Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Matrik P.18 Dan P.38 Menhut II 2012 Pinjam Pakai Kawasan

Matrik P.18 Dan P.38 Menhut II 2012 Pinjam Pakai Kawasan

Ratings: (0)|Views: 212|Likes:
Published by anon_769781489

More info:

Published by: anon_769781489 on Oct 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/05/2012

pdf

text

original

 
MATRIK PERUBAHAN PERATURAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR P.18/MENHUT-II/2011
No.Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.18/Menhut-II/2011Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.38/Menhut-II/2012
Pasal 4(1)Penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luarkegiatan kehutanan hanya dapat dilakukan untuk kegiatan yangmempunyai tujuan strategis yang tidak dapat dielakkan.(2)Kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan sebagaimanadimaksud pada ayat (1), meliputi:a.religi antara lain tempat ibadah, tempat pemakaman dan wisatarohani;b.pertambangan meliputi pertambangan minyak dan gas bumi,mineral, batubara dan panas bumi termasuk sarana danprasarana;c.instalasi pembangkit, transmisi, dan distribusi listrik sertateknologi energi baru dan terbarukan;d.jaringan telekomunikasi, stasiun pemancar radio, dan stasiunrelay televisi;e.jalan umum, jalan tol, dan jalur kereta api;f.prasarana transportasi yang tidak dikategorikan sebagaiprasarana transportasi umum untuk keperluan pengangkutanhasil produksi;g.sarana dan prasarana sumber daya air, pembangunan jaringaninstalasi air, dan saluran air bersih dan/atau air limbah;h.fasilitas umum;
i.industri terkait kehutanan;
 j.pertahanan dan keamanan, antara lain pusat latihan tempur,stasiun radar, dan menara pengintai;k.prasarana penunjang keselamatan umum antara lain keselamatanlalu lintas laut, lalu lintas udara dan sarana meteorologi,klimatologi dan geofisika; atau1.Ketentuan Pasal 4 ayat (2)huruf idiubah danditambah huruf baru yaituhuruf m dan huruf n sehingga keseluruhan Pasal 4 berbunyi sebagai berikut:Pasal 4(1)Penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luarkegiatan kehutanan hanya dapat dilakukan untuk kegiatan yangmempunyai tujuan strategis yang tidak dapat dielakkan.(2)Kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan sebagaimanadimaksud pada ayat (1), meliputi:a.religi antara lain tempat ibadah, tempat pemakaman dan wisata rohani;b.pertambangan meliputi pertambangan minyak dan gas bumi, mineral,batubara dan panas bumitermasuk sarana dan prasarana;c.instalasi pembangkit, transmisi, dan distribusi listrik serta teknologienergi baru dan terbarukan;d.jaringan telekomunikasi, stasiun pemancar radio, dan stasiun relaytelevisi;e.jalan umum, jalan tol, dan jalur keretaapi;f.prasarana transportasi yang tidak dikategorikan sebagai prasaranatransportasi umum untuk keperluan pengangkutan hasil produksi;g.sarana dan prasarana sumber daya air, pembangunan jaringan instalasiair, dan saluran air bersih dan/atau air limbah;h.fasilitas umum;
i.industriselain industri primer hasil hutan;
 j.pertahanan dan keamanan, antara lain pusat latihan tempur, stasiunradar, dan menara pengintai;k.prasarana penunjang keselamatan umum antara lain keselamatanlalulintas laut, lalu lintas udara dansarana meteorologi, klimatologi dangeofisika;l.penampungan sementara korban bencana alam;
m.pertanian tertentudalam rangka ketahanan pangan;ataun.pertanian tertentu dalam rangkaketahanan energi.
 
