Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
V. Penanganan Pasca Panen Sayuran

V. Penanganan Pasca Panen Sayuran

Ratings: (0)|Views: 578 |Likes:
Published by Visnu Munggah Bale

More info:

Published by: Visnu Munggah Bale on Oct 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2013

pdf

text

original

 
V.
 
PENANGANAN PASCA PANEN SAYURAN
 
A.
 
Pendahuluan
1.
 
Latar Belakang
 
Periode pasca panen adalah mulai dari produk tersebut dipanensampai produk tersebut dikonsumsi atau di proses lebih lanjut. Carapenanganan dan perlakuan pascapanen sangat menentukan mutu yangditerima konsumen dan juga masa simpan atau masa pasar. Namundemikian, periode pascapanen tidak bisa terlepas dari sistem produksi,bahkan sangat tergantung dari sistem produksi dari produk tersebut.Cara berproduksi yang tidak baik mengakibatkan mutu panen tidak baik pula dan sistem pasca panennya hanyalah bertujuan untuk mempertahankan mutu produk yang dipanen (kenampakan, tekstur, citarasa, nilai nutrisi dan keamanannya) dan memperpanjang masa simpan danmasa pasar atau dengan kata lain peran teknologi pascapanen adalah untuk mengurangi susut sebanyak mungkin sela ma periode antara panen dankonsumsi.Keanekaragaman sayuran cukup tersedia sepanjang tahun, namunmemiliki periode pemanfaatan sayuran segar sangat terbatas, karenamudahnya komodti panenan tersebut mengalami kerusakan. Untuk tujuanpasar jarak jauh, mempertahankan kesegaran sayuran hingga sampai ditujuan merupakan hal yang cukup sulit dan mahal. Untuk mengatasikeadaan tersebut maka dilakukan penanganan pasca panen yang tepatsalah satunya berupa cara penyimpanan yang akan dibahas pada praktikumacara penanganan pasca panen sayuran dalam mengetahui cara penanganapasca panen guna menjaga kesegaran serta mutu dan kualitas produk sayur.
 
2.
 
Tujuan Praktikum
 
Tujuan praktikum penanganan pasca panen sayuran adalahmengetahui cara penanganan pasca panen yang tepat untuk sayuran.
 
B.
 
Tinjauan Pustaka
Pengertian sayuran utamanya ditujukan pada komoditi yang organpanenan untuk dikonsumsi berupa daun dan atau bunga, bahkan seringkali.Produk seperti sayuran daun maupun sayuran berupa sayur seperti tomat,terong, mentimun dan sebagainya maupun berupa bunga seperti bunga turi,bunga lotus (teratai), serta batang seperti asparagus, rebung bamboo dansebagainya, yang biasanya dikonsumsi baik mentah maupun setelah dimasak atau diolah bersama-sama dengan makanan pokok digolongkan sebagaisayuran (Santoso, 2001).Pencucian (washing) dilakukan pada sayuran daun yang tumbuh dekattanah untuk membersihkan kotoran yang menempel dan memberi kesegaran.Selain itu, dengan pencucian juga dapat mengurangi residu pestisida danhama penyakit yang terbawa. Pencucian disarankan menggunakan air yangbersih, penggunaan desinfektan pada air pencuci sangat dianjurkan. Padamentimun pencucian berakibat buah tidak tahan simpan, karena lapisan lilinpada permukaan buah ikut tercuci (Mutiarawati, 2007).Faktor yang sebenarnya sangat penting berpengaruh terhadap mutukeseluruhan produk hortikultura adalah waktu. Karena mutu produk adalahpuncaknya pada saat panen, semakin lama periode antara panen dankonsumsi, maka semakin besar susut mutunya. Dengan demikian dalampendistribusiannya harus dilakukan dengan baik karena kerusakan mutuberlangsung cepat (Kays, 1991).Kelembaban ruang adalah salah satu penyebab kehilangan air setelahpanen. Kehilangan air berarti kehilangan berat dan kenampakan. Kehilanganair tidak dapat dihindarkan namun dapat ditoleransi. Tanda-tanda kehilanganair bervariasi pada produk yang berbeda, dan tanda-tanda kerusakan barutampak saat jumlah kehilangan air berbeda-beda pula. Umumnya tanda-tandakerusakan jelas terlihat bila kehilangan air antara 3
 – 
8 % dari beratnya(Brown, 1989).Buah dan sayuran mengandung air dalam jumlah yang banyak dan juga nutrisi yang mana sangat baik bagi pertumbuhan mikroorganisme. Buah
 
yang baru dipanen sebenarnya telah dilabuhi oleh berbagai macammikroorganisme (mikroflora) dari yang tidak menyebabkan pembusukansampai yang menyebabkan pembusukan. Mikroorganisme pembusuk dapattumbuh bila kondisinya memungkinkan seperti adanya pelukaan-pelukaan,kondisi suhu dan kelembaban yang sesuai dan sebagainya. Adanyamikroorganisme pembusuk pada buah dan sayuran adalah merupakan faktorpembatas utama di dalam memperpanjang masa simpan buah dan sayuran(Eckert, 1978).
C.
 
Metodologi Praktikum1.
 
Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum Pengaruh Tingkat Kematangan Saat Panen dan SuhuPenyimpanan
 
dilaksanakan pada hari Kamis, 16 Mei 2012 pukul 10.00WIB di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian UniversitasSebelas Maret Surakarta.
 
2.
 
Alat dan Bahan
a.
 
Sawi (
 Brassica junsea)
 b.
 
Selada(
 Lactuca sativa
)c.
 
Kangkung (
 Ipomoea reptana)
 d.
 
Plastik e.
 
Nampan
3.
 
Cara Kerja
a.
 
Menyiapkan dua macam sayuran, yaitu sawi hijau, selada dan kangkungb.
 
Mencuci sawi, selada, dan kangkung sampai bersihc.
 
Menyimpan sawi, selada, dan kangkung sesuai dengan perlakuan yangtelah ditetapkan:1)
 
Dengan kemasan plastik dalam suhu ruang2)
 
Tanpa kemasan plastik dalam suhu ruangd.
 
Mengamati sayuran yang disimpan setiap hari dengan variabelpengamatan:1)
 
Tekstur2)
 
Warna

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->