melepaskan ketegangan itu remaja melakukan hubungan seksual. Dalam tubuhremaja diproduksi zat hormon kelamin yang mempunyai pengaruh pada alat-alatkelamin sehingga timbul dorongan seksual pada remaja. Perubahan-perubahanhormonal yang terjadi membutuhkan penyaluran dalam bentuk tingkah lakuseksual tertentu.
2)
penundaan usia perkawinan
Taraf pendidikan yang semakin tinggi di masyarakat, maka semakin tertundakebutuhan untuk melaksanakan perkawinan misalnya belum menyelesaikan studikarena tuntunan orang tua, belum mendapatkan pekerjaan yang jelas, hal ini dapatberakibat buruk jika seseorang yang sudah waktunya menikah belum menikah. Dilain pihak terdapat norma sosial yang semakin lama semakin menuntutpersyaratan yang semakin tinggo untuk perkawinan, misalnya pendidikan,pekerjaan dan batas usia minimum dalam menikah.
3)
tabu-larangan
Di kalangan masyarakat terutama orang tua seks masih dibicarakan secarasembunyi-sembunyi dan sebagian lagi menganggap seks sebagai sesuatu yangtabu dan tidak patut dibicarakan secara terbuka. Orang tua menganggap bahwaremaja akan mengetahui seks setelah mereka menikah dan melarangmembicarakan seks dengan siapapun.
4)
kurangnya informasi tentang seks
Dengan adanya teknologi yang canggih melalui media massa yang tidak terbendung akan mengakibatkan pengaruh buruk bagi remaja seperti buku-bukucabul, blue film, melihat praktek seksual dan lain-lain. Remaja dalam melihatteknologi yang canggih itu, ingin tahu dan mencoba atau meniru apa yang dilihatdan didengarnya. Hal ini dikarenakan belum mengetahui masalah seksual dariorang tuanya yang mempunyai pandangan bahwa seks itu tabu, sehingga merekamencari informasi seks secara sembunyi-sembunyi dan belum jelas kebenarannya.
5)
pergualan bebas
Adanya kecenderungan pergaulan yang semakin bebas antara pria dan wanitadalam masyarakat dengan tidak mematuhi aturan dan norma yang berlaku.Dengan mudah kita dapat melihat perilaku penyimpangan seksual. Hal ini sebagaiakibat berkembangannya peran dan pendidikan wanita yang semakin sejajardengan pria.