Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Revitalisasi Mindset Lulusan Perguruan Tinggi dari Pencari Ke Pencipta Kerja

Revitalisasi Mindset Lulusan Perguruan Tinggi dari Pencari Ke Pencipta Kerja

Ratings: (0)|Views: 49 |Likes:
Published by rickyfoeh106
Revitalisasi Mindset Lulusan Perguruan Tinggi dari Pencari Ke Pencipta Kerja

Setiap tahunnya angka pengangguran terus bertambah. Memasuki 2011 pengangguran terbuka sekarang sebesar 9,25 juta jiwa, sedangkan data pengangguran terdidik menunjukkan kecenderungan semakin meningkat dari tahun ke tahunnya. Hasil penelitian dan riset Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pada tahun 2011 menunjukkan bahwa hanya sekira 6,12 persen lulusan sarjana yang berminat menjadi wirausahawan. Selebihnya 83,18 persen lebih berminat menjadi pegawai. Hal ini menjadi sebuah fenomena yang semakin mengkhawatirkan karena membuktikan bahwa pola pikir para sarjana umumnya berorientasi menjadi pegawai negeri atau karyawan swasta, padahal lapangan kerja baik di swasta dan negeri sangat terbatas dibanding angkatan kerja. Sistem Pendidikan di Indonesia justru melahirkan para pencari kerja baru, bukan pencipta lapangan kerja. Mindset (pola pikir) kaum intelek mesti di revitalisasi agar terpola menjadi job creator ketimbang menjadi job seeker. Target program nasional pada 2014 mendatang terpenuhi, minimal 2,5 persen dari jumlah penduduk di Indonesia adalah berwirausaha. Mindset mahasiswa harus diubah dari pencari menjadi pencipta kerja

Revitalisasi Mindset Lulusan Perguruan Tinggi dari Pencari Ke Pencipta Kerja

Setiap tahunnya angka pengangguran terus bertambah. Memasuki 2011 pengangguran terbuka sekarang sebesar 9,25 juta jiwa, sedangkan data pengangguran terdidik menunjukkan kecenderungan semakin meningkat dari tahun ke tahunnya. Hasil penelitian dan riset Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pada tahun 2011 menunjukkan bahwa hanya sekira 6,12 persen lulusan sarjana yang berminat menjadi wirausahawan. Selebihnya 83,18 persen lebih berminat menjadi pegawai. Hal ini menjadi sebuah fenomena yang semakin mengkhawatirkan karena membuktikan bahwa pola pikir para sarjana umumnya berorientasi menjadi pegawai negeri atau karyawan swasta, padahal lapangan kerja baik di swasta dan negeri sangat terbatas dibanding angkatan kerja. Sistem Pendidikan di Indonesia justru melahirkan para pencari kerja baru, bukan pencipta lapangan kerja. Mindset (pola pikir) kaum intelek mesti di revitalisasi agar terpola menjadi job creator ketimbang menjadi job seeker. Target program nasional pada 2014 mendatang terpenuhi, minimal 2,5 persen dari jumlah penduduk di Indonesia adalah berwirausaha. Mindset mahasiswa harus diubah dari pencari menjadi pencipta kerja

More info:

Published by: rickyfoeh106 on Oct 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2012

pdf

text

original

 
STRATEGI REVITALISASI MINDSET PENCARI KERJA (
 Job Seeker 
)KEPADA PENCIPTA KERJA (
 Job Creator 
)Ricky Ekaputra Foeh*)Abstrak 
Setiap tahunnya angka pengangguran terus bertambah. Memasuki 2011 pengangguran terbuka sekarangsebesar 9,25 juta jiwa, sedangkan data pengangguran terdidik menunjukkan kecenderungan semakinmeningkat dari tahun ke tahunnya. Hasil penelitian dan riset Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha,Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pada tahun 2011 menunjukkan bahwahanya sekira 6,12 persen lulusan sarjana yang berminat menjadi wirausahawan. Selebihnya 83,18 persenlebih berminat menjadi pegawai. Hal ini menjadi sebuah fenomena yang semakin mengkhawatirkan karenamembuktikan bahwa pola pikir para sarjana umumnya berorientasi menjadi pegawai negeri atau karyawanswasta, padahal lapangan kerja baik di swasta dan negeri sangat terbatas dibanding angkatan kerja. SistemPendidikan di Indonesia justru melahirkan para pencari kerja baru, bukan pencipta lapangan kerja. Mindset(pola pikir) kaum intelek mesti di revitalisasi agar terpola menjadi
 job creator 
ketimbang menjadi
 job seeker 
. Target program nasional pada 2014 mendatang terpenuhi, minimal 2,5 persen dari jumlah penduduk di Indonesia adalah berwirausaha. Mindset mahasiswa harus diubah dari pencari menjadi pencipta kerjaKata Kunci: Mindset, Pencari Kerja, Pencipta Kerja, Kewirausahaan
Pendahuluan
Setiap manusia membutuhkanmakanan, minuman, tempat tinggal,kepuasan dan kebutuhan fisik lainnyaselain dari kebutuhan akan rasa aman dan perlindungan dari gangguan fisik danemosional yang merugikan. Untumemenuhi akan semua kebutuhan tersebutseseorang harus bekerja. Lewat pekerjaanada upah yang diterima. Pekerjaan yangdilakukan dapat melalui sektor formal yangmana adalah kegiatan usaha yang berlangsung secara formal kelembagaanseperti pada kantor kantor pemerintahan, perusahaan, dan badan usaha, sedangkansector informal di identikan dengan usahamikro, kecil dan menengah.Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) oleh Badan PusatStatistik (BPS) menyebutkan bahwa jumlah penduduk Indonesia pada akhir 2011sekitar 118,6 juta orang atau 69% dari penduduk usia kerja diproyeksikan akanmemasuki pasar kerja, suatu jumlah yang
*
)
Dosen Administrasi Bisnis FISIP Undana Kupang NTT
Page
1
 
