Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TUGAS OTONOMI DAERAH

TUGAS OTONOMI DAERAH

Ratings: (0)|Views: 21|Likes:
Published by Ian M Purba
tugas kuliah
tugas kuliah

More info:

Published by: Ian M Purba on Oct 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

 
PEMBAGIAN URUSAN DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAHMENGACU PADA UU NO. 32 TAHUN 2004
PENYELANGGARAAN NEGARA
Penyelenggara Negara adalah pejabat Negara yang menjalankan fungsi eksekutif,legislative, yudikatif, dan pejabar lain yang fungsi atau tugas pokoknya berkaitan denganpenyelenggaraan negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan yangberlaku (UU No.28 tahun 1999 pasal 1 : 1)Penyelenggara negara :1.
 
Presiden2.
 
Menteri3.
 
Gubernur4.
 
Bupati5.
 
Hakim6.
 
Pejabat yang lain yang diatur sesuai peraturan perundang undangan.Pembagian atau tingkatan pemerintah adalah sebagai berikut ;1.
 
Pemerintah pusat, selanjutnya disebut Pemerintah, adalah Presiden Republik Indonesiayang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimanadimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.2.
 
Pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintahdaerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsipotonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesiasebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945.3.
 
Pemerintah daerah adalah Gubernur, Bupati, atau Walikota, dan perangkat daerahsebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.Otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengaturdan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuaidengan peraturan perundang-undangan. Daerah otonom, selanjutnya disebut daerah, adalahkesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengaturdan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsasendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 
 
Desentralisasi
Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh Pemerintah kepadadaerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem NegaraKesatuan Republik Indonesia ( pasal 1 ayat 7 UU No. 32 thn 2004). Urusan pemerintahan yangdiserahkan kepada daerah disertai dengan sumber pendanaan, pengalihan sarana danprasarana, serta kepegawaian sesuai dengan urusan yang didesentralisasikan ( Psl 12 ayat 1 UUNo. 32 thn 2004).Desentralisasi dan otonomi daerah, dalam kerangka berfikir perspektif 
state-society relation,
secara tegas diartikulasi bukan sebagai tujuan akhir, tetapi hanya sebagai alat atausarana untuk mendekatkan negara kepada masyarakat, sehingga antara keduanya dapattercipta interaksi yang dinamis, baik dalam proses pengambilan keputusan, maupun pada tahapimplementasi kebijakan. Tujuan akhir yang hendak dicapai, dalam hal ini, tidak lain adalahdemokratisasi, kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Dengan kerangka berfikir seperti ini,maka sulit dipungkiri, bila kemudian perspektif 
state-society relation
cenderung tidakmemisahkan antara konsep dan implementasi kebijakan desentralisasi dengan sistem politikdan/atau tipe rezim yang sedang berkuasa.Hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dalam hal ini, lebihdidasarkan pada prinsip saling-ketergantungan dan saling membutuhkan. Lebih jauh,
pengertian “daerah”, dalam konteks hubungan pusat
-daerah, lebih merujuk pada suatu entitasyang terdiri dari pemerintah daerah dan masyarakat daerah. Sehingga, pada tataran yang lebihmikro, kesetaraan interaksi antara
state
dan
society 
pun dapat tercipta, yakni antarapemerintah daerah dan komunitasnya.
Urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah provinsi
(Psl 13)merupakan urusan dalam skala provinsi yang meliputi:
a. perencanaan dan pengendalian pembangunan;b. perencanaan, pemanfaatan, dan pengawasan tata ruang;c. penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat;d. penyediaan sarana dan prasarana umum;e. penanganan bidang kesehatan;f. penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusiapotensial;g. penanggulangan masalah sosial lintas kabupaten/kota;h. pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota;i. fasilitasi pengembangan koperasi, usaha kecil, dan menengahtermasuk lintas kabupaten/kota; j. pengendalian lingkungan hidup;
 
k. pelayanan pertanahan termasuk lintas kabupaten/kota;l. pelayanan kependudukan, dan catatan sipil;m. pelayanan administrasi umum pemerintahan;n. pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lintas kabupaten/kota;o. penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapatdilaksanakan oleh kabupaten/kota ; danp. urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan
Urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah untukkabupaten/kota merupakan urusan yang berskala kabupaten/kotameliputi ( Psl 15):
a. perencanaan dan pengendalian pembangunan;b. perencanaan, pemanfaatan, dan pengawasan tata ruang;c. penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat;d. penyediaan sarana dan prasarana umum;e. penanganan bidang kesehatan;f. penyelenggaraan pendidikan;g. penanggulangan masalah sosial;h. pelayanan bidang ketenagakerjaan;i. fasilitasi pengembangan koperasi, usaha kecil dan menengah; j. pengendalian lingkungan hidup;k. pelayanan pertanahan;l. pelayanan kependudukan, dan catatan sipil;l. pelayanan administrasi umum pemerintahan;m. pelayanan administrasi penanaman modal;n. penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya; dano. urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan
Dalam menyelenggarakan otonomi, daerah mempunyai hak (Pasal 21):
a. mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahannya;b. memilih pimpinan daerah;c. mengelola aparatur daerah;d. mengelola kekayaan daerah;e. memungut pajak daerah dan retribusi daerah;f. mendapatkan bagi hasil dari pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya lainnya yangberada di daerah;g. mendapatkan sumber-sumber pendapatan lain yang sah; danh. mendapatkan hak lainnya yang diatur dalam Peraturan perundangundangan.
Dalam menyelenggarakan otonomi, daerah mempunyai kewajiban (Pasal 22) :
a. melindungi masyarakat, menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan nasional, sertakeutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;b. meningkatkan kualitas kehidupan, masyarakat;

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->