Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Inspektur Tambang

Inspektur Tambang

Ratings: (0)|Views: 2,135|Likes:
Published by ajiebeza

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: ajiebeza on Oct 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

 
1
PELAKSANA INSPEKSI DI WILAYAH PERTAMBANGANI.
 
Pendahuluan
Pertambangan memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan nasional.Pertambangan memberikan peran yang sangat signifikan dalam perekonomian nasional, baik dalam sektor fiskal, moneter, maupun sektor riil. Peran pertambangan terlihat jelas dimanapertambangan menjadi salah satu sumber penerimaan negara; berkontribusi dalampembangaunan daerah, baik dalam bentuk dana bagi hasil maupun program
community development 
atau
coorporate social responsibility 
; memberikan nilai surplus dalam neracaperdagangan; meningkatkan investasi; memberikan efek berantai yang positif terhadapketenagakerjaan; menjadi salah satu faktor dominan dalam menentukan Indeks HargaSaham Gabungan; dan menjadi salah satu sumber energi dan bahan baku domestik.Pada tahun 2008, pertambangan umum memberikan kontribusi dalam penerimaannegara sebesar 42.655,46 miliar rupiah yang berasal dari pajak pertambangan umumsebesar 30.080,26 milliar rupiah dan PNBP Pertambangan Umum sebesar 12.575,20 milliarrupiah. Nilai investasi pertambangan umum juga terus meningkat. Pada tahun 2008, nilaiinvestasi pertambangan umum tercatat sebesar 1.654,5 juta US$ dari yang sebelumnyahanya sebesar 1.252,8 juta US$ pada tahun 2007.Salah satu karakteristik industri pertambangan adalah padat modal, padat teknologidan memiliki risiko yang besar. Oleh karena itu, dalam rangka menjamin kelancaran operasi,menghindari terjadinya kecelakaan kerja, kejadian berbahaya dan penyakit akibat kerja sertapengawasan dalam kasus lingkungan dan reklamasi lahan bekas tambang maka diperlukanimplementasi Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan (K3LL) padakegiatan pertambangan.
II. Dasar Hukum Inspeksi Pertambangan
Inspeksi di wilayah pertambangan meliputi inspeksi pengelolaan K3, lingkungan danreklamasi pertambangan yang dilakukan secara menyeluruh baik oleh pemerintah maupunoleh perusahaan. Pengelolaan tersebut didasarkan pada peraturan sebagai berikut:1.
 
UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara,2.
 
UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,3.
 
UU No. 32 Tahun 2004 tentang Otonomi Daerah,4.
 
UU No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air,5.
 
UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan6.
 
UU No. 27 tahun 2003 tentang Panas bumi,7.
 
UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,8.
 
UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja,9.
 
PP. No. 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineraldan Batubara,10.
 
PP No. 27 Tahun 2009 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan,
 
2
11.
 
PP No. 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah B3,12.
 
PP No. 19 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran dan/atau Perusakan Laut,13.
 
PP No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara,14.
 
PP No. 85 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah B3,15.
 
PP No. 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan B3,16.
 
PP No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan PengendalianPencemaran Air,17.
 
PP No. 59 Tahun 2007 tentang Kegiatan Usaha Panas Bumi,18.
 
PP No. 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah,Pemprov dan Pemkab/Kota,19.
 
PP No. 19 Tahun 1973 tentang Pengaturan dan Pengawasan K3 di BidangPertambangan,20.
 
Permen No. 06.P Tahun 1991 tentang Pemeriksaan Keselamatan Kerja atas Instalasi,Peralatan dan Teknik Migas dan Panas Bumi,21.
 
Permen No. 02.P Tahun 1990 tentang Keselamatan Kerja Panas Bumi,22.
 
Permen No. 18 Tahun 2008 tentang Reklamasi dan Penutupan Tambang,23.
 
Kepmen No. 1453.K Tahun 2000 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan TugasPemerintahan di Bidang Pertambangan Umum,24.
 
Kepmen No. 555.K Tahun 1995 tentang K3 Pertambangan Umum,25.
 
Kepmen No. 2555.K Tahun 1993 tentang PIT Pertambangan Umum,26.
 
Kepmen No. 103.K Tahun 1993 tentang Pengawasan Pelaksanaan RKL
 –
RPL diBidang Pertambangan dan Energi,27.
 
