Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Gastritis

Gastritis

Ratings: (0)|Views: 1,191|Likes:
Published by Yemima Marcelina

More info:

Published by: Yemima Marcelina on Oct 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2014

pdf

text

original

 
Jumat, 17 Februari 2012ETIOLOGI DAN PENANGANAN GASTRITISDr. Suparyanto, M.Kes1 Pengertian GastritisGastritis berasal dari kata gaster yang artinya lambung dan itis yang berarti inflamasi/ peradangan. Menurut Hirlan dalam Suyono (2001: 127), gastritis adalah proses inflamasi padalapisan mukosa dan submukosa lambung, yang berkembang bila mekanisme protektif mukosadipenuhi dengan bakteri atau bahan iritan lain. Secara hispatologi dapat dibuktikan denganadanya infiltrasi sel-sel. Sedangkan, menurut Lindseth dalam Prince (2005: 422), gastritis adalahsuatu keadaan peradangan atau perdarahan mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kronis,difus, atau lokal.Gastritis adalah suatu peradangan mukosa lambung paling sering diakibatkan olehketidakteraturan diet, misalnya makan terlalu banyak dan cepat atau makan makanan yang terlaluberbumbu atau terinfeksi oleh penyebab yang lain seperti alkohol, aspirin, refluks empedu atauterapi radiasi (Brunner, 2000 : 187).Dari defenisi-defenisi di atas, dapat disimpulkan bahwa gastritis adalah suatu peradangan atauperdarahan pada mukosa lambung yang disebabkan oleh faktor iritasi, infeksi, danketidakteraturan dalam pola makan, misalnya telat makan, makan terlalu banyak, cepat, makanmakanan yang terlalu banyak bumbu dan pedas. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinyagastritis.Gastritis berarti peradangan mukosa lambung. Peradangan dari gastritis dapat hanya superficialatau dapat menembus secara dalam ke dalam mukosa lambung, dan pada kasus-kasus yangberlangsung lama menyebabkan atropi mukosa lambung yang hampir lengkap. Pada beberapakasus, gastritis dapat menjadi sangat akut dan berat, dengan ekskoriasi ulserativa mukosalambung oleh sekresi peptik lambung sendiri (Guyton, 2001).Secara garis besar, gastritis dapat dibagi menjadi beberapa macam berdasarkan pada manifestasiklinis, gambaran hispatologi yang khas, distribusi anatomi, dan kemungkinan patogenesis
 
gastritis. Didasarkan pada manifestasi klinis, gastritis dapat dibagi menjadi akut dan kronik.Harus diingat, bahwa walaupun dilakukan pembagian menjadi akut dan kronik, tetapi keduanyatidak saling berhubungan. Gastritis kronik bukan merupakan kelanjutan gastritis akut (Suyono,2001).1.1 Gastritis AkutGastritis akut merupakan penyakit yang sering ditemukan, biasanya bersifat jinak dan sembuhsempurna (Prince, 2005: 422). Gastritis akut terjadi akibat respons mukosa lambung terhadapberbagai iritan lokal. Inflamasi akut mukosa lambung pada sebagian besar kasus merupakanpenyakit yang ringan.Bentuk terberat dari gastritis akut disebabkan oleh mencerna asam atau alkali kuat, yang dapatmenyebabkan mukosa menjadi ganggren atau perforasi. Pembentukan jaringan parut dapatterjadi yang mengakibatkan obstruksi pylorus (Brunner, 2000).Salah satu bentuk gastritis akut yang manifestasi klinisnya dapat berbentuk penyakit yang beratadalah gastritis erosif atau gastritis hemoragik. Disebut gastritis hemoragik karena pada penyakitini akan dijumpai perdarahan mukosa lambung dalam berbagai derajat dan terjadi drosi yangberarti hilangnya kontinuitas mukosa lambung pada beberapa tempat, menyertai inflamasi padamukosa lambung tersebut (Suyono, 2001: 127).1.1.1 Gastritis Akut Erosif Menurut Hirlan dalam Suyono (2001: 127), gastritis akut erosif adalah suatu peradanganpermukaan mukosa lambung yang akut dengan kerusakan-kerusakan erosi. Disebut erosi apabilakerusakan yang terjadi tidak lebih dalam dari pada mukosa muskularis. Penyakit ini dijumpai diklinik, sebagai akibat efek samping dari pemakaian obat, sebagai penyulit penyakit-penyakit lainatau karena sebab yang tidak diketahui.Perjalanan penyakitnya biasanya ringan, walaupun demikian kadang-kadang dapat menyebabkankedaruratan medis, yakni perdarahan saluran cerna bagian atas. Penderita gastritis akut erosif yang tidak mengalami pendarahan sering diagnosisnya tidak tercapai (Suyono, 2001).
 
Untuk menegakkan diagnosis tersebut diperlukan pemerisaan khusus yang sering dirasakan tidak sesuai dengan keluhan penderita yang ringan saja. Diagnosis gastritis akut erosif, ditegakkandengan pemeriksaan endoskopi dan dilanjutkan dengan pemeriksaan histopatologi biopsi mukosalambung (Suyono, 2001).2.1.1.2 Gastritis Akut Hemoragik Ada dua penyebab utama gastritis akut hemoragik; Pertama diperkirakan karena minum alkoholatau obat lain yang menimbulkan iritasi pada mukosa gastrik secara berlebihan (aspirin atauNSAID lainnya). Meskipun pendarahan mungkin cukup berat, tapi pendarahan pada kebanyakanpasien akan berhenti sendiri secara spontan dan mortalitas cukup rendah. Kedua adalah stressgastritis yang dialami pasien di Rumah Sakit, stress gastritis dialami pasien yang mengalamitrauma berat berkepanjangan, sepsis terus menerus atau penyakit berat lainnya (Suyono, 2001).Erosi stress merupakan lesi hemoragika pungtata majemuk pada lambung proksimal yang timbuldalam keadaan stress fisiologi parah dan tak berkurang. Berbeda dengan ulserasi menahun yanglebih biasa pada traktus gastrointestinalis atas, ia jarang menembus profunda ke dalam mukosadan tak disertai dengan infiltrasi sel radang menahun. Tanpa profilaksis efektif, erosi stress akanberlanjut dan bersatu dalam 20% kasus untuk membentuk beberapa ulserasi yang menyebabkanperdarahan gastrointestinalis atas dari keparahan yang mengancam nyawa. Keadaan ini dikenalsebagai gastritis hemoragika akuta (Sabiston, 1995: 525).1.2 Gastritis Kronik Disebut gastritis kronik apabila infiltrasi sel-sel radang yang terjadi pada lamina propria dandaerah intra epitelial terutama terdiri atas sel-sel radang kronik, yaitu limfosit dan sel plasma.Gastritis kronis didefenisikan secara histologis sebagai peningkatan jumlah limfosit dan selplasma pada mukosa lambung. Derajat paling ringan gastritis kronis adalah gastritis superfisialkronis, yang mengenai bagian sub epitel di sekitar cekungan lambung. Kasus yang lebih parah juga mengenai kelenjar-kelenjar pada mukosa yang lebih dalam, hal ini biasanya berhubungandengan atrofi kelenjar (gastritis atrofi kronis) dan metaplasia intestinal (Chandrasoma, 2005 :522).

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Annisa Bonita liked this
Yeni Nuraeni liked this
Beat Gaul liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->