Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
101Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
pembangunan pendidikan

pembangunan pendidikan

Ratings:

5.0

(4)
|Views: 25,212|Likes:
Published by Arwin Zoelfatas

More info:

Published by: Arwin Zoelfatas on Jan 18, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/07/2013

pdf

text

original

 
PEMBANGUNAN PENDIDIKANA.UMUM
Pendidikan merupakan kebutuhan dasar dan usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akandatang. Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1999-2004 mengamanatkan bahwa salahsatu arah kebijakan pembangunan pendidikan adalah mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyatIndonesia.
Arah kebijakan peningkatan perluasan dan pemerataan pendidikan dilaksanakanmelalui antara lain penyediaan fasilitas layanan pendidikan berupa pembangunan unitsekolah baru; penambahan ruang kelas dan penyediaan fasilitas pendukungnya; penyediaan berbagai pendidikan alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus; serta penyediaan berbagai beasiswa dan bantuan dana operasionalsekolah yang dalam pelaksanaannya dilakukan dengan melibatkan peran aktif masyarakat. Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) mengungkapkan bahwatingkat pendidikan penduduk Indonesia mengalami peningkatan yang cukup berartiyang antara lain ditunjukkan oleh meningkatnya rata-rata lama sekolah penduduk  berusia 15 tahun keatas yaitu dari 6,7 tahun pada tahun 2000 menjadi 7,1 tahun padatahun 2003, dan meningkatnya proporsi penduduk berusia 10 tahun ke atas yang berpendidikan SMP ke atas menjadi 36,2 persen pada tahun 2003. Sejalan dengan ituangka melek aksara penduduk usia 15 tahun ke atas juga mengalami peningkatan dari89,5 persen pada tahun 2002 menjadi 89,8 persen pada tahun 2003. Membaiknyatingkat pendidikan penduduk sangat dipengaruhi oleh meningkatnya partisipasi pendidikan untuk semua kelompok usia sekolah dan untuk semua jenjang pendidikan.Pada tahun 2003 data Depdiknas dan Depag menunjukkan bahwa angka partisipasisekolah (APS) penduduk usia 7-12 tahun mencapai 99,29 persen, penduduk usia 13-15 tahun mencapai 80,43 persen, dan penduduk usia 16-18 tahun mencapai 50,65
 
 persen. Pada tahun yang sama angka partisipasi kasar (APK) SD/MI/SDLB mencapai114,53 persen, APK SMP/MTs/SMPLB mencapai 78,43 persen, APSMA/SMK/MA/MAK mencapai 48,79 persen dan APK PT mencapai 14,25 persen.
Upaya memperbaiki tingkat pendidikan penduduk telah dilakukan melalui ProgramWajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun yang telah berhasil meningkatkan jumlah lulusanSMP-MTs per tahun secara signifikan dalam lima tahun terakhir yaitu dari 2,78 juta orang pada tahun 1999/00 menjadi 3,04 juta orang pada tahun 2003/04. Hal tersebut lebih lanjut berdampak pada meningkatnya jumlah lulusan SMP-MTs yang melanjutkan ke jenjangmenengah. Apabila pada tahun ajaran 1999/2000 jumlah murid baru tingkat SM sebanyak 1,86 juta orang, maka pada tahun 2003/2004 jumlahnya meningkat menjadi 2,2 juta orang.Penambahan tersebut meningkatkan jumlah seluruh siswa SLTA menjadi 6,2 juta orang,sehingga APK SLTA juga meningkat dari 41,26 persen menjadi 48,79 persen. APK tersebuttelah melampaui sasaran yang direncanakan dalam Propenas yang akan dicapai pada tahun2004 yaitu sebesar 42,3 persen.Pada kurun waktu yang sama jumlah mahasiswa meningkat dari 3,2 juta pada tahunajaran 1999/2000 menjadi 3,55 juta pada tahun ajaran 2003/2004. Penambahan jumlahmahasiswa tersebut berhasil meningkatkan APK pendidikan tinggi dari 12,40 persen menjadi14,25 persen.Peningkatan yang cukup berarti tersebut juga disertai dengan upaya meningkatkanlayanan pendidikan melalui jalur pendidikan nonformal yang terus dikembangkan dalamupaya untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikanformal, dan yang putus sekolah. Pendidikan nonformal antara lain diberikan melaluiKelompok Belajar (Kejar) Paket A, Paket B, dan Paket C serta kursus-kursus. Kejar Paket Adan Paket B dilaksanakan baik bagi kelompok penduduk usia sekolah sebagai pendidikanalternatif terhadap pelaksanaan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun maupun penduduk usia dewasa sebagai bagian dari pendidikan sepanjang hayat. Pendidikankeaksaraan fungsional diberikan bagi penduduk dewasa untuk meningkatkan kemampuankeaksaraan mereka yang dikaitkan dengan kebutuhan fungsional dalam kehidupan sehari-hariseperti ketrampilan vokasional. Sementara itu kursus-kursus yang dilakukan ditujukanterutama untuk memberi ketrampilan bagi warga belajar sehingga memiliki kemampuan yangmemadai untuk bekerja.
 
