Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TRAKSI KULIT

TRAKSI KULIT

Ratings: (0)|Views: 205|Likes:
Published by Wella Dwi Harsey

More info:

Published by: Wella Dwi Harsey on Oct 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/28/2013

pdf

text

original

 
 
 Berikut Konsep Traksi:
 Traksi adalah tindakan menarik atau memberikan gaya tarik.
 
Axis traksi ? Traksi sepanjang sumbu seperti sumbu pelvis pada obstetri
 
Traksi elastik?Traksi dengan tenaga elastik atau dengan menggunakan bahan elastik 
 
Traksi skeletal? Traksi yang dipasang secara langsung pada tulang panjang denganmenggunakan pen, kawat dll
 
Traksi kulit? Traksi pada bagian tubuh yang ditahan dengan alat yang dilekatkan denganmembalutkan ke permukaan tubuh.
Prinsip
: Penetralan kekuatan memendek otot pada daerah yang patah dan membidai tulangyang patah dengan kekuatan otot.
Keuntungan
: Mudah, cepat terjadi pembentukan kalus.
Kerugian
: Pasien harus berada di tempat tidur dalam waktu yang lama ( hati-hati pneumonia,trombosis ) bila tidak dipantau dengan baik, dapat juga terjadi infeksi pin penjepit.Traksi dilakukan dengan menempatkan beban dengan tali pada bagian ekstremitas pasien, tempattarikan di sesuaikan dengan sedemikian rupa sehingga arah tarikan segaris dengan sumbupanjang tulang yang patah. Traksi mempunyai banyak keuntungan sebagai metode yang dengannyata dapat mempertahankan reduksi. Bentuk-bentuk traksi biasanya akan membuat ekstremitasyang patah akan terangkat lebih tinggi sehingga pembengkakan dan meningkatkan penyembuhan jaringan lunak.Penggunaan traksi memungkinkan pasien masih bisa bergerak di tempat tidur asal talilongitudinal ditempatkan pada posisi yang tepat dan bidai, gips atau bebat yang digunakan untuk menahan ekstremitas tersebut berada dalam keseimbangan yang baik.Sewaktu pemasangan atau mempertahankan traksi ada beberapa faktor penting yang harusdipertimbangkan,
Yaitu:
 
 
1. Tali utama yang biasanya dipasang pada rangka sebaiknya menimbulkan gaya tarik yangsegaris dengan sumbu panjang normal tulang panjang yang patah2. Berat ekstremitas maupun alat-alat penyokongnya sebaiknya seimbang dengan pemberatuntuk menjamin agar reduksi dapat dipertahankan secara stabil dan mendukung ektremitas yangpatah itu selama penderita dirawat di tempat tidur, sedapat mungkin kerekan dan tali ditempatkancukup tinggi dan berada disamping tempat tidur.3. Tulang yang menonjol seperti tumit, maleolus dan kepala fibula harus diberi perhatian khususdengan memberikan lapisan secukupnya atau terlindung dengan baik 4. Tali traksi sebaiknya dapat bergerak bebas melalui kerekan. Pemberat harus cukup tinggi diatas lantai dengan pasien dalam posisi normal diatas tempat tidur sehingga perubahan posisi rutintidak menyebabkan pemberat diletakkan diatas lantai sehingga menghilangkan regangan yangdiperlukan oleh tali. Traksi yang dipasang dan dipertahankan dengan baik akan terasa nyaman.
Cara melakukan traksi :
 
1. Traksi kulit
 Indikasi fraktur femur dan siku pada anak-anak.
 
oleskan benzoin tinktur pada kulit dengan letakkan bilah papan pada kadua sistemekstremitas sampai garis patahan tulang
 
Balut dengan krep secara spiral ( jangan sekali-kali buat balutan melingkar dari bilahperekat.
 
Lekatkan sebuah pita kebilah papan menggunakan sepotong kayu. Hati-hati: janganmembalut sampai ke proksimal garis patahan kontrol peredaran darah dan keadaan kulitsecara teratur. Pemberat traksi tidak boleh lebih dari 5 kg.
 2. Traksi tulang
 Indikasi fraktur femur. Tibia. Suprakondilansnumeros, yang tidak dapat ditangani dengan plesterparis (misalnya fraktur terbuka derajat 2 dan 3, fraktur kolumna femoris yang letaknya tidak baik).
 
