dengan Natal. Itulah sebabnya mengapa kalo ucapan Natal dan Tahun baru dijadikan satu:
Merry Christmas
and
Happy New Year
, gitu lho. Nah, jadi sangat jelas bahwa apa yang ada saat ini, merayakan tahun baru masehi adalah bukan berasal dari budaya kita, kaum muslimin. Tapi sangat erat dengan keyakinan danibadah kaum Nasrani. Jangankan yang udah jelas perayaan keagamaan seperti Natal,yang masih bagian dari ritual mereka seperti tahun baru masehi dan ada hubungannyaserta dianggap suci aja udah haram hukumnya dilakukan seorang muslim. Why?Di antara ayat yang menyebutkan secara khusus larangan menyerupai hari-hari besar mereka adalah firman Allah Swt.: ”
???????? ??????????? ??? ???????????
“Dan orang-orang yang tidak memberikan perasaksian palsu”
(QS al-Furqaan [25]:72)
Ayat ini berkaitan dengan salah satu sifat para hamba Allah yang beriman. Ulama-ulamaSalaf seperti Ibnu Sirin, Mujahid dan ar-Rabi’ bin Anas menafsirkan kata “az-Zuura” (didalam ayat tersebut) sebagai hari-hari besar orang kafir.
Itu artinya, kalo sampe seorang muslim merayakan tahun baru masehi berarti melakukanpersaksian palsu terhadap hari-hari besar orang kafir.
Naudzubillahi min dzalik
. Padahal, kitaudah punya hari raya sendiri, sebagaimana dalam hadits yang shahih dari Anas bin Malik ra,dia berkata, saat Rasulullah saw. datang ke Madinah, mereka memiliki dua hari besar ('Ied)untuk bermain-main. Lalu beliau bertanya, "Dua hari untuk apa ini?" Mereka menjawab, "Duahari di mana kami sering bermain-main di masa jahiliyyah". Lantas beliau bersabda:
"Sesungguhnya Allah telah menggantikan bagi kalian untuk keduanya dua hari yang lebih baik dari keduanya: Iedul Adha dan Iedul Fithri"
(Dikeluarkan oleh Imam Ahmad di dalamMusnadnya, No. 11595, 13058, 13210)
Terus, boleh nggak sih kita merayakan tahun baru karena niatnya bukan menghormatikelahiran Yesus Kristus dalam keyakinan agama Nasrani? Ya, sekadar senang-senang aja gitu,sekadar refreshing deh. Hmm.. ada baiknya kamu menyimak ucapan Umar Ibn Khaththab:
"Janganlah kalian mengunjungi kaum musyrikin di gereja-gereja (rumah-rumah ibadah) mereka pada hari besar mereka karena sesungguhnya kemurkaan Allah akan turun atas mereka"
(Dikeluarkan oleh Imam al-Baihaqy No. 18640)
Umar ra. berkata lagi,
"Hindarilah musuh-musuh Allah pada momentum hari-hari besar mereka"
(ibid, No. 18641)
Dalam keterangan lain, seperti dari Abdullah bin Amr bin al-Ash ra, dia berkata,
"Barangsiapa yang berdiam di negeri-negeri orang asing, lalu membuat tahun baru dan festival seperti mereka serta menyerupai mereka hingga dia mati dalam kondisi demikian,maka kelak dia akan dikumpulkan pada hari kiamat bersama mereka"
('Aun al-Ma'bud SyarhSunan Abi Daud, Syarh hadits no. 3512)
Nah, berkaitan dengan larangan menyerupai suatu kaum (baik ibadahnya, adat-istiadanya, juga gaya hidupnya), Rasulullah saw. bersabda:
“Barangsiapa yang menyerupai suatu