GBHN 1999-2004 juga mengamanatkan agar pembangunan pendidikan diarahkan pula untuk mengembangkan kualitas sumberdaya manusia sedini mungkin secara terarah,terpadu dan menyeluruh. Sangat disadari bahwa usia dini merupakan masa perkembangandan pertumbuhan yang sangat menentukan bagi perkembangan pada tahap berikutnya.Dengan demikian pembinaan anak sejak dini dapat memperbaiki prestasi belajar danmeningkatkan produktivitas kerja di masa dewasa. Stimulasi dini pada masa
 golden age
sangat diperlukan untuk memberikan rangsangan terhadap seluruh aspek perkembangan anak yang mencakup penanaman nilai-nilai dasar, pembentukan sikap dan pengembangankemampuan dasar. Di Indonesia, pendidikan usia dini dilakukan melalui antara lain pendidikan di taman kanak-kanak (TK), Kelompok Bermain, dan Raudhatul Atfhal (RA).Di samping upaya memperluas akses dan pemerataan pendidikan, peningkatankualitas pendidikan juga terus mendapat perhatian besar. Kemampuan akademik dan profesional serta jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan terus ditingkatkan. Pendidikanlanjutan serta pendidikan dan latihan jangka pendek terus dilaksanakan baik untuk meningkatkan kemampuan manajerial dan kepemimpinan maupun untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mengajar menurut bidang studi. Berbagai pendidikan dan pelatihan yang dilakukan telah meningkatkan jumlah guru yang memenuhi kualifikasi pendidikan minimal, sehingga pada tahun 2003 proporsi guru SD yang berpendidikanDiploma-2 ke atas mencapai 48,6 persen dan guru SLTP yang berpendidikan Diploma-3 keatas menjadi 62,1 persen. Meskipun demikian, kondisi tersebut belum mencukupi untuk menyediakan pelayanan pendidikan yang berkualitas. Bahkan untuk jenjang pendidikanSLTP-MTs dan SLTA-MA yang menggunakan sistem guru mata pelajaran, banyak pulaterjadi ketidaksesuaian antara pelajaran yang diajarkan dengan latar belakang pendidikanguru. Untuk itu diperlukan jumlah dan kualitas pendidikan dan latihan bagi guru dan tenagakependidikan lainnya secara lebih memadai sehingga mereka mampu menyelenggarakan proses belajar mengajar yang lebih berkualitas. Untuk menjawab kurangnya jumlah guru pada semua jenjang pendidikan, pada tahun 2003 telah dikaryakan sebanyak 194 ribu guruuntuk sekolah umum dan 13,5 ribu guru untuk madrasah dan guru agama pada sekolahumum. Untuk meningkatkan kesejahteraan guru, pada tahun 2002 tunjangan kependidikan bagi guru telah pula ditingkatkan sebesar 50 persen. Selain itu telah disediakan pula berbagaiinsentif bagi guru sekolah negeri dan swasta seperti tunjangan kelebihan jam mengajar dan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->