3
Kata Pengantar
Pada tahun 2005, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2005-2010 PemerintahIndonesia mengumumkan unsur-unsur utama Rencana Penanggulangan Kemiskinan Nasionaldengan disertai fokus pada tercapainya upaya pengurangan kemiskinan secara signifikan melalui perluasan lapangan kerja, peningkatan pendapatan serta peningkatan akses pendidikan,kesehatan, dan infrastruktur dasar bagi masyarakat miskin. Salah satu prioritas lain yangditekankan pemerintah adalah memastikan dilaksanakannya monitoring dan evaluasi terhadapseluruh program penanggulangan kemiskinan dan melakukan penguatan kapasitas baik di tingkatnasional maupun daerah guna melaksanakan monitoring dan evaluasi pro-rakyat miskin yangefektif.Pemerintah Indonesia telah memenuhi komitmen tersebut dengan melakukan beberapa evaluasiyang baru-baru ini dilaksanakan terhadap program penanggulangan kemiskinan seperti subsiditunai kepada keluarga miskin, bantuan operasional ke sekolah dasar, pembangunan infrastruktur pedesaan, kredit mikro, dan program pembangunan masyarakat. Di samping itu, pada awal tahun2006 BAPPENAS memutuskan untuk meminta bantuan donor dalam peningkatan kapasitas dan pengembangan keterampilan para perumus kebijakan dan perencana program di BAPPENAS,maupun di departemen pemerintahan lain atau di tingkat kabupaten untuk menyusun danmelaksanakan rencana dan sistem monitoring dan evaluasi.Melalui bantuan teknis dan pendanaan dari Asian Development Bank (ADB), pengembangankapasitas untuk monitoring dan evaluasi tersebut saat ini sedang dilaksanakan. Salah satulangkahnya adalah mensponsori beberapa lokakarya dan program kajian monitoring dan evaluasiyang antara lain meliputi lokakarya tiga hari mengenai “Monitoring & Evaluasi dan PerencanaanKebijakan yang Pro-Rakyat Miskin”. Lokakarya tersebut diselenggarakan di Bogor pada tanggal21-23 Mei 2007, dan diikuti oleh 24 pejabat dari BAPPENAS, Departemen Dalam Negeri,Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, dan Departemen Sosial serta empat perwakilan dari tiga provinsi (NTT, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan). Perwakilan daerah inidiundang guna menghadirkan pengalaman di tingkat daerah pada pembahasan di tingkatnasional.Tujuan lokakarya tersebut adalah memperluas pengetahuan dasar dan meningkatkan kemampuan para peserta lokakarya agar mereka mampu:
-
menyusun rencana monitoring dan evaluasi yang kemudian akan dilaksanakan oleh pihak ketiga berdasarkan ikatan kontrak;
-
melakukan kajian kritis terhadap kualitas laporan monitoring dan evaluasi yang disajikan;dan
-
menggunakan temuan yang ada dalam penyusunan program pro-rakyat miskin di masamendatang.Tujuan lain adalah menyusun dan menyesuaikan paket pelatihan Monitoring dan Evaluasi yangdigunakan dalam lokakarya tersebut agar dapat digunakan di masa mendatang dalam lokakaryaMonitoring dan Evaluasi lainnya atau seminar di tingkat provinsi, kabupaten, atau kota.Dengan mempertimbangkan hal itulah buku panduan ini disusun oleh Tim Bantuan Teknis ADBdi bidang Perencanaan dan Penganggaran Pro-Rakyat Miskin. Buku ini terdiri dari seluruh presentasi tertulis yang disajikan dalam lokakarya tersebut ditambah satu bab pendahuluan yang berisi penjelasan umum secara singkat. Buku panduan ini akan digunakan pada sesi pelatihan