Kepmen No. 1211.K Tahun 1995 tentang Pencegahan dan PenanggulanganKerusakan dan Pencemaran Lingkungan Pada Kegiatan Pertambangan Umum.
III. Perangkat Kerja dalam pengelolaan pertambangan
Dalam melaksanakan inspeksi pertambangan, terdapat dua unsur elemen yangsangat berpengaruh yaitu :1.
 
Elemen Pemerintah yang terdiri atas :a.
 
Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang (PIT) / Inspektur Tambang (IT)KAPIT dalam hal ini dijabat oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral, Batubaradan Panas Bumi, Kepala Dinas ESDM di Provinsi dan Kabupaten/Kota.b.
 
Pelaksana Inspeksi Tambang (PIT) / Inspektur Tambang (IT)PIT adalah aparat pengawas pelaksanaan peraturan K3 di lingkungan pertambanganumum (Pasal 1, Kepmen No. 555.K Tahun 1995) baik di Pusat maupun Daerah.IT adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang danhak untuk melakukan inspeksi tambang (Pasal 1, Keputusan Bersama Menteri ESDMdan Kepala BKN No. 1247 K/70/MEM/2002 dan No. 17 Tahun 2002) baik di Pusatmaupun Daerah.
 
3
c.
 
Buku Tambang adalah buku catatan yang memuat larangan, perintah dan petunjuk PIT yang wajib dilaksanakan Kepala Teknik Tambang (KTT) (Pasal 1, KepmenNo.555. K Tahun 1995).2.
 
Elemen Perusahaan terdiri atas:a.
 
Kepala Teknik Tambang (KTT)KTT adalah seseorang yang jabatannya tertinggi di
Job Site 
untuk memimpin danbertanggung jawab atas terlaksananya serta ditaatinya peraturan perundang-undangan K3 pada suatu kegiatan usaha pertambangan di wilayah yang menjaditanggung jawabnya (Pasal 1, Kepmen No. 555.K Tahun 1995).b.
 
Pengawas Operasional;c.
 
Pengawas Teknis;d.
 
Organisasi dan Personil K3LL;e.
 
Program K3LL;f.
 
 Anggaran dan Biaya;g.
 
Dokumen dan laporan K3 serta AMDAL.Menurut Kepmen PE No. 2555.K Tahun 1993 tentang Pelaksana Inspeksi TambangBidang Pertambangan Umum Pasal 3 bahwa PIT mempunyai tugas menegakkan peraturanperundang-undangan yang berlaku mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja sertaLingkungan Pertambangan Umum yang kemudian dikenal sebagai K3LL. Fungsi dari elemen-elemen perangkat kerja tersebut diuraikan sebagai berikut:1.
 
Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang (PIT)a.
 
Kepala PIT mengatur dan mengendalikan serta bertanggung jawab ataspelaksanaan pengawasan kegiatan usaha pertambangan umum.b.
 
Kepala PIT mengkordinasikan dengan Kepala PIT Wilayah mengenai pelaksanaanpengawasan kegiatan usaha pertambangan umum dalam wilayah kerja sesuaidengan wewenangnya.c.
 
Kepala PIT mempunyai wewenang sebagai PIT.d.
 
Kepala PIT melakukan evaluasi atas pelaksanaan pengawasan sebagaimanadimaksud pada bagian c.2.
 
Pelaksana Inspeksi Tambang (PIT) / Inspektur Tambang (IT)Sesuai dengan SK Menteri PAN No: 22/KEP/M.PAN/4/2002 Pasal 4 :
ugas pokok seorang Inspektur Tambang (IT) adalah melakukan inspeksi,pengujian, penelahaan proses dan gejala berbagai aspek tambang, mengembangkan metode dan teknik inspeksi, melaporkan dan menyebarluaskan hasi 
l inspeksi “ 
.Menurut Kepmen PE No. 2555.K Tahun 1993 Pasal 4, dalam pelaksanaan tugasnyaPIT mempunyai
fungsi
sebagai berikut:a.
 
melakukan pemeriksaan/inspeksi;b.
 
melakukan penyelidikan kecelakaan tambang dan/atau kejadian berbahaya;c.
 
melakukan penyelidikan terhadap pencemaran dan/atau perusakan lingkungan;

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
angin_maj liked this
angin_maj liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->