Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kajian Pertanian Di Indonesia Dari Berbagai Teori Sosiologi

Kajian Pertanian Di Indonesia Dari Berbagai Teori Sosiologi

Ratings: (0)|Views: 341 |Likes:
Published by Inoki Ulma Tiara

More info:

Published by: Inoki Ulma Tiara on Oct 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2014

pdf

text

original

 
1
Kajian Masyarakat Pertanian di Indonesia dari berbagai teori sosiologi1.
 
Pertanian Sebagai Teori Tindakan Sosial dan Teori Pilihan Rasional
Indonesia sebagai negara yang mayoritas berpenduduk agraris (pertanian) Sektor pertanianmerupakan sektor yang menyerap tenaga kerja tertinggi, yaitu sebesar 44,5 persen pada tahun2006
1
. khususnya pangan dan industrialisasi pangan menjadi pilihan karena posisinya yangberdasar sumber-sumber sendiri dan bertitik sentral pada masyarakat pedesaan sebagai petaniyang menjamin kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan dalam negeri.Di Indonesia hubungan antara sektor pertanian dengan pembangunan nasional pada dasarnyamerupakan hubungan yang saling mendukung. Pembangunan Nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sedangkan mayoritas masyarakatnya hidup dipedesaan dengan jumlah terbesar bermata pencaharian di sektor pertanian. Salah satu tujuanPembangunan Nasional lebih diarahkan pada upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakatpedesaan melalui pembangunan sektor pertanian.
2
 Disisi lain ketahanan pangan pada masa Orde Baru menjadi prasyarat penting dalampenyelenggaraan dalam kehidupan ekonomi, politik, sosial dalam suatu sistem stablitas.Firmansyah dkk (2003:3) mengatakan bahwa pemerintah Orde Baru pada beberapa dekademembuat kebijakan pangan antara lain :1.
 
Kebijakan Inward Looking yaitu mengoptimalkan produksi pangan dalam negeri(swasembada pangan) dan mengurangi impor melalui kebijakan subtitusi impor sertatarifikasi impor yang tinggi2.
 
Pemerintah Orde Baru memopoli dan mengontrol mekanisme pangan domestik maupun kegiatan impor-ekspor pangan3.
 
Memberlakukan ekonomi yang intervensionis dan ekonomi merkantilistik 4.
 
Mengontrol harga pangan langsung kepada petani dan memberikan proteksipembangunan sektor industri maupun infrastruktur di kota.
1
Bps.go.id
2
Entang Sastraatmadja, 1985,
 Ekonomi Pertanian Indonsia: Masalah, Gagasan, dan Strategi,
Bandung: Bumi Angkasa. hlm. 35.
 
 
2
Ritzer&Goodman (2010:137) mengatakan:
“Dalam teori tindakannya, tujuan weber tak lain adalah memfokuskan perhatian pada
individu, pola dan regulitas tindakan, bukan pada kolektivitas. Tindakan dalam pengertianorientasi perilaku yang dapat dipahami secara subjektif hanya hadir sebagai prilaku
seorang atau orang manusia “individual”...tindakan sosial Weber 
menggunakanmetotologi tipe idealnya untuk menjelaskan makna tindakan dengan caramengindentifikasi empat tindakan dasar. Tipologi ini tidak hanya sangat penting untuk memahami apa yang di maksud Weber pada struktur dan institusi sosial secara luas. Yangterpenting adalah perbedaan yang dilakukan Weber terhadap kedua tipe dasar tindakanrasionalitas sarana tujuan dan rasionalitas nilai. Empat tipe tindakan dasar adalah,
 pertama
rasionalitas sarana tujuan atau tindakan yang ditentukan oleh harapan perilakuobjek dalam lingkungan dan perilaku manusia lain, harapan-harapan ini digunakansebagai syarat atau sarana untuk mencapai tujuan-tujuan aktor lewat upaya danperhitungan rasional.
Kedua
rasionalitas nilai atau tindakan yang ditentukan olehkeyakinan penuh kesadaran akan nilai atau tindakan yang ditentukan oleh keyakinanpenuh kesadaran akan nilai perilaku-perilaku etis, estetis, religius atau bentuk perilakulain, yang terlepas dari prospek keberhasilannya.
Ketiga
tindakan efektual ditentukan olehemosi aktor.
Keempat 
tindakan tradisional ditentukan oleh cara bertindak aktor yang biasa
dan telah lazim dilakukan.”
 Ritzer&Goodman dalam Wati (2003:14) mengatakan:
“Teori pilihan rasional tak menghiraukan apa yang menjadi pilihan atau sumber 
pilihan aktor, yang penting adalah kenyataan bahwa tindakan yang dilakukan untuk 
mencapai tujuan sesuai tindakan aktor”
Berdasarkan hasil penelitian Prasetyo (2003:1078-1079) bahwa mengapa petani tetapbertahan menanam padi lokal/jawa sejak dari pemerintahan ORLA, Orde Baru dan OrdeReformasi Sekarang. Padahal pada jaman Orde Baru menanam padi lokal/Jawa sudah tidak boleh atau dilarang bahkan ada sanksi kalau ketahuan tanaman dicabuti dan harus digantioleh petugas. Menanam padi lokal/jawa, tidak dapat memberikan produksi yang maksimal,bahkan memiliki resiko tinggi gagal panen, karena tidak tahan serangan penyakit dan hamawereng biotik I, II, III dan seterusnya.Dari hasil penelitian ini terjawab bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi perilakupetani tetap bertahan menanam padi lokal/jawa yaitu :a. Faktor intern meliputi :1) Mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi atau menguntungkan secara ekonomis.2) Mudah memperoleh bibit (buat sendiri), murah dan biaya sarana produksi lebih rendah.3) Masih ada hubungan yang erat dengan rencana pola tanam berikutnya yaitu tanam sayur-sayuran, kentang, wortel, kubis, bawang merah dll.4) Semangat dan pengalaman puluhan tahun bercocok tanam padi lokal.5) Rotasi tanaman memperbaiki kesu-buran tanah.
 
3
6) Menciptakan lembaga sosial baru.7) Petani mampu mengatasi serangan hama dan penyakit.b. Faktor eksternal meliputi :1) Pemasaran mudah dan harga tinggi.2) Tidak terpengaruh oleh harga dasar gabah/beras yang di tetapkan pemerintah.3) Petani menanam padi maupun sayur, selalu berorientasi pada permintaan pasar (petanimaju) berani mengambil resiko.4) Petani sejak dulu telah memiliki jaringan pemasaran baik lokal Malang atau Surabaya.5) Transportasi dan komunikasi mudah6) Kondisi alam mendukung suhu, kelembaban, lokasi lahan sawah pada lembah/cekungandan kemiringan.Faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perilaku petani padi lokal/jawa di lokasipenelitian me-rupakan pilihan yang sangat rasional, karena petani berorientasi padakebutuhan pasar. Yang mengutamakan keuntungan maksimal, dan terbebas dari ketentuanharga dasar gabah/beras (
 floor price)
yang ditetapkan oleh pemerintah. Terbukti petani beranimengambil resiko gagal panen, karena jenis padi ini tidak tahan terserang hama wereng danpenyakit, serta terbukti juga petani memiliki pengalaman yang sangat luar biasa sejak sebelum orde baru dan orde reformasi, mampu mengatasi ancaman serangan penyakit danhama wereng biotip I, II, III, dan bahkan varietas padi lokal telah beradaptasi denganlingkungannya sehingga hasil produksinya lebih tinggi bila dibandingkan dengan padiunggul. Hasil analisa usah tani yang dilakukan para petani, pada lahan sawah 1 Ha, yangditanami padi lokal dapat menghasilkan 5-10 ton gabah dengan merangnya, sedangkan padiunggul hanya mampu menghasilkan 4-6 ton gabah kering panen. Kalau dijual padi lokal perkwintal dengan harganya Rp. 300.000,- maka diperoleh uang sebesar Rp. 15.000.000,- atauRp. 22.500.000,- padi unggul harganya per kw Rp. 200.000,- maka diperoleh Rp. 8.000.000,-atau Rp. 12.000.000,- hal ini sangat fantastis. Sikap dan perilaku petani padi lokalmenunjukkan bahwa mereka golongan petani dengan berani mengambil resiko, kreatif,inovatif, berpikir ke depan dan mandiri, berorientasi pasar, berupaya men-dapatkankeuntungan maksimal, maka fakta ini telah membantah tesis kelompok pesimistis ClivortGeertz, Boeke, Dalton, Polongi, Wolt, George Foster dan sebagainya yang menyatakanbahwa profil petani di jawa tidak bisa maju dan berkembang karena involutif, sehinggapetani jawa statis dan etos kerjanya rendah, tidak berani meng-hadapi resiko. Merekaberusaha tani hanya sebagai jalan hidup saja (
way of life
) secara nyata perilaku petani padilokal, menanam atas dasar permintaan pasar dan berani menghadapi resiko, maka usaha tani

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->