Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bahan Baku Keramik

Bahan Baku Keramik

Ratings: (0)|Views: 39 |Likes:
Bahan Baku Keramik
Bahan Baku Keramik

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: riezkasilviap_473536 on Oct 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2014

pdf

text

original

 
Bahan Baku Keramik
November 1st, 2008 · 15 Comments 
Bahan baku keramik maju (advance ceramic / engineering ceramic) biasanya berupa serbuk yang telah mengalami proses sedemikian rupa sehingga mudah untuk diproses lanjut(ditekan, disintering dan dipoles) Tentunya untuk mendapatkan kualitas keramik yang tinggimemerlukan pemrosesan tertentu tidak hanya bahan baku yang handal.Serbuk Keramik SilikatEfek Domino pada Pemrosesan Keramik Sesuai dengan sifat alami keramik, bahan baku keramik yang digunakan untuk produksimempunyai banyak kendala yang mempengaruhi pada sifat akhir benda jadi dibandingkandengan kelompok bahan lain misal logam atau polimer. Hal ini dikarenakan tidak terdapattahapan penghalusan lanjut untuk keramik, tidak seperti logam (peleburan
 – 
pembekuan
 – 
 
deformasi plastik). Pada dasarnya, “apa yang masuk – 
 
itulah yang keluar”. Semua ketidak 
-sempurnaan pada bahan baku diperbanyak kedalam pembesaran ketidak-sempurnaan dalamproduk yang disinter. Efek domino ini menekankan ketergantungan dari sifat akhir produk keramik dalam karakteristik semua tahapan pemrosesan, dan secara umum dalamkarakteristik bahan baku, secara harfiah bila terdapat kesalahan dalam satu tahap pemrosesankeramik maka akan mempengaruhi secara nyata hasil akhir keramiknya. ;-(Mineralogi Keramik Keramik secara tradisional berdasar pada mineral oksida, atau mineral-mineral lain dimanadapat berubah menjadi oksida-oksida luluh, seperti hidroksida, karbonat, sulfida, halida,phospatat dll. Mineral-mineral ini merupakan gabungan dari sebagian besar unsur yang adadipermukaan bumi ini. Bagaimanapun juga, berkenaan dengan keunggulan oksigen dalamkerak bumi, hampir setengah unsur yang telah dikenali terjadi secara normal sebagai oksida,biasanya oksida kompleks seperti silikat. Struktur silikat meliputi sejumlah besar unsur-unsur
dalam tabel periodik. Jadi, kita dapat secara nyata mengatakan bahwa “ separo dari dunia iniadalah keramik…”
 Deret unsur-unsur relatif besar dimana sering terdapat dalam keramik meliputi: O, Al, Si, Ca,Mg, Ti, Na, K. Hal ini menarik untuk dicatat, bahwa beberapa keramik penting menunjukkankonsentrasi yang agak tinggi pada air laut. Sungguh, sebagian besar MgO dengan kemurniantinggi (suatu bahan tahan api yang penting) sekarang ini disediakan dari air laut.Bagaimanapun juga, sebagian besar mineral penting dalam keramik berasal dari transformasibatu beku dari perapian (igneous rock), seperti halnya granit atau basal dimana kristalterbentuk dari magma (siapa tahu lumpur lapindo merupakan bahan baku keramik maju yang
tersedia…). Batu
-batu ini adalah silikat kompleks, dimana komposisi dapat menggambarkankandungan dari oksida biner sederhana seperti silika, alumina, alkali dll.Silika, oksida yang relatif besar di Bumi (62% berat dari kerak kontinental Bumi) adalahdasar dari klasifikasi ini. Batu dengan proporsi SiO2 yang tinggi (dan biasanya mengandungalumina yang tingi
 – 
dimana merupakan komponen kedua terbesar di kerak Bumi,mengandung 16% berat) dikenal dengan nama asidik (acidic), dan dengan silika rendah (danbiasanya mengandung magnesia yang tinggi {[3,1% dari kerak bumi] dan/atau kalsia [5,7%dari kerak bumi]): didefinisikan sebagai dasar. Alumina agak tidak umum dalam batuandasar, dan sebaliknya: magnesia adalah tidak umum dalam batuan asidik. Hal ini sangatmenguntungkan untuk produksi bahan tahan api khususnya: kontaminasi silang dari batuandasar dan asidik akan menyebabkan kehilangan ketahanan api yang signifikan, yaitu secara
 
signifikan menurunkan titik lebur yang mengkontaminasi bahan. Kristalisasi dari batuan bekudari perapian menjadikan formasi dari silikat dan mineral-mineral lain penting dalampemrosesan keramik. Istimewanya, hal ini dipercaya dimana kerusakan dari beberapa silikat,diikuti dengan sedimentasi, membentuk formasi mineral tanah liat.Bahan baku dasar untuk keramik tradisional termasuk lempung, silika SiO2, dan Fledspars(K, Na) AlSi3O8, dan beberapa industri kimiawi lain. Tidak ada mineral-mineral yangdiguna
kan dalam pemrosesan tradisional keramik dapat diperlakukan sebagai “komposisitetap”. Yaitu, mereka tidak mempunyai komposisi yang diberikan oleh formula kimia.
Sebagai contoh, kandungan silika pada lepung Kaolin secara umum bervariasi pada 45%berat sampai 50% berat, dan alumina 35 % berat sampai 40% berat. Keseimbangandipengaruhi oleh komponen yang mudah menguap (air dan organiks), dari 10% berat sampai15% berat. Jumlah ini dapat dibandingkan dengan formula kimiawi ideal dari mineral-mineral silikat terpilih berikut:Mineral Formula Kimia IdealKaolinit Al2(Si2O5)(OH)4Halosit Al2(Si2O5)(OH)4 2H2OPiropillit Al2(Si2O5)2(OH)2Monmorilonit (Al1,67 Na0,33 Mg0,33)(Si2O5)2(OH)2Mika Al2K(Si1.5Al0,5)2 (OH)2Ilit Al2-xMgxK-1-x-y(Si1,5-yAl0.5+YO5)2(OH)2Pemrosesan MineralTeknik modern dan keramik unggul membutuhkan serbuk kemurnian tinggi dimana akansangat menguntungkan dan mempunyai karakteristik tertentu (keuntungan dijabarkan dalamseluruh proses penggilingan (milling) dan klasifikasi prosedur serbuk keramik). Salah satukemungkinan klasifikasi dari bahan baku keramik berhubungan dengan teknik pemrosesanmaju/unggul yaitu:Mineral mentah (crude minerals): tanah liat (gerabah, ubin, bola, bentonit), serpihan, bauksitmentah, kianit mentah.Mineral Industri: bola lempung dimurnikan, kaolin, bentonit dimurnikan, piropilit, talek,
feldspar, nepelin syenit, wolastonit, spodumen, pasir kaca, batu api tembikar (potter’s flint),
kianit, bauksit, sirkon, rutil, bijih krom, kaolin kalsinasi, dolomit, dan banyak lagi yang lainIndustri Kimia: alumina kalsinasi (dari proses Bayer), magnesia kalsinasi (dari air laut),alumina fusi, magnesia fusi, silikon karbida (proses Acheson), abu soda, barium karbonat,titania, titaniat kalsinasi, oksida besi, ferit kalsinasi, sirkonia kalsinasi stabil, pigmen sirkonia,pigmen sirkon kalsinasi.Operasi peremukan dan penggerindaan awal pada deposit mineral ditujukan membebaskankomponen yang tidak dikehendaki (ketidak-murnian, organik) dengan menempatkan dan/ataupemisahan magnetik, dan pengumpulan partikel-halus mineral murni (misal lempung) denganpengambangan (floating). Secara alami, lempung hasil proses mempunyai variasi yang lebardalam komposisi dan ukuran partikel, tergantung pada lokasi dan pemrosesan mineral.Sebagai contoh, salah satu pencemar yang paling tidak dikehendaki dalam kaolin adalahoksida besi, dimana akan secara efektif menghitamkan barang yang putih. Kaolin Georgiakualitas tinggi dikenal akan kemurniannya (rendah besi) dan sifat perapian putih bagus. Bolalempung pada umumnya lebih banyak mengandung bahan organik (menunjukkan
“hilangnya” permulaan dalam diagram komposisional) dan lebih plastik.
 Mineral Keramik dalam PorselinSuatu contoh yang bagus penggunaan mineral mentah dan industri adalah porselin. Hal inibias
anya mengacu pada apa yang disebut “porselin tiga sumbu (triaxial porcelains),
 
sebagaimana mengandung tiga komponen utama (lempung, feldspar, dan pasir silika) diplotdiantara diagram komposional segitiga. Bola lempung biasanya digabungkan dengan kaolin(~
50/50 berat) untuk memberikan “substansi lempung” dari badan porselin tiga sumbu. Dua
komponen lain dari porselin meliputi feldspar (fluks) dan kuarsa (pengisi). Meskipunkomposisi bermacam-macam porselin sangat luas variasinya, petunjuk praktis (rule of thumb)komposisi adalah sekitar 40% berat untuk lampung dan pasir kaca, dan sisanya 20% beratuntuk fluks feldspar. (mungkin ini yang dimaksud mas setyo untuk mendapatkan keramik yang handal, semoga berkenan 8-))Serbuk Keramik MajuSerbuk Keramik Maju: Proses Bayer untuk aluminaProses ini berdasarkan pada reaksi dapat balik (reversible) dari aluminium hidroksida dengansodium hidroksida. Serbuk alumina menunjukkan ~ 10% dari industri pemrosesanaluminium. Bahan baku untuk alumina adalah bauksit, dimana alumina hidrat (Al2O3.nH2O,n = 1, 2, 3) dengan beberapa ketidak-murnian besi dan silikon. Dalam proses pemurnian,bijih bauksit alumina direaksikan untuk menghasilkan suatu bentuk dapat larut dari NaAlO2,ketika suatu oksida tidak-murni, menjadi tidak dapat larut, diendapkan. Larutan uap jenuhdari NaAlO2 ditempatkan dengan letak gibb kristal (n = 3) untuk memulai presipitasialuminium hidroksida murni, dimana terurai secara berurutan berubah menjadi a-Al2O3selama kalsinasi ~ 1200 °C.Hasil kalsinasi hidroksida yang berasal dari proses Bayer adalah sulit, pengumpalan dengandensitas rendah dari alumina. Penguraian yang luas dan penurunan ukuran partikel ke ukuranmikron (penggilingan) diperlukan untuk membuat serbuk ini bermanfaat untuk pemrosesankeramik maju. Sebagai akibatnya alumina dikelompokkan berdasar ukuran partikel dankandungan ketidak-
murnian sodium oksida. Serbuk “reaktif” mempunyai rata
-rata ukuranpartikel dibawah 0,5 mm dan 0,2
 – 
0,4 % berat Na2O (kemurnian rendah) atau kurang dari0,05 % berat Na2O (kemurnian tinggi). Untuk bahan tahan api, tingkat alumina biasanyalebih kasar (beberapa mm atau lebih besar). Kemurnian kimiawi dari serbuk berdampak padakemampuan disinter dan ketahanan listrik maupun korosi dari alumina pada temperaturtinggi.Serbuk Keramik Maju: Sirkonia dari Pasir SirkonPasir sirkon (ZrSiO4) adalah suatu bijih sirkonia biasa, ditambang pada skala besar di Brasildan Australia. Proses produksi Sirkonia keluar dari sirkon mirip dengan proses pada alumina.Hal itu didasarkan pada konversi bahan baku (sirkon) kedalam suatu pendahuluan sirkoniaNa2ZrO3 yang dapat larut, dan ZrOCl2, diikuti dengan pirolisis terhadap ZrO2. Sebelumpirolisis, garam dapat larut dari oksida dimana menstabilkan polimorf sirkonia padatemperatur tinggi dapat ditambahkan. Terdapat beberapa jenis garam yaitu Y, Ca, dan Mg.Alternatif lain, pasir sirkon dapat diawali dengan pirolisa ( terurai menjadi sirkonia dansilika) dengan melewatkannya kedalam oven plasma. Sebagai hasilnya sirkonia mentahdipisahkan dari ketidak-murnian menjadi bentuk sodium sirkonat yang dapat larut dan kloridadimana mudah terurai menjadi sirkonia murniPLZT (Timbel-Lantanum-Zirkonat-Titanat) Pizoelektrik Serbuk Keramik Proses ini memberikan contoh penggunaan metode ko-presipitasi untuk mendapatkan suatucampuran oksida homogen (atau hidroksida) meskipun sebelum dimulai penyinteran. Dalambentuk sederhana, ko-presipitasi mengandalkan pelarutan garam (sejenis klorida atau nitrida,Pb, L, Zr, dan Ti) dari komponen oksida dalam air, diikuti dengan perubahan pH yang cepat

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->