Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
0Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ekleksisme-kurikulum Smk-cp 2005 (1)

Ekleksisme-kurikulum Smk-cp 2005 (1)

Ratings: (0)|Views: 71|Likes:
Published by Diky Wahyudi

More info:

Published by: Diky Wahyudi on Oct 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/04/2012

pdf

text

original

 
 1
REPRESENTASI EKLEKTISISME PADA KURIKULUM SMK BERBASISKOMPETENSI YANG BERORIENTASI KECAKAPAN HIDUPPardjonoAbstrak
Pendidikan kejuruan di Indonesia dihadapkan pada tantangan untukmenyediakan tenaga kerja yang memiliki kecakapan teknis, adaptif, dan moral. Saatini Indonesia membutuhkan tenaga kerja yang memiliki profesionalisme yang tinggidan kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi yang pesat daniklim kompetisi yang ketat baik secara lokal, nasional, maupun internasional.Kurikulum SMK yang berdasarkan kompetensi dan berorientasi kecakapanhidup memerlukan fondasi yang memberikan ruang untuk pembentukan ahli danspesialis-spesialis dalam bidang kejuruan, pengembangan kamampuan berpikir dankepekaan sosial, serta kahalusan budi memerlukan fondasi eklektisisme. Aliran-aliran filsafat yang mampu memberikan dasar pengembangan kurikulum SMKadalah idealisme, realisme, dan rekonstruksionisme yang diimplementasikan secaraeklektisistik merupakan alternatif fondasi filosofis yang memungkinkan memberikandasar-dasar pengembangan kurikulum SMK yang diharapkan.
Kata kunci:
kurikulum, pendidikan kejuruan, dasar filosofi.
Abstract
Vocational education is facing with the problems to provide skilled workerswho are able to adapt changes and have a highly moral standard. Indonesianrequires high professional workers and the workers who are able to adapt the worldwith highly technological change and a tightly competition within a local, national, or international.The competency based and life skills oriented vocational high schoolcurriculum, in educating workers and experts in their own vocation who have thinkingskills, social senses, and high standard moral, it needs an eclectic foundation.Idealism, realism, and reconstructionism school of thoughts that are employedeclectically may provide base for the vocational education curriculum.
Key words:
curriculum, vocational education, philosophical foundation.
 Pendahuluan
Pendidikan di Indonesia harus menyiapkan generasi muda yang siap hidup diera global yang penuh dengan kompetisi, padahal kesempatan sudah semakinsempit, karena tahun 2010 program perdagangan bebas antar negara yang
 
 2tergabung dalam APEC akan dilaksanakan dan untuk tahun 2020 akandilaksanakan perdagangan bebas untuk seluruh dunia.Kajian kurikulum SMK tahun 1994 merekomendasikan perlunyapenyempurnaan konsep dasar kurikulum berdasarkan kompetensi (KBK) danselanjutnya dilaksanakan dengan taat asas. Kurikulum SMK harus mampumempersiapkan peserta didik dalam menghadapi berbagai persaingan sejagad danperubahan masyarakat pada saat yang akan datang.UNESCO (1994) memberikan dua prinsip pendidikan yang dapat menghadapiperkembangan zaman ke depan dan harus dipakai acuan dalam merencanakanpendidikan oleh semua negara.
Pertama 
pendidikan harus berorientasi empat pilar yaitu:
learning to know 
(belajar untuk mengetahui),
learning to do 
(belajar melakukan),
learning to be 
(belajar menjadi dirinya sendiri) dan
learning to live together 
(belajar untuk bekerjasama). Prinsip yang
kedua 
adalah
live long learning 
 (belajar sepanjang hayat). Berangkat dari kebutuhan ini maka kurikulum SMK 2004dikembangkan atas dasar kualifikasi dan kompetensi lulusan seperti dibutuhkan olehdunia kerja, dan disebut dengan kurikulum berdasarkan kompetensi (KBK) yangberorientasi kecakapan hidup. Kurikulum berbasis kompetensi memiliki standar minimal yang harus dicapai oleh setiap peserta didik untuk diberi status menguasaikompetensi. Meskipun begitu kurikulum berbasis kompetensi juga harus bisamengembangkan semua potensi peserta didik untuk mampu hidup dalam erakompetisi. Dengan kata lain pendidikan harus dikembalikan pada misi utamanyayaitu memanusiakan peserta didik sebagai manusia.
 
 3
Karakteristik Pendidikan yang Dikehendaki
Dari uraian pada latar belakang, maka ada beberapa karakteristik pendidikankejuruan yang dikehendaki oleh bangsa Indonesia agar dapat menyiapkan pesertadidik mampu berkompetisi secara global, yaitu pendidikan yang dapat:
Mengembangkan kemampuan kejuruan secara profesional
mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan sebagai agenperubahan sehingga akan menjamin kesinambungan kemajuanperkembangan bangsa Indonesia.
Mengembangkan kepekaan moral, rasa, dan kehalusan budiKarakteristik pendidikan kejuruan yang dikehendaki ini perlu dikaji landasandasarnya agar pengembangan dan permasalahan yang mungkin muncul padatingkat praksis dapat diatasi dengan baik. Imam Barnadib (1990) menyatakan bahwapedagogik, sebagai ilmu pokok dalam lapangan pendidikan dan sesuai jiwa danisinya agar dapat memenuhi persyaratan landasan konsep dan fungsinya,memerlukan landasan-landasan yang berasal dari filsafat. Filsafat menyediakanpetunjuk untuk pengembangan program, tujuan kurikulum, pemilihan kegiatanbelajar, perencanaan dan penggunaan sarana dan prasarana, pengembanganevaluasi, dan identifikasi dari kebutuhan-kebutuhan yang penting dari pendidikan.Lincoln dan Guba (1985) menyatakan bahwa filsafat pendidikan mengandungparadigma atau kerangka konseptual sebagai acuan tindakan dari para pendidik.Filsafat pendidikan menyediakan kerangka berfikir bagi para pendidik dan praktisipendidikan dan membantu mereka memilih alternatif-alternatif yang ada serta

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->