Desinfeksi kulit, penutup steril, anastesi lokal
 
Insisi kulit dengan skapel
 
Masukkan pin stein man (2-4 mm) atau kawat kirschner (2 mm) mulai pada sisi yangsulit (femur dan kalkaneus dari sisi medial, tibia dari sisi lateral), insisi kulit kedua padasisi kontralateral dan masukkan pin melalui kulit
 
Fiksasi pin dengan menggunakan sanggurdi Bohler dengan pin penempel tomas
 
Pasang pemberat traksi (numerus 2,5 %, femur 10-15 %, tibia 5 % atau 1/7 dari beratbadan)
 
Disekeliling lempeng dibalu dengan balutan steril tutup ujung runcingnya. Perhatikan :kontrol arah optimal traksi dan lubang pin setiap hari, kurangi beban traksi jika patahantulang keluar. Mulai lakukan fisioterapi dini
 
 PendahuluanSaat ini, penyakit muskuloskeletal telah menjadi masalah yang banyak dijumpai di pusat-pusatpelayanan kesehatan di seluruh dunia. Bahkan WHO telah menetapkan dekade ini (2000-2010)menjadi Dekade Tulang dan Persendian. Penyebab fraktur terbanyak adalah karena kecelakaanlalu lintas. Kecelakaan lalu lintas ini, selain menyebabkan fraktur, menurut WHO, jugamenyebabkan kematian 1,25 juta orang setiap tahunnya, dimana sebagian besar korbannyaadalah remaja atau dewasa muda.Terdapat beberapa pengertian mengenai fraktur, sebagaimana yang dikemukakan para ahlimelalui berbagai literature. Menurut FKUI (2000), fraktur adalah rusaknya dan terputusnyakontinuitas tulang, sedangkan menurut Boenges, ME., Moorhouse, MF dan Geissler, AC (2000)fraktur adalah pemisahan atau patahnya tulang. Back dan Marassarin (1993) berpendapat bahwafraktur adalah terpisahnya kontinuitas tulang normal yang terjadi karena tekanan pada tulangyang berlebihan.TRAKSITraksi adalah tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk menangani kerusakan ataugangguan pada tulang dan otot. Tujuan dari traksi adalah untuk menangani fraktur, dislokasimatau spasme otot dalam usaha untuk memperbaiki deformitas dan mmpercepat penyembuhan.Ada dua tipe utama dari traksi : traksi skeletal dan traksi kulit, dimana didalamnya terdapatsejumlah penanganan.Prinsip Traksi adalah menarik tahanan yang diaplikasikan pada bagian tubuh, tungkai, pelvisatau tulang belakang dan menarik tahanan yang diaplikasikan pada arah yang berlawanan yangdisebut dengan countertraksi. Tahanan dalam traksi didasari pada hokum ketiga (Footner, 1992and Dave, 1995). Traksi dapat dicapai melalui tangan sebagai traksi manual, penggunaan talimsplint, dan berat sebagaimana pada traksi kulit serta melalui pin, wire, dan tongs yangdimasukkan kedalam tulang sebagai traksi skeletal (Taylor, 1987 and Osmond, 1999).Penggunaan traksi telah dimulai 3000 tahun yang lalu. Suku Aztec dan mesir menggunakantraksi manual dan membuat splint dari cabang pohon (Styrcula, 1994 a and Osmond, 1990) danHippocrates (350 BC) menulis tentang traksi manual dan tahanan ekstensi dan ekstensi yangberlawanan (Styrcula, 1994 a: 71). Pada tahun 1340 ahli bedah Perancis bernama Guy deChauliac menulis tentang traksi isotonic dengan berat yang ditahan pada kaki tempat tidurpasien, tetapi akibat pertimbangan praktek hal ini dilakukan hingga tahun 1829 ketika traksiberkesinambungan diaplikasikan secara luas (Peltier, 1968: 1603). Sekitar tahun 1848 JosiahCrosby seorang klinisi amerika merupakan orang yang pertama mempromosikan danmenunjukkan traksi kulit yang lebih efektif tidak hanya sebagai terapi dari fraktur melainkan juga untuk menanani deformitas panggul (Peltier, 1968: 1609). Hal ini meripakan aplikasi yangmembuat perhatian Gurdon Buck yang pada tahun 1861 melalui pengetahuannya terhadap kerjaCrosby mempunyai traksi kulit yang dinamakan nama dirinya sendiri. Hal ini tidak dilakukan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->