Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Keragaman Budaya Dan Agama (Multikultural)

Makalah Keragaman Budaya Dan Agama (Multikultural)

Ratings: (0)|Views: 1,809|Likes:
Published by slampack

More info:

Published by: slampack on Oct 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/28/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUANA.
 
Latar Belakang
Praktek kekerasan yang mengatasnamakan agama, darifundamentalisme, radikalisme, hingga terorisme, akhir-akhir ini semakinmarak di tanah air. Kesatuan dan persatuan bangsa saat ini sedang diujieksistensinya. Berbagai indikator yang memperlihatkan adanya tanda-tandaperpecahan bangsa, dengan transparan mudah kita baca. Konflik di Ambon,Papua, maupun Poso, seperti api dalam sekam, sewaktu-waktu bisa meledak,walaupun berkali-kali bisa diredam. Peristiwa tersebut, bukan saja telahbanyak merenggut korban jiwa, tetapi juga telah menghancurkan ratusantempat ibadah (baik masjid maupun gereja).Bila kita amati, agama seharusnya dapat menjadi pendorong bagiummat manusia untuk selalu menegakkan perdamaian dan meningkatkankesejahteraan bagi seluruh ummat di bumi ini. Namun, realitanya agama justrumenjadi salah satu penyebab terjadinya kekerasanan dan kehancuran ummatmanusia. Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya preventif agar masalahpertentangan agama tidak akan terulang lagi di masa yang akan datang.Misalnya, dengan mengintensifkan forum-forum dialog antar ummatberagama dan aliran kepercayaan (dialog antar iman), membangunpemahaman keagamaan yang lebih pluralis dan inklusif, dan memberikanpendidikan tentang pluralisme dan toleransi beragama melalui sekolah(lembaga pendidikan).Pada sisi yang lain, pendidikan agama yang diberikan di sekolah-sekolah pada umumnya juga tidak menghidupkan pendidikan multikulturalyang baik, bahkan cenderung berlawanan. Akibatnya konflik sosial sering kalidiperkeras oleh adanya legitimasi keagamaan yang diajarkan dalampendidikan agama di sekolah-sekolah daerah yang rawan konflik. Hal inimembuat konflik mempunyai akar dalam keyakinan keagamaan yang
 
2fundamental sehingga konflik sosial kekerasan semakin sulit diatasi, karenadipahami sebagai bagian dari panggilan agamanya.Realita tersebut menunjukkan bahwa pendidikan agama baik disekolah umum maupun sekolah agama lebih bercorak eksklusive, yaitu agamadiajarkan dengan cara menafikan hak hidup agama lain, seakan-akan hanyaagamanya sendiri yang benar dan mempunyai hak hidup, sementara agamayang lain salah, tersesat dan terancam hak hidupnya, baik di kalanganmayoritas maupun minoritas. Seharusnya pendidikan agama dapat dijadikansebagai wahana untuk mengembangkan moralitas universal yang ada dalamagama-agama sekaligus mengembangkan teologi inklusif dan pluralis.Berkaitan dengan hal ini, maka penting bagi institusi pendidikan dalammasyarakat yang multikultur untuk mengajarkan perdamaian dan resolusikonflik seperti yang ada dalam pendidikan multikultural.
B.
 
Tujuan Penyusunan Makalah
1.
 
Untuk mengetahui keragaman budaya dan agama mewarna interaksi dalampergaulan di sekolah
 
2.
 
Untuk pengetahui pergaulan tanpa konflik di tengah kerangaman budaya
 
 
3
BAB IIPEMBAHASANA.
 
Keragaman Budaya dan Agama Mewarnai Interaksi (Pergaulan diSekolah)
Akar pendidikan multikultural, berasal dari perhatian seorang pakarpendidikan Amerika Serikat Prudence Crandall (18-3-1890) yang secaraintensif menyebarkan pandangan tentang arti penting latar belakang pesertadidik, baik ditinjau dari aspek budaya, etnis, dan agamanya. Pendidikan yangmemperhatikan secara sungguh-sungguh latar belakang peserta didik merupakan cikal bakal bagi munculnya pendidikan multikultural.Secara etimologi istilah pendidikan multikultural terdiri dari dua term,yaitu pendidikan dan multikultural. Pendidikan berarti proses pengembangansikap dan tata laku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakanmelalui pengajaran, pelatihan, proses dan cara mendidik. Dan multikulturaldiartikan sebagai keragaman kebudayaan, aneka kesopanan.Sedangkan secara terminologi, pendidikan multikultural berarti prosespengembangan seluruh potensi manusia yang menghargai pluralitas danheterogenitasnya sebagai konsekwensi keragaman budaya, etnis, suku danaliran (agama). Pengertian seperti ini mempunyai implikasi yang sangat luasdalam pendidikan, karena pendidikan dipahami sebagai proses tanpa akhiratau proses sepanjang hayat. Dengan demikian, pendidikan multikulturalmenghendaki penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya terhadapharkat dan martabat manusia.Konsep pendidikan multikultural dalam perjalanannya menyebar luaske kawasan di luar AS khususnya di negara-negara yang memiliki keragamanetnis, rasionalisme, agama dan budaya seperti di Indonesia. Sedangkanwacana tentang pendidikan multikultural, secara sederhana dapatdidefenisikan sebagai "pendidikan untuk/tentang keragaman kebudayaandalam meresponi perubahan demografis dan kultural lingkungan masyarakattertentu atau bahkan dunia secara keseluruhan".

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->