Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peran Mikroba Dalam Mengatasi Pencemaran Lingkungan

Peran Mikroba Dalam Mengatasi Pencemaran Lingkungan

Ratings: (0)|Views: 110 |Likes:
Peran mikroba dalam lingkungan-mengatasi pencemaran lingkungan
Peran mikroba dalam lingkungan-mengatasi pencemaran lingkungan

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Dora Dayu Rahma Turista on Oct 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2013

pdf

text

original

 
PERAN MIKROBA DALAM MENGATASI PENCEMARAN LINGKUNGAN
OLEH:DORA DAYU RAHMA TURISTAANUGRAH TESIA PRAMUKTIA JUNI
Mikroba di alam secara umum berperan sebagai produsen, konsumen, maupun redusen.Jasad produsen menghasilkan bahan organik dari bahan anorganik dengan energi sinamatahari. Mikroba yang berperan sebagai produsen adalah algae dan bakteri fotosintetik. Jasadkonsumen menggunakan bahan organik yang dihasilkan oleh produsen. Contoh mikrobakonsumen adalah protozoa. Jasad redusen menguraikan bahan organik dan sisa-sisa jasad hidupyang mati menjadi unsur-unsur kimia (mineralisasi bahan organik), sehingga di alam terjadisiklus unsur-unsur kimia. Contoh bakteri redusen adalah bakteri dan jamur.Mikroba terdapat dimana-mana di sekitar kita, ada yang menghuni tanah air danatmosfer planet kita. Adanya mikroba di planet lain diluar bumi telah diselidiki pula, namunsejauh ini di ruang angkasa belum menampakkan adanya mikroba. studi tentang mikroba yangada di lingkungan alamiahnya disebut ekologi mikroba . Ekologi merupakan bagian biologiyang berkenaan dengan studi mengenai hubungan organisme atau kelompok organisme denganlingkungannya.Akhir-akhir ini mikroba banyak dimanfaatkan di bidang lingkungan, terutama untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan (bioremidiasi), baik di lingkungan tanah maupun perairan. Bahan pencemar dapat bermacam-macam mulai dari bahan yang berasal dari sumber-sumber alami sampai bahan sintetik, dengan sifat yaang mudah dirombak (
biodegradable
)sampai sangat sulit bahkan tidak bisa diromak (
rekalsitran/nonbiodegradable
) maupun bersifatmeracun bagi jasad hidup dengan bahan aktif tidak rusak dalam waktu lama (persisten). Peranmikroba dalam lingkungan dapat dipaparkan sebagai berikut:
A.Penguraian/Biodegradasi Bahan Pencemar (Polutan)
Akhir-akhir ini mikroba banyak dimanfaatkan di bidang lingkungan, terutama untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan, baikdi lingkungan tanah maupun perairan. Bahan pencemar dapat bermacam-macam mulai dari bahan yang berasal dari sumber-sumber alamisampai bahan sintetik, dengan sifat yang mudah dirombak (biodegradable) sampai sangat sulit bahkan tidak bisa dirombak (rekalsitran/ nonbiodegradable) maupun bersifat meracun bagi
 
