Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Sunda

Makalah Sunda

Ratings: (0)|Views: 949 |Likes:
Published by Dian Cahya

More info:

Published by: Dian Cahya on Oct 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/20/2013

pdf

text

original

 
Sistem peralatan hidup dan teknologi:
Masalah pendidikan dan teknologi di dalam masyarakat suku Sunda sudah bisa dibilang berkembang baik.Ini terlihat dari peran dari pemerintah Jawa Barat. Pemerintah Jawa Baratmemiliki tugas dalam memberikan pelayanan pembangunan pendidikan bagi warganya,sebagai hak warga yang harus dipenuhi dalam pelayanan pemerintahan. Visi PemerintahJawa Barat, yakni “Dengan Iman dan Takwa Jawa Barat sebagai Provinsi Termaju diIndonesia dan Mitra Terdepan Ibukota Negara Tahun 2010″ merupakan kehendak, harapan,komitmen yang menjadi arah kolektif pemerintah bersama seluruh warga Jawa Barat dalammencapai tujuan pembangunannya.Pembangunan pendidikan merupakan salah satu bagian yang sangat vital dan fundamentaluntuk mendukung upaya-upaya pembangunan Jawa Barat di bidang lainnya. Pembangunan pendidikan merupakan dasar bagi pembangunan lