Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
7Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Komunikasi Antar Sel I

Komunikasi Antar Sel I

Ratings: (0)|Views: 294|Likes:
Published by thedutchman

More info:

Published by: thedutchman on Oct 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/16/2013

pdf

text

original

 
Komunikasi antar sel
Prinsip umum komunikasi sel
Molekul sinyal ekstraseluler berikatan dengan reseptor yang spesifik. Sebagai contoh, budding pada khamir Saccharomyces cerevisiae. Sel-sel khamir berkomunikasi dengan sellainnya untuk perkawinan dengan mensekresikan beberapa macam peptida kecil. Molekulsinyal ekstraseluler dapat bertindak pada jarak yang dekat ataupun jauh.Ada 4 tipe sinyal yaitu paracrine signaling, synaptic signaling, endocrine signaling, danautocrine signaling.
Paracrine signaling; bergantung pada sinyal-sinyal yang dikeluarkan ke dalamruang ekstraseluler dan menyebabkan terjadinya suatu proses secara lokal atas sel-sel tetangga. Pada tipe sinyal ini, molekul-molekul sinyal disekresikan, molekulsinyal yang disekresikan mungkin dibawa jauh untuk bertindak berdasarkan targetyang jauh, atau mungkin bertindak sebagai perantara lokal yang hanyamempengaruhi sel-sel dalam lingkungan yang dekat dari pemberian isyarat sel.
Synaptic signaling; dilakukan dengan neuron yang meneruskan sinyal-sinyal secaraelektrik sepanjang akson dan melepaskan neurotransmitter di sinapsis, yangseringkali berlokasi jauh sekali dari sel. Sel saraf (neuron) dimana khususnyamenyampaikan proses-proses panjang (akson) memungkinkan sel saraf untuk kontak dengan sel target yang letaknya jauh sekali. Ketika diaktivasi oleh sinyal-sinyal dari lingkungan atau dari sel-sel saraf lainnya, neuron mengirimkan impulselektrik secara cepat di sepanjang akson; ketika impuls mencapai ujung akson, halini menyebabkan ujung saraf mensekresikan sinyal kimiawi yang disebutneurotransmitter. Sinyal ini disekresikan ke cell junctions khusus yang disebutchemical synapses. Synaptic signaling lebih tepat daripada endocrine signalingdalam hal waktu dan tempat.
Endocrine signaling; bergantung pada sel-sel endokrin, yang memsekresikanhormon ke aliran darah yang lalu didistribusikan secara luas di sepanjang tubuh.Sel-sel endokrin mensekresikan molekul-molekul sinyal yang disebut hormon kealiran darah yang membawa sinyal ke sel target yang didistribusikan secara luas keseluruh tubuh.
Autocrine signaling; tipe ini dapat mengkoordinasi keputusan dengan grup-grup selserupa. Pada autocrine signaling, sel mensekresikan molekul sinyal yang dapat berikatan kembali dengan reseptornya sendiri. Autocrine signaling merupakan tipe paling efektif ketika dilakukan secara serempak dengan sel-sel tetangga yangtipenya sama. Autocrine signaling dianggap menjadi suatu mekanisme yangmungkin mendasari "efek komunitas" yang diamati pada perkembangan awal,selama grup sel-sel serupa dapat menanggapi sinyal yang menginduksi diferensiasitapi tidak dapat pada sel tunggal bertipe sama yang terisolir. Sel kanker seringkali
 
menggunakan autocrine signaling untuk mengatasi kontrol normal pada perkembangbiakan dan kelangsungan hidup sel.Gap junctions membolehkan informasi sinyal untuk dibagi dengan sel-sel tetangga.Saluran-saluran gap junctions membolehkan pertukaran molekul-molekul sinyalintraseluler kecil (perantara intraseluler), seperti Ca2+ dan cyclic AMP, tetapi bukanmakromolekul, seperti protein atau asam nukleat. Sel-sel yang terhubung dengan gap junctions dapat berkomunikasi dengan sel lainnya secara langsung.Ada 2 tipe reseptor yaitu reseptor intraseluler dan reseptor permukaan sel. Reseptor intraseluler ada yang lambat (mengubah ekspresi gen) dan cepat (mengubah fungsi protein). Contoh reseptor intraseluler yang cepat adalah sinyal gas nitrat oksida yang berikatan secara langsung dengan enzim dibagian dalam sel target.3 kelas terbesar pada protein reseptor permukaan sel adalah ion-channel-linked, G-protein-linked, dan enzyme-linked receptors.
Ion-channel-linked receptors juga dikenal sebagai transmitter-gated ion channelsatau ionotropic receptors. Membuka atau menutup secara singkat sebagai jawabanatas pengikatan suatu neurotransmitter.
G-protein-linked receptors: memerantarai respon terhadap berbagai macam molekulsinyal,meliputi hormon, neurotransmitter, dan perantara lokal. Semua G-protein-linked receptors termasuk famili besar homolog, 7-pass transmembrane proteins.Protein reseptor ini dapat mengaktivasi atau inaktivasi enzim yang terikat padamembran plasma atau ion channel melewati protein G secara tidak langsung.
Enzyme-linked receptors memiliki 6 subfamili yaitu receptor tyrosine kinase,tyrosine-kinase associated-receptors, receptorlike tyrosine phosphatases, receptor serine/threonine kinases,receptor guanylyl cyclases, dan histidine-kinase-associatedreceptors. Protein reseptor ini merupakan protein transmembran dengan domain pengikatan ligan pada permukaan luar membran plasma. Contoh: kemotaksis bakteri yang diperantarai oleh histidine-kinase-associated chemotaxis receptors.3 tahap proses cell signaling yaitu:
Reception; agak mirip dengan pengenalan enzim dengan substratnya (kompleksenzim-substrat), sama dengan hipotesis kunci dan gembok dari pengenalan enzimdan substrat. Molekul ligan (biasanya larut dalam air) dikenal oleh hanya 1 proteinreseptor yang berikatan dengan membran sel.
Transduksi; menimbulkan perubahan konformasi pada reseptor. Perubahankonformasi ini menyebabkan reseptor berinteraksi dengan molekul intraseluler lainnya. Transduksi mungkin menyebabkan banyak perubahankonformasi/struktural pada protein seluler lainnya. Enzim yang tidak aktif menjadiaktif;

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->