebenaran itu tetap berjumlah satu. Kebenaran berada padasalah satu pendapat yang dipegang oleh salah satu pihak. Tentunya tolak ukurkebenaran itu adalah Al Qur`an dan As Sunnah dengan pemahaman Salaf. AllahSubhanahu wata’ala berfirman:
 
َ ْ ا
 
ْِ 
 
َ َر
 
ََ 
 
َ ْُ َ 
 
َِ
 
َْ ِَ ْُ ْ ا
 
 “Kebenaran itu adalah dari Rabbmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasukorang-orang yang ragu.” (Al-Baqarah: 147)
 
Kemudian Allah Subhanahu wata’ala berfirman:
 
 
ْَ َو
 
ِِ َ ٌ 
 
َلْُ ا
 
ِ ْ
 
ِْ َ 
 
َ
 
َ َ َ 
 
ُ َ 
 
ىَُ ْ ا
 
ْِ َ َو
 
َْ َ 
 
ِْ ِ َ 
 
َْ ِ ِ ْُ ْ ا
 
ِ  َُ 
 
َ
 
 ََ 
 
ِ ِ ْ ُ َو
 
َ َ َ 
 
ْتَءََو
 
ًاْ ِ َ 
 
 “Dan barang siapa menentang Rasul sesudah jelas baginya petunjuk, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin (shahabat Radhiallahu’anhum), Kamibiarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kamimasukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempatkembali.” (An-Nisa`: 115)
 
Lalu Allah Subhanahu wata’ala berfirman:
 
اَذََ 
 
َْ َ
 
َ ْ ا
 
ِإ
 
ُلَ ا
 
 “Maka tidak ada sesudah kebenaran itu melainkan kesesatan.” (Yunus: 32)
 
Al-Imam Al-Qurthubi Rahimahullahu Ta’ala berkata: “Ayat ini menetapkan bahwatidak ada kedudukan ketiga antara al-haq dan al-bathil dalam permasalahanmentauhidkan Allah Ta’ala. Maka demikian pula perkaranya dalam permasalahan-permasalahan yang setara. Yaitu dalam permasalahan-permasalahan ushul (prinsip),kebenaran berada pada salah satu pihak.
 
Barangkali ada yang mengatakan: “Sesungguhnya dzahir ayat ini menunjukkanbahwa yang selain (mentauhidkan) Allah adalah kesesatan. Karena permulaan ayatberbunyi:
 
ُُ ِ ََ 
 
ُا
 
ُُ  َر
 
َ ْ ا
 
َاذََ 
 
َْ َ
 
َ ْ ا
 
ِإ
 
ُلَ ا
 
 “Maka (Dzat yang demikian) itulah Allah Rabb kalian yang sebenarnya; sehinggatidak ada sesudah kebenaran itu melainkan kesesatan.” (Yunus: 32)
 
Lalu kenapa memperluas pendalilan ini (yakni menggunakan ayat ini untukmengingkari bentuk kesesatan selain kesyirikan -ed)?” Jawabannya: Sesungguhnya para pendahulu kita yang baik telah berdalil dengankeumuman ayat ini terhadap segala kebatilan. Oleh karena itu Al-Imam MalikRahimahullahu Ta’ala berdalil dengannya dalam mengharamkan permainan catursebagaimana pada riwayat Asyhab. Bentuk (pendalilan) itu sebagai berikut: bahwa
 
kekafiran adalah sesuatu yang menutupi al-haq. Maka semua yang selain kebenaranberjalan di atas jalur ini.” (Tafsir Al-Qurthubi, 8/336)
 
Dalam setiap pertikaian dan perselisihan, kebenaran hanya satu sedangkan yangselainnya adalah keliru. Bahkan tak jarang mengandung kebatilan dan kesesatan.Inilah sebab Allah Subhanahu wata’ala melarang setiap perselisihan dan pertikaian.Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah Rahimahullahu Ta’ala pernah menerangkan: “Ayat-ayatyang melarang setiap perselisihan dalam agama mengandung celaan terhadapnya.Seluruhnya mempersaksikan dengan nyata bahwa al-haq di sisi Allah Subhanahuwata’ala hanya satu, sedangkan yang selainnya merupakan kesalahan. Kalauseandainya semua pendapat itu adalah benar, niscaya Allah Subhanahu wata’ala danRasul-Nya tidak akan melarang dari kebenaran dan tidak pula akan mencelanya.Sungguh Allah Subhanahu wata’ala telah mengabarkan bahwa perselisihan bukandari sisi-Nya. Yang bukan dari sisi Allah Subhanahu wata’ala tidak dianggap sebagaikebenaran. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:
 
ْَ َو
 
َنَآ
 
ْِ 
 
ِْ ِ 
 
ِْ َ 
 
ِا
 
اْوُَ ََ 
 
ِ ْ ِ 
 
ًَِ ْ ا
 
ًاْ ِ َ آ
 
 “Kalau kiranya Al Qur`an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapatkanpertentangan yang banyak di dalamnya.” (An-Nisa`: 82) (Mukhtashar Ash-Shawa’iqilMursalah, hal. 594)
Dalil-dalil tentang Kebenaran Hanya Satu
 
Cukup banyak dalil akurat dari Al Qur`an, As Sunnah dan amalan shahabat yangmenunjukkan bahwa kebenaran dalam setiap permasalahan yang diperselisihkanhanya satu. Adapun yang selainnya merupakan kesalahan. Di antara dalil-daliltersebut:
 
1. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:
 
نَأَو
 
اََ ه
 
ْِ اَِ 
 
ًْ ِ َ ْ ُ 
 
ُْُ ِ  َ 
 
ََو
 
اُِ  َ 
 
َُ  ا
 
َقَ َ َ 
 
ْُ ِ 
 
ْَ 
 
ِ ِ ْ ِ َ 
 
ْُ ِ َذ
 
ْُ آ َو
 
ِ ِ 
 
ْُ  َ َ 
 
َنْُ  َ 
 
 “Dan bahwa ini adalah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah dia dan janganlah kalianmengikuti jalan-jalan yang lain. Karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu Allah wasiatkan pada kalian agar kalian bertakwa.” (Al-An‘am: 153)
 
Ibnu Katsir Rahimahullahu Ta’ala -ketika menafsirkan ayat ini- berkata: “FirmanAllah Ta’ala:
 
ُْُ ِ  َ 
 
ََو
 
اُ ِ  َ
 
َُ  ا
 
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...