sangat mengkhawatirkan melihatkemampuan ekonomi Indonesia saat ini.Angkatan kerja yang menganggudiperkirakan mencapai sekitar 7,5 jutaorang atau 6,4% dari angkatan kerja.Bahkan mereka yang lulus perguruan tinggisemakin sulit mendapatkan pekerjaan,karena tidak banyak terjadi ekspansikegiatan usaha. Dalam keadaan seperti inimaka masalah pengangguran termasuk yang berpendidikan tinggi akan berdampak negatif terhadap stabilitas sosial dankemasyarakatan.Fenomena yang muncul adalah banyaknya lulusan perguruan tinggi yanglebih memilih menjadi pegawainegeri/karyawan swasta (
employee
)ketimbang membuka lapangan kerja. Sikapmandiri dengan tidak menggantungkanharapan untuk bekerja kantoran, ataumenjadi Pegawai/karyawan (employee),tampaknya belum akrab dalam benasebagian besar para calon sarjana. Mereka berasumsi bahwa ketika lulus kuliah,kemudian mendapat pekerjaan kantoran,atau menjadi Pegawai/karyawan(employee), akan menjamin masa depanmereka kelak. Padahal kesempatan kerja pada organisasi pemerintahan hanya dibukasetiap tahun, bagi mereka yang berminatmenjadi PNS dengan tujuan untuk mengisilowongan mereka yang telah pensiun,meninggal dunia atau keluar dari pekerjaannya. Jumlah lowongan yangtersedia sangat sedikit jika dibandingkandengan jumlah yang melamar. Hal inimendorong adanya persaingan yang sangatketat diantara para peserta tes. Semuanya berlomba menjadi yang terbaik agar direkrut. Bagi mereka yang tidak lulus tesakan menambah deretan jumlah angkatankerja yang semakin bertambah dan bertambah.Kenyataan bahwa sebagian besar lulusan Perguruan Tinggi adalah lebihsebagai pencari kerja (job seeker) daripada pencipta lapangan pekerjaan (job creator)merupakan salah satu penyebab tingginyaangka pengangguran berpendidikan tinggi.Hal ini dimungkinkan karena sistem pembelajaran yang diterapkan di perguruantinggi saat ini lebih terfokus pada bagaimana menyiapkan para mahasiswayang cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan, bukan sebagai lulusan yang siap bekerja dengan menciptakan pekerjaan.Selain itu secara umum aktivitaskewirausahaan (Entrepreneurial Activity)mahasiswa relatif masih rendah.
 Entrepreneurial Activity
diterjemahkan
*
)
Dosen Administrasi Bisnis FISIP Undana Kupang NTT
Page
2
 
sebagai individu aktif dalam memulai bisnis baru dan dinyatakan dalam persentotal penduduk aktif bekerja. Semakintinggi indek Entrepreneurial Activity, makasemakin tinggi level entrepreneurship suatunegara (Boulton dan Turner, 2005).Kementerian Koperasi dan UKMmenyatakan, bahwa populasi wirausaha diIndonesia ternyata masih terbilang rendah.Dari jumlah penduduk yang mencapai 200 juta lebih, jumlah wirausaha baru diIndonesia baru mencapai 400 ribu orangatau sekitar 0,2%. Idealnya, jumlahwirausaha mencapai 2% atau 4,8 jutaorang.Pilihan yang diambil tidaklahkeliru, tetapi juga tidak sepenuhnya benar.Coba kita tanya kepada para mahasiswa, para calon sarjana tentang rencana merekasetelah lulus kuliah nanti. Akan muncul berbagai jawaban praktis-pragmatis yaitu“mencari kerja”., jika kita cermati lebih jauh hal ini menyiratkan sebuahketidakpastian. Apakah kita lantasmembiarkan mereka terus berusahamencari pekerjaan, karena, mencari adalahsama dengan belum menemukan sesuatu.Proses mencari tentu memakan waktu yangtidak menentu.Fakta menunjukkan pilihan yangdiambil oleh sebagian besar lulusan kitasaat ini lebih banyak menciptakan pengangguran dibandingkan meningkatkan jumlah lapangan kerja. Sebagai akibat dari belum pulihnya iklim investasi, terbatas peluang kerja, dan bertambahnya angkatankerja baru dari pendidikan diploma dansarjana sebesar 1,5 juta jiwa hingga 2 juta jiwa per tahunnya maka tidak mengherankan jumlah pengangguran terus bertambah setiap tahunnya.Sudah saatnya, kita perlumerevitalisasi
mindset (pola pikir)
paralulusan perguruan tinggi dari mereka yang berpikir sebagai pencari kerja menjadiseorang yang berpikir untuk menjadi pencipta kerja. Semangat kewirausahaanharus ditanamkan dalam diri generasi bangsa kita sejak dini. Sikap keragu-raguan, untuk berpindah dari kuadran
employee
ke kuadran
 pengusaha/pemilik usaha
harusdihilangkan. Kendati untuk memulai suatuusaha membutuhkan setidaknya keberanianuntuk mengexplorasi ide bisnis danmenjadikannya bernilai.Pola pikir yang kita anut selama iniharus diperbaiki secara tepat antara lain:
*
)
Dosen Administrasi Bisnis FISIP Undana Kupang NTT
Page
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->