 jasad hidup dengan bahan aktif tidak rusak dalam waktu lama (persisten). Dalam bahan iniakan dibahas beberapa pemanfaatan mikroba dalam proses peruraian bahan pencemar dan peran lainnya untuk mengatasi bahan pencemar.
1.Mikroba dalam pembersihan air
Dalam air baik yang kita anggap jernih, sampai terhadap air yang keadaannya sudahkotor atau tercemar, di dalamnya akan terkandung sejumlah ke-hidupan, yaitu misalnya yang berasal dari sumur biasa, sumur pompa, sumber mata-air dan sebagai-nya, di dalamnya terdiridari bakteri, yaitu :
Kelompok bakteri besi (misalnya
Crenothrix
dan
Sphaerotilus
) yang mampumengoksidasi senyawa ferro menjadi ferri. Akibat kehadirannya, air sering berubah warnakalau disimpan lama yaitu warna kehitam-hitaman, kecoklat-coklatan, dan sebagainya.
Kelompok bakteri belerang (antara lain
Chromatium
dan
Thiobacillus
) yang mampumereduksi senyawa sulfat menjadi H
2
S. Akibatnya kalau air disimpan lama akan tercium bau busuk seperti bau telur busuk.
Kelompok mikroalge (misalnya yang termasuk mikroalga hijau, biru dan kersik),sehingga kalau air disimpan lama di dalamnya akan nampak jasad-jasad yang berwarna hijau, biru atau pun kekuning-kuningan, tergantung kepada dominasi jasad-jasad tersebut sertalingkungan yang mempengaruhinya.Kehadiran kelompok bakteri dan mikroalga tersebut di dalam air, dapat menyebabkanterjadinya penurunan turbiditas dan hambatan aliran, karena kelompok bakteri besi dan bele-rang dapat membentuk serat atau lendir. Akibat lainnya adalah terjadinya proses korosi(pengkaratan) terhadap benda-benda logam yang berada di dalamnya, menjadi bau, berubahwarna, dan sebagainya.Mikroba yang terdapat dalam air limbah kebanyakan berasal dari tanah dan saluran pencernaan. Bakteri colon (coliforms) terutama
 Escherichia coli
sering digunakan sebagaiindeks pencemaran air. Bakteri tersebut berasal dari saluran pencernaan manusia dan hewanyang dapat hidup lama dalam air, sehingga air yang banyak mengandung bakteri tersebutdianggap tercemar. Untuk mengurangi mikroba pencemar dapat digunakan saringan pasir atau
trickling filter 
yang segera membentuk lendir di permukaan bahan penyaring, sehingga dapatmenyaring bakteri maupun bahan lain untuk penguraian. Penggunaan lumpur aktif juga dapatmempercepat perombakan bahan organik yang tersuspensi dalam air.Banyak mikroba yang terdapat dalam air limbah meliputi mikroba aerob, anaerob, dananaerob fakultatif yang umunya bersifat heterotrof. Mikroba tersebut kebanyakan berasal dari
 
tanah dan saluran pencernaan. Bakteri colon (coliforms) terutama
 Escherichia coli
seringdigunakan sebagai indeks pencemaran air. Bakteri tersebut berasal dari saluran pencernaanmanusia dan hewan yang dapat hidup lama dalam air, sehingga air yang banyak mengandung bakteri tersebut dianggap tercemar. Untuk mengurangi mikroba pencemar dapat digunakansaringan pasir atau trickling filter yang segera membentuk lendir di permukaan bahan penyaring, sehingga dapat menyaring bakteri maupun bahan lain untuk penguraian.Penggunaan lumpur aktif juga dapat mempercepat perombakan bahan organik yang tersuspensidalam air.Secara kimia digunakan indeks BOD (
biological oxygen demand 
). Prinsip perombakan bahan dalam limbah adalah oksidasi, baik oksidasi biologis maupun oksidasi kimia. Semakintinggi bahan organik dalam air menyebabkan kandungan oksigen terlarut semakin kecil, karenaoksigen digunakan oleh mikroba untuk mengoksidasi bahan organik. Adanya bahan organik tinggi dalam air menyebabkan kandungan oksigen terlarut semakin kecil, karena oksigendigunakan oleh mikroba untuk mengoksidasi bahan organik. Adanya bahan organik tinggidalam air menyebabkan kebutuhan mikroba akan oksigen akan meningkat, yang diukur darinilai BOD yang meningkat. Untuk memperdcepat perombakan umumnya diberi aerasi untuk meningkatkan oksigen terlarut, misalnya dengan aeraror yang disertai pengadukan. Setelahterjadi perombakan bahan organik maka nilai BOD menurun sampai nilai tertentu yangmenandakan bahwa air sudah bersih.Dalam suasana aerob bahan-bahan dapat dirubah menjadi sulfat, fosfat, amonium,nitrat, dan gas CO
2
yang menguap. Untuk menghilangkan sulfat, ammonium dan nitrat dari air dapat menggunakan berbagai cara. Dengan diberikan suasana yang anaerob maka sulfatdireduksi menjadi gas H
2
S, ammonium dan nitrat dirubah menjadi gas N
2
O atau N
2
.
2.Mikroba Perombak Detergen
Alkil benzil sulfonat (ABS) adalah komponen detergen, yang merupakan zat aktif yangdapat menurunkan tegangan muka sehingga dapat digunkan sebagai pembersih. ABSmempunyai Na-sulfonat polar dan ujung alkil non-polar. Pada proses pencucian, ujung polar inimenghadap ke kotoran (lemak) dan ujung polarnya menghadap ke luar (ke-air). Bagian alkildari ABS ada yang linier dan non-linier (bercabang). Bagian yang bercabang ABS-nya lebihkuat dan berbusa, tetapi lebih sukar terurai sehingga menyebabkan badan air berbuih. Sulitnya peruraian ini disebabkan karena atom C tersier memblokir beta-oksidasi pada alkil. Hal inidapat dihindari apabila ABS mempunyai alkil yang linier.
3.
Mikroba Pendegradasi Plastik 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->