Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peran Mikroba Dalam Bidang Kesuburan Tanah

Peran Mikroba Dalam Bidang Kesuburan Tanah

Ratings: (0)|Views: 116 |Likes:
Peran mikroba dalam lingkungan-bidang kesuburan tanah dan redusen
Peran mikroba dalam lingkungan-bidang kesuburan tanah dan redusen

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Dora Dayu Rahma Turista on Oct 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/20/2014

pdf

text

original

 
PERANAN MIKROBA DI BIDANG KESUBURAN TANAHDAN REDUSENOLEH: DORA DAYU RAHMA TURISTA
1.Mikrohabitat dalam struktur tanahDi setiap tempat seperti dalam tanah, udara maupun air selalu dijupaimikroba. Umunya jumlah mikroba dalam tanah lebih banyak daripada dalam air maupun udara. Umumnya bahan organik dan dan senyawa anorganik lebih tinggidalam tanah sehingga cocok untuk pertumbuhan mikroba heterotof maupunautotrof.Keberadaan mikroba di dalam tanah terutama dipengaruhi oleh sifat kimiadan fisika tanah. Komponen penyusun tanah yang terdiri atas pasir, debu, lempungdan bahan organik maupun bahan penyemen lain akan membentuk struktur tanah.Mikroba akan membentuk mikrokoloni dalam struktur tanah tersebut, dengantempat pertumbuhan yang sesuai dengan sifat mikroba dan lingkungan yangdiperlukan. Dalam suatu struktur tanah dapat dijumpai berbagai mikrokoloni sepertimikroba heterotof pengguna bahan organik maupun bakteri autotrof, dan bakteriaerob maupun anaerob. Untuk kehidupannya setiap mikroba berkemampuan untuk merubah satu senyawa menjadi senyawa lain dalam rangka mendapatkan energi dannutrien. Dengan demikian adanya mikroba dalam tanah menyebabkan terjadinyadaur unsur-unsur seperti karbon, nitrogen, fosfor dan unsur lain di alam.2.Lingkungan rhizosfer Rhizosfer adalah selapis tanah yang menyelimuti permukaan akar tanamanyang masih dipengaruhi oleh aktifitas akar. Tebal tipisnya lapisan rhizosfer antar setiap tanaman berbeda. Rhizosfer merupakan habitat yang sangat baik bagi pertumbuhan mikroba karena akar tanaman menyediakan berbagai bahan organik yang umumnya menstimulir pertumbuhan mikroba. Bahan organik yangdikeluarkan oleh akar dapat berupa:a.Eksudat akar: bahan yang dikeluarkandari aktifitas sel akar hidupseperti gula, asam amino, asam organik, asam lemak dan sterol, faktor tumbuh, nukleotida, flavonon, enzim, dan miscellaneous.
 
 b.Sekresi akar: bahan yang dipompakan secara aktif keluar dariakar.c.Lisat akar: bahan yang dikeluarkan secara pasif saat autolisissel akar.
d.
Musigel: bahan sekresi akar, sisa sel epidermis, seltudungakar yang bercampur dengan sisa sel mikroba, produk metabolit, koloidorganik dan koloid anorganik.Enzim utama yang dihasilkan oleh akar adalah oksidoreduktase, hidrolase, liase,dan transferase. Sedang enzim yang dihasilkan oleh mikroba di rhizosfer adalahselulase, dehidrogenase, urease, fosfatase dan sulfatase.Dengan adanya berbagai senyawa yang menstimulir pertumbuhan mikroba,menyebabkan pertumbuhan mikroba di lingkungan rhizosfer sangat tinggi.Perbandingan jumlah mikroba dalam rhizosfer (R) dengan tanah bukan rhizosfer (S)yang disebut nisbah R/S sering digunakan sebagai indeks kesuburan tanah.Semakin subur tanah, maka indeks R/S semakin kecil, yang menandakan nutrisidalam tanah bukan rhizosfer juga tercukupi (subur). Sebaliknya semakin tidak subur tanah, maka indeks R/S semakin besar, yang menandakan nutrisi cukup hanya dilingkungan rhizosfer yang berasal dari bahan organik yang dikeluarkan akar, sedangdi tanah non-rhizosfer nutrisi tidak mencukupi (tidak subur). Nilai R/S umunya 5-20.Mikroba rhizosfer dapat memberi keuntungan bagi tanaman, hal inidisebabkan oleh:a.Mikroba dapat melarutkan dan menyediakan mineral seperti N, P, Fe danunsur lain. b.Mikroba dapat menghasilkan vitamin, asam amino, auxin dan giberelinyang dapat mrnstimulir pertumbuhan tanaman.c.Mikroba menguntungkan akan menghambat pertumbuhan bakteri lain yang patogenik dengan menghasilkan antibiotik.Contoh spesies yang telah banyak diteliti dapat merangsang pertumbuhantanaman adalah
 Pseudomonas fluorescens.
3.Mikroba dan nutrisi tanaman
 
Berbagai kelompok mikroba di dalam tanah berperan penting dalam penyediaan unsur hara bagi tumbuhan.a.Transforamsi nitrogen (N)Unsur N adalah komponen utama protoplasma, terdapat dalam jumlah besar dalam bentuk teroksidasi. Bahan yang mengandung N dapat mengalamiamonifikasi, nitrifikasi, dan denitrifikasi, tergantung bentuk senyawa-N danlingkungannya.Beberapaeaksi redoks kunci dalam daur N di alam semuanya dilakukan olehmikroba. Secara termodinamik N
2
gas adalah bentuk paling stabil dan seimbang.Jumlah N terbesar di udara sebagaigas N
2
yang merupakan sumber utama N. Untuk memecahkan ikatan rangkap 3 N N diperlukan energi yang besar, berarti penggunaan N
2
merupakan proses yang memerlukan energi besar. Hanya sedikitorganisme yang mampu menggunakan N
2
dalam proses fiksasi N
2
, hal itumenyebabkan N lebih mudah dimanfaatkan yaitu dalam bentuk amonia dan nitrat. N
2
gas merupakan sumber utama N, maka fiksasi N
2
secara ekologis memiliki peranan yang sangat penting.
Fiksasi nitrogen (N
2
) oleh bakteri tanahFiksasi N
2
dapat terjadi secara simbiotik, nonsimbiotik, dan kimia. Nitrogenase adalah enzim utama dalam fiksasi N
2
udara secara biologis. Enzim inimempunyai dua macam protein, yang satu mengandung Mo dan Fe dan yang lainmengandung Fe. Enzim ini sangat sensitif terhadap O
2
dan aktifitasnya memerlukantekanan O
2
yang sangat rendah. Selain itu diperlukan ATP, feredoksin, pereduksidan mungkin sitokromdan koenzim. Reaksinya adalah sebagai berikut: N
2
+ 6 e
-
2 NH
3
(
G= 15 Kkal)Reaksi ini memerlukan energi karena G bernilai positif. Amonia yang dibebaskandiasimilasi menjadi asam amino yang selanjutnya disusun menjadi protein.Dalam lingkungan tanah, fiksasi N
2
terbesar dilakukan oleh bakteri
 Rhizobium
(bakteri yang bersimbiosis dengan perakaran legum). Jumlah N
2
yangdifiksasi oleh bakteri ini sekitar 2-3 kali lebih besar daripada yang difiksasi olehorganisme nonsimbiotik. Bakteri
 Rhizobium
yang bersimbiosis dengan akar tanaman kedelai atau alfafa dapat memfiksasi lebih dari 300 kg N/ha/th, sedangkan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->