Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Cara Mengukur Usia Artefak Dan Fosil Dalam Ilmu Arkeologi

Cara Mengukur Usia Artefak Dan Fosil Dalam Ilmu Arkeologi

Ratings: (0)|Views: 58 |Likes:
cara menrukur usia fosil bedasarkan penanggalan karbon dan unsur lainya
cara menrukur usia fosil bedasarkan penanggalan karbon dan unsur lainya

More info:

Published by: Febri ADi Gtwoone Susanto on Oct 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/04/2013

pdf

text

original

 
CARA MENGUKUR USIA ARTEFAK DAN FOSILDALAM ILMU ARKEOLOGI
·Penemuan-penemuan arkeologi di seantero dunia telah membantu para ilmuwan untuk menelitikisah evolusi manusia dan migrasi manusia.Bagian yang cukup penting adalah penelitian usiafosil dan artefak.Namun bagaimana ilmuwan menentukan usia dari mereka..?.Ada beberapametode yang dipergunakan yang akan dibahas berikut ini : 
Metode : Penanggalan Radiokarbon
( Mengukur usia hingga 14.300 tahun )Suatu ketika arkeolog menemukan tulang benulang, sisa-sisa tanaman dan kotoran-kotoranyang telah memfosil. DNA yang tersisa menunjukkan mereka berasaldari manusia tetapi tidak usiamereka. Untuk itu, para ilmuwan melihat ke karbon yangterkandung dalam kotorankuno tersebut. Menurutdefinisi, setiap atom dari elemen tertentu memiliki sejumlah tertentu proton pada intinya.Misalnya unsur karbon memiliki enam proton, tetapi jumlah neutron dalam inti dapat bervariasi. Iniberbeda dengan bentuk elemen yang disebut isotop secara inheren bisa stabil atau tidak stabil. Yang tidak stabil disebut isotop radioaktif, dan dari waktu ke waktu mereka akan membusuk,membentukpartikel (neutron atau proton) dan energi (radiasi) karenaitu berubah menjadi isotop atau elemen lain. Mereka melakukan ini dengan laju yangkonstan disebut isotop “setengah-hidup (half life)”. Kebanyakan unsur karbon berada dalam bentuk stabil karbon-12 (12C)-(enam proton, enamneutron) atau karbon-13(13C),, namun sejumlah yang sangat kecil(sekitar 0,0000000001%) adasebagai radioaktif karbon-14(14C)-(enam proton, delapan netron).Tumbuhan hidup dan hewan terdiridari 14C bersama dengan isotop karbon lainnya, tetapi ketika mereka mati dan fungsi metabolismemereka berhenti, mereka berhenti menyerap karbon. Seiring denganitu, 14C meluruh menjadinitrogen-14(14N); setengahnya akan terjadi setelahsekitar 5730 tahun (ini adalah isotop yangsetengah-hidup), setelah sekitar 60.000 tahun, semua14C akan hilang. Segala sesuatu yang suatu ketika dulu merupakan bagian dari obyek kehidupan seperti arang,kayu, tulang, tepung sari atau kotoran yang memfosil (coprolites)yang ditemukan dapat dikirim kelaboratorium, dimana para ilmuwan dapat mengukur berapa banyak 14C yang masih tersisa. Karenamereka mengetahui berapa banyak yangada di atmosfer dan, oleh karena itu, berapa banyakseseorang telahmenyerapnya selama hidupnya.
 
