Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
56640864-LP-PPOK

56640864-LP-PPOK

Ratings: (0)|Views: 620|Likes:
Published by Tera Surbakti

More info:

Published by: Tera Surbakti on Oct 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/11/2013

pdf

text

original

 
LAPORAN PENDAHULUANASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGANPPOK 
OLEH :D. A EKA PUTRI ARDARSINI(0802105056)
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATANFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA2010
 
KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATANPADA PASIEN DENGAN PPOK 
A.KONSEP DASAR PENYAKIT1. Definisi
PPOK adalah klasifikasi luas dari gangguan yang mencakup bronkitis kronis, bronkiektasis, emfisema dan asma. (Bruner & Suddarth, 2002)PPOK merupakan kondisi ireversibel yang berkaitan dengan dispnea saat aktivitasdan penurunan aliran masuk dan keluar udara paru-paru.Penyakit Paru Obstruktif Kronis /PPOK (Chronic Obstructive PulmonaryDisease/COPD) adalah suatu penyumbatan menetap pada saluran pernafasan yangdisebabkan oleh emfisema atau bronkitis kronis.
Bronkitis kronis
didefinisikan sebagai adanya batuk produktif yang berlangsung 3 bulan dalam satu tahun selama 2 tahun berturut-turut. (Bruner & Suddarth, 2002)
Emfisema
didefinisikan sebagai suatu distensi abnormal ruang udara diluar  bronkiolus terminal dengan kerusakan dinding alveoli. (Bruner & Suddarth, 2002)
2. Epidemiologi
PPOK lebih sering menyerang laki-laki dan sering berakibat fatal.PPOK juga lebih sering terjadi pada suatu keluarga, sehingga diduga ada faktor yangditurunkan.Bekerja di lingkungan yang tercemar oleh asap kimia atau debu yang tida berbahaya, bisa meningkatkan resiko terjadinya PPOK. Tetapi kebiasaan merokok  pengaruhnya lebih besar dibandingkan dengan pekerjaan seseorang, dimana sekitar 10-15% perokok menderita PPOK.Penyakit PPOK merupakan penyebab kematian kelima terbesar di Amerika Serikat.Penyakit ini menyerang lebih dari 25% populasi dewasa.
3. Penyebab/faktor Prediposisi
PPOK disebabkan oleh factor lingkungan dan gaya hidup, yang sebagian besar bisadicegah. Merokok diperkirakan menjadi penyebab timbulnya 80-90% kasus PPOK.Faktor resiko lainnya termasuk keadaan social-ekonomi dan status pekerjaaan yang
 
rendah, kondisi lingkungsn yang buruk karena dekat lokasi pertambangan, perokok  pasif, atau terkena polusi udara dan konsumsi alcohol yang berlebihan. Laki-lakidengan usia antara 30 hingga 40 tahun paling banyak menderita PPOK.
4. Patologi/Patofisiologi Terjadinya Penyakit
Patofisiologi PPOK adalah sangat komplek dan komprehensif sehinggamempengaruhi semua sistem tubuh yang artinya sama juga dengan mempengaruhigaya hidup manusia. Dalam prosesnya, penyakit ini bisa menimbulkan kerusakan pada alveolar sehingga bisa mengubah fisiologi pernafasan, kemudian mempengaruhioksigenasi tubuh secara keseluruhan.
Patofisiologi Bronkitis Kronik Asap mengiritasi jalan nafas mengakibatkan hipersekresi lendir dan inflamasi. Karenairitasi yang konstan ini, kelenjar-kelenjar yang mensekresi lendir dan sel-sel gobletmeningkat jumlahnya, fungsi silia menurun dan lebih banyak lendir yang dihasilkan.Sebagai akibat bronkiolus dapat menjadi menyempit dan tersumbat. Alveoli yang berdekatan dengan bronkiolus dapat menjadi rusak dan membentuk fibrosis,mengakibatkan perubahan fungsi makrofag alveolar yang berperan penting dalammenghancurkan partikel asing termasuk bakteri. Pasien kemudian menjadi lebihrentan terhadap infeksi pernapasan. Penyempitan bronkial lebih lanjut terjadi sebagaiakibat perubahan fibrotik yang terjadi dalam jalan napas. Pada waktunya mungkinterjadi perubahan paru yang ireversibel, kemungkinan mengakibatkan emfisema dan bronkiektasis.
Patofisiologi EmfisemaPada emfisema beberapa faktor penyebab obstruksi jalan napas yaitu : inflamasi dan pembengkakan bronki; produksi lendir yang berlebihan; kehilangan rekoil elastik  jalan napas; dan kolaps bronkiolus serta redistribusi udara ke alveoli yang berfungsi.Karena dinding alveoli mengalami kerusakan, area permukaan alveolar yang kontak langsung dengan kapiler paru secara kontinu berkurang, menyebabkan peningkatanruang rugi (area paru dimana tidak ada pertukaran gas yang dapat terjadi) dan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->