No.Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.18/Menhut-II/2011Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.38/Menhut-II/2012
l.penampungan sementara korban bencana alam.(3)Prasarana transportasi sebagaimana dimaksud pada ayat(2) huruf f antara lain pembangunan jalan, kanal, pelabuhan atau sejenisnyauntuk keperluan pengangkutan hasil produksi pertambangan,perkebunan, pertanian, perikanan atau lainnya.(3)Prasarana transportasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf f antaralain pembangunan jalan, kanal, pelabuhan atau sejenisnya untuk keperluanpengangkutan hasil produksi pertambangan, perkebunan,pertanian,perikanan atau lainnya.
Pasal 6(1)Kegiatan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatankehutanan yang dapat menunjang pengelolaan hutan danpembiayaannya bersumber dari Pemerintah, pemerintahprovinsi, dan/atau kabupaten/kota dapat dilakukan denganmekanisme kerjasama dan menjadi bagian pengelolaan hutan.(2)Kerjasama sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputikegiatan:a.pembangunan bak penampungan air;b.pembangunan embung;c.pembangunan kanal/saluran air;d.tempat pembuangan akhir (TPA) sampah dengan produkakhir antara lain kompos untuk digunakan sebagai pupuk;dane.penanaman oleh pihak di luar kehutanan untuk kegiatanreklamasi dan rehabilitasi hutan.(3)Kerjasama sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terlebihdahulu memperoleh persetujuan dari Menteri selanjutnyadibuat perjanjian kerjasama, dengan ketentuan:a.dalam hal kerjasama dilakukan pada kawasan hutan yangberada dalam wilayah kerja Perum Perhutani, perjanjiankerjasama dilakukan antara pengguna kawasan hutandengan Direktur Utama Perum Perhutani;
2.Ketentuan Pasal 6 diubah, sehingga keseluruhan Pasal 6 berbunyi sebagaiberikut:
Pasal 6
(1)
Kegiatan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatankehutanan tertentu yang dapat menunjang pengelolaan hutan beradadalam wilayah kerja Perum Perhutanimaupun di kawasan hutan diluar wilayah kerja Perhutani yang telah terbentuk KesatuanPengelolaan Hutan (KPH)dapat dilakukan dengan mekanisme kerjasama dan menjadi bagian pengelolaan hutan.
(2)
Jenis kegiatan yang dapat dikerjasamakan sebagaimana dimaksudpada ayat (1) meliputi:a.pembangunan pembangkit listrik tenaga mikroHidro (PLTMH)untuk kepentingan non komersial;b.penanaman/pemasangan pipa, kabel padasepanjangalur;d. pemasangan jalur listrik masuk desa pada alur(Bukan SUTT);e.pembangunan kanal/saluran air;f.tempatpembuanganakhirsampahdengan produk akhir antaralain kompos;g.pembangunanarea peristirahatan (
 rest area
);h.peningkatan pemanfaatan alur untuk sarana pengangkutan hasilproduksi;i.alat pemantau mitigasi bencana alam (PPMBG); j.pembangunan embung dalam rangka konservasi tanah dan air;k.pembangunan bak penampung air;l.pembuatan papan iklan.
 
No.Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.18/Menhut-II/2011Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.38/Menhut-II/2012b.dalam hal kerjasama dilakukan pada kawasan hutan yangberada di luar wilayah kerja Perum Perhutani, perjanjiankerjasama dilakukan antara pengguna kawasan hutandengan Kepala Dinas Provinsi atau Kepala DinasKabupaten/Kota yang membidangi kehutanan sesuaikewenangannya; danc.dalam hal sudah terbentuk Kesatuan Pengelolaan Hutan(KPH), maka perjanjian kerjasama sebagaimana dimaksudpada huruf b dilakukan antara pengguna kawasan hutandengan Kepala KPH.(4)Dokumen perjanjian kerjasama dan peta lampiran perjanjiankerjasama sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disampaikankepada Menteri.
(5)
Pelaksanaan kerjasama sebagaimana dimaksud pada ayat (2)dilaporkan secara berkala kepada Menteri sekurang-kurangnya1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun.m.penanaman oleh pihak di luar kehutanan untuk kegiatan reklamasidan rehabilitasi hutan.
(3)
Kerjasama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terlebih dahulumemperoleh persetujuan dari Menteri.
(4)
Tata cara permohonan dan jenis kegiatan sebagaimana dimaksudpada ayat (1) diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal PlanologiKehutanan.
3.
Diantara Pasal 7 dan Pasal 8 disisipkan 1 (satu) Pasal baru, yaitu Pasal7A yang berbunyi sebagai berikut :Pasal 7APenggunaanjalanyang dibangun pemegang izin pemanfaatan hutan atauPerum Perhutani atau pengelola Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus(KHDTK) oleh pemegang izin pinjam pakai kawasan hutan dansebaliknya dilakukan denganskema penggunaan fasilitas bersama, tidakmelalui pemberian izin pinjam pakai kawasan hutan.
Pasal 8(1)Izin pinjam pakai kawasan hutan sebagaimana dimaksud dalamPasal 7 ayat (1) diberikan oleh Menteri berdasarkan permohonan.
4.Ketentuan Pasal 8 ayat (2) dan ayat (3) diubah, sehinggakeseluruhan Pasal 8 berbunyi sebagai berikut :Pasal 8(1)Izin pinjam pakai kawasan hutan sebagaimana dimaksuddalam Pasal 7 ayat (1) diberikan oleh Menteri berdasarkan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->