Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENGUATAN HAK TANAH TIMBUL DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO DAN KECIL

PENGUATAN HAK TANAH TIMBUL DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO DAN KECIL

Ratings:

4.65

(20)
|Views: 1,871 |Likes:
Published by POES
Makalah ini dibuat oleh Kelompok VII CPNS BPN RI.
Makalah ini dibuat oleh Kelompok VII CPNS BPN RI.

More info:

Published by: POES on Jan 18, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

12/25/2012

 
I. PENDAHULUAN
1
MAKALAHPENGUATAN HAK TANAH TIMBUL DALAMRANGKA PEMBERDAYAAN USAHA MIKRODAN KECIL
OLEH CPNS KELOMPOK 7TAHUN 2008
Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia
 
I.1.Latar Belakan
 Badan Pertanahan Nasional (BPN) merupakan lembaga pemerintah yangmenangani pertanahan di Indonesia. Tanah merupakan aset fisik Usaha MikroKecil (UMK) pada bidang pertanian, industri dan jasa. Tanah juga merupakan asetyang dapat dijaminkan untuk permodalan yang dapat digunakan untukkeberlangsungan dan pengembangan usaha.Pentingnya aset tanah tersebut bagi UMK mendorong dibuatnyakesepakatan bersama Kepala BPN, Menteri Negara Koperasi dan UKM danMenteri Dalam Negeri tahun 2007 tentang kebijakan percepatan pengembangansektor riil dan pemberdayaan UKM. Ini dilakukan untuk meningkatkan aksespermodalan UMKM terkait pelaksanaan program pemberdayaan UMKM. Tugasdan tanggung jawab BPN dalam kesepakatan bersama tersebut adalah :
Melaksanakan percepatan sertipikasi hak atas tanah sebagai program prioritas
Menyusun petunjuk teknis percepatan penyelesaian hak atas tanah
Memfasilitasi bantuan biaya sertipikasi sesuai DIPA
Menginstruksikan Kepala Kantor Wilayah (KaKanWil) BPN dan KepalaKantor Pertanahan (KaKanTah) Kabupaten/Kota untuk melaksanakanpercepatan program.Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto, PhD menegaskan bahwaaset-aset yang dimiliki oleh masyarakat akan tidak berarti kecuali dilegalkansehingga aset ini dapat digunakan secara penuh dan efektif. Apabila aset tidakmemiliki legalitas di mata hukum maka UMK tidak dapat menggunakan aset-asettersebut sebagai agunan dalam mendapatkan pendanaan untuk pembiayaanbisnis. Jika tidak punya cukup dana untuk pengembangan bisnis, maka dapatdipastikan tidak akan ada kontribusi yang dapat diharapkan dari mereka untukpembangunan negara. (Ira, 2007)Hak milik kaum miskin dan pengusaha lemah masih sedikit diakui olehpemerintah, sehingga mereka tetap ’terkuncidi dalam kegiatan ekonomi
2
 
informal. Bahkan banyak dari mereka yang tidak memiliki legalitas yangdiperlukan untuk mengubah asetnya menjadi kapital. (Prasetyawan, W., 2006)Berdasarkan data dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM,perkembangan jumlah UKM periode 2005-2006 mengalami peningkatan sebesar3,88% yaitu dari 47.102.744 unit pada tahun 2005 menjadi 48.929.636 unit padatahun 2006. Sektor ekonomi UKM yang memiliki proporsi unit usaha terbesaradalah sektor (1) Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan; (2)Perdagangan, Hotel dan Restoran; (3) Industri Pengolahan; (4) Jasa-jasa; serta (5)Pengangkutan dan Komunikasi dengan perkembangan masing-masing sektortercatat sebesar 53,57%, 27,19%, 6,58%, 6,06% dan 5,52%. Dalam hal penyerapantenaga kerja, peran UKM pada tahun 2005 tercatat sebesar 83.233.793 orang atau96,28% dari total penyerapan tenaga kerja yang ada, kontribusi UK tercatatsebanyak 78.994.872 orang atau 91,38% dan UM sebanyak 4.238.921 orang atau4,90%. (www.menkop.go.id, 2007)Data diatas memperlihatkan besarnya kontribusi usaha kecil terhadapperekonomian nasional. Namun UMK pada umumnya merupakan masyarakatkecil yang memanfaatkan sumberdaya yang ada antara lain tanah timbul. Tanahsebagai aset memiliki potensi untuk dimanfaatkan oleh UMK. Tanah timbulbelum memiliki status hukum yang jelas bagi UMK untuk disertipikatkansebagai akses permodalan bagi usaha UMK itu sendiri.
II.2 Rumusan Masalah
1.
Bagaimana upaya pemanfaatan tanah timbul oleh UMK?
2.
Apa saja masalah-masalah pemanfaatan tanah timbul yang mempengaruhipemberdayaan UMK?
3.
Apa saja masalah-masalah yang dihadapi UMK untuk mensertipikasi tanahtimbul?
3

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
sihwanto25387 liked this
vsheries liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->