Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Uu No 24 Th 2004 Ttg Penjelasan Lps

Uu No 24 Th 2004 Ttg Penjelasan Lps

Ratings: (0)|Views: 13 |Likes:
Published by Barita Tambunan

More info:

Published by: Barita Tambunan on Oct 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/01/2013

pdf

text

original

 
Lembaga Penjamin Simpanan -www.lps.go.id 
PENJELASANATASUNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 24 TAHUN 2004TENTANGLEMBAGA PENJAMIN SIMPANANUMUMIndustri perbankan merupakan salah satu komponen sangat penting dalamperekonomian nasional demi menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuaneknonomi nasional. Stabilitas industri perbankan dimaksud sangatmempengaruhi stabilitas perekonomian secara keseluruhan, sebagaimanapengalaman yang pernah terjadi pada saat krisis moneter dan perbankan diIndonesia pada tahun 1998.Kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan nasional merupakansalah satu kunci untuk memelihara stabilitas industri perbankan sehinggakrisis tersebut tidak terulang. Kepercayaan ini dapat diperoleh dengan adanyakepastian hukum dalam pengaturan dan pengawasan bank serta penjaminansimpanan nasabah bank untuk meningkatkan kelangsungan usaha bank secarasehat. Kelangsungan usaha bank secara sehat dapat menjamin keamanansimpanan para nasabahnya serta meningkatkan peran bank sebagai penyediadana pembangunan dan pelayan jasa perbankan.Apabila bank kehilangan kepercayaan dari masyarakat sehingga kelangsunganusaha bank dimaksud tidak dapat dilanjutkan, bank dimaksud menjadi Bank
 
Lembaga Penjamin Simpanan -www.lps.go.id 
Gagal yang berakibat dicabut izin usahanya. Oleh sebab itu, baik pemilik danpengelola bank maupun berbagai otoritas yang terlibat dalam pengaturandan/atau pengawasan bank, harus bekerja sama mewujudkan kepercayaanmasyarakat terhadap industri perbankan.Penjaminan seluruh kewajiban bank (
blanket guarantee
) berdasarkan KeputusanPresiden di masa lalu, berhasil mewujudkan kepercayaan masyarakat terhadapindustri perbankan pada masa krisis moneter dan perbankan. Namun,penjaminan yang sangat luas ini juga membebani anggaran negara danmenimbulkan
moral hazard
pada pihak pengelola bank dan nasabah bank.Pengelola bank tidak terdorong untuk melakukan usaha bank secara
 prudent
,sementara nasabah tidak memperhatikan atau mementingkan kondisikesehatan bank dalam bertransaksi dengan bank. Selain itu, penerapanpenjaminan secara luas ini yang berdasarkan kepada Keputusan Presidenkurang dapat memberikan kekuatan hukum sehingga menimbulkanpermasalahan dalam pelaksanaan penjaminan. Oleh karena itu diperlukandasar hukum yang lebih kuat dalam bentuk Undang-Undang.Di dalam Undang-Undang ini ditetapkan penjaminan simpanan nasabah bankyang diharapkan dapat memelihara kepercayaan masyarakat terhadap industriperbankan dan dapat meminimumkan risiko yang membebani anggarannegara atau risiko yang menimbulkan
moral hazard
. Penjaminan simpanannasabah bank tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Penjamin Simpanan(LPS). LPS sendiri memiliki dua fungsi yaitu menjamin simpanan nasabahbank dan melakukan penyelesaian atau penanganan Bank-Gagal.Penjaminan simpanan nasabah bank yang dilakukan LPS bersifat terbatas tetapidapat mencakup sebanyak-banyaknya nasabah. Setiap bank yang menjalankan
 
Lembaga Penjamin Simpanan -www.lps.go.id 
usahanya di Indonesia diwajibkan untuk menjadi peserta dan membayar premipenjaminan. Dalam hal bank tidak dapat melanjutkan usahanya dan harusdicabut izin usahanya, LPS akan membayar simpanan setiap nasabah banktersebut sampai jumlah tertentu. Adapun simpanan yang tidak dijamin akandiselesaikan melalui proses likuidasi bank. Likuidasi ini merupakan tindak lanjutdalam penyelesaian bank yang mengalami kesulitan keuangan.LPS melakukan tindakan penyelesaian atau penanganan bank yang mengalamikesulitan keuangan dalam kerangka mekanisme kerja yang terpadu, efisiendan efektif untuk menciptakan ketahanan sektor keuangan Indonesia ataudisebut
Indonesia Financial Safety Net
(IFSN). LPS bersama dengan MenteriKeuangan, Bank Indonesia, dan Lembaga Pengawas Perbankan (LPP) menjadianggota Komite Koordinasi.Tindakan penyelesaian atau penanganan Bank-Gagal oleh LPS didahuluiberbagai tindakan lain oleh Bank Indonesia dan LPP sesuai peraturanperundang-undangan. Bank Indonesia, melalui mekanisme sistempembayaran, akan mendeteksi bank yang mengalami kesulitan keuangan dandapat menjalankan fungsinya sebagai
lender of last resort
. LPP juga dapatmendeteksi kesulitan tersebut dan berupaya mengatasi dengan menjalankanfungsi pengawasannya, antara lain berupa tindakan agar pemilik bankmenambah modal atau menjual bank, atau agar bank melakukan merger ataukonsolidasi dengan bank lain.Apabila kondisi bank yang mengalami kesulitan keuangan tersebut semakinmemburuk, antara lain ditandai dengan menurunnya tingkat solvabilitas bank,tindakan penyelesaian dan penanganan lain harus segera dilakukan. Dalam

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->