 Sehingga mereka bisa menghitung berapa lama telah mati atau dari banyaknya pengendapan. Coprolite rata-rata berumur sekitar 14.300 tahun, tapi ada juga yang berusia lebih dari itu.Penanggalan Karbon telah dikembangkan oleh ilmuwan Amerika Willard Libby dan teamnyadi Universitas Chicago pada 1962, yang berhasil mengkalkulasi lebih akurat 5730 dengan +/-40 tahun (Libby half-life). 
Metode : Penanggalan Argon-Argon
( Mengukur usia kira-kira 154.000 s/d 160.000 tahun )Metode penanggalan Radiokarbon bekerja dengan baik untuk beberapa penemuan arkeologi,namun memiliki keterbatasan, sampai saat ini hanya dapat digunakan untuk mengukur usia bahanorganik kurangdari sekitar 60.000 tahun. Namun, ada isotop radioaktif lain yang dapat digunakan untukmengukur usia bahan non-organik (seperti batu) dan bahan-bahan yang lebihtua (sampai miliarantahun). Salah satu dari radioisotop ini adalah adalah kalium-40, yang dapat ditemukan di batuanvulkanik. Setelah batu vulkanik mendingin, kalium-40(40K) akan meluruh menjadi argon-40(40Ar) denganwaktu paruh 1,25 miliar tahun. Denganratio ini memungkinkan untuk mengukur rasio 14K terhadap 40Ar,dengan ini dapatdiperkirakan umur batu tersebut, tetapi metode ini kadang kurang tepat. Namun, pada1960 para ilmuwan menemukan satu cara bahwa jika sampel batu tersebutdisinari dengan neutron, maka terjadi 40K berubah menjadi Argon-39(39Ar), sebuah isotop tidak mudah ditemukan di-alam tapi lebih mudah untuk diukur.Walaupun lebih rumit, proses ini menghasilkan pengukuran usia yang lebihtepat. Sebagaicontoh, para ilmuwan dari Universitas California di Berkeley mampu mengukur usiasampel batuan dari letusan tahun 79M dari gunung berapi Vesuvius, letusan yang terjadidalam kurun waktu 7 tahunan. Ketika pada tahun 1997 mereka menemukan peralatan dari batu,dan fosil sisa-sisabeberapa jenis hewan, termasuk kuda nil, dan tiga tengkorak hominid, yangtidak dapat diukur dengan14C karena usianya terlalu tua. Karena tengkorak Hominid dan artefak yang ditemukan di Herto tidak dapat diukur usianyasecara langsung karena bahan-bahan organiknya telah lama memfosil menjadi batu. Maka parailmuwan meneliti batuan-batuan dan pasir vulkanik yang menempel dan mengubur fossiltersebut. Hasil pengukuran batuan ini menunjukkan usia sekitar 154.000 sampai dengan160.000 tahun, dengan demikian tengkorak tersebut dapat disimpulkan berusia sekitar tahunyang sama, sehingga Homo Sapien ini dapat dianggap yang tertua yang telah ditemukan selamaini.
 
 
Metode : Penanggalan Termoluminisen/Thermoluminescence
( Mengukur usia lebih dari77.000 tahun )Seperti dalam Penanggalan Argon-Argon, metode penanggalan Termoluminisen ini dialakukandengan cara sampel dipanasi dengan suhu tinggi, kemudian dihitung/diamati mulai dari sejak mula dipanasi. Dengan pemanasan suhu ekstrim tinggi menyebabkan sebagian elektron yangterdapat pada kristal tertentu seperti kuarsa dan felspar dalam batuan tereliminir, sedang seiringdengan lepasnya elektron tersebut maka dapat ditemukan jumlah jejak atom radioaktif yang ditemukan dilingkungannya. Dengan cara memanasi ulang batuan tersebut ilmuwan dapatmelepaskan energi yang tersimpan, yang berupa pelepasan sebekas cahaya, ini yang dinamakan“Termoluminisen”. Intensitas cahayamenunjukan Intensitas cahaya menunjukkan berapa lama batuan tersebut sejak terakhir telahdipanaskan. Seperti tengkorak Herto, berhubung batuan pada ukiran di goa Blombos tidak dapat langsungditentukan. Maka lapisan batuan yang sama pada bagian ukiran dipanaskan, sehingga didapatiPenanggalan Termoluminisen yang menunjukan usia yang sama dengan bagian yang lainnya.Dimana hasil pemanasan tersebut menunjukkan usia sekitar 77.000 tahun. Sehingga dapatdikatakan ukiran tersebut merupakan temuan yang berusia tertua selama ini.Begitu seekor organisme hidup mati, ia berhenti memproduksi karbon baru. Perbandingancarbon-12 dengan carbon-14 di saat kematian sama untuk setiap mahluk hidup, namun carbon-14 meluruh dan tidak tergantikan. Peluruhan carbon-14 memiliki waktu paruh 5.700 tahun,sementara jumlah carbon-12 tetap dalam sampel. Dengan melihat eprbandingan carbon-12dengan carbon-14 pada sampel dan membandingkannya dengan perbandingan dalamorganisme hidup, adalah mungkin menentukan usia mahluk yang dulunya hidup ini dengancukup teliti.Rumus untuk menghitung berapa tua sebuah sampel dengan penanggalan carbon-14 adalah :t = [ ln (Nf/No) / (-0.693) ] x t1/2dimana ln adalah logaritma natural, Nf/No adalah persentase carbon-14 dalam sampeldibandingkan dengan jumlahnya dalam jaringan hidup, dan t1/2 adalah waktu paruh carbon-14(5.700 tahun).Jadi, bila anda menemukan fosil dengan 10 persen carbon-14 dibandingkan sampel hidup,maka fosil itu akan berusiat = [ ln (0.10) / (-0.693) ] x 5,700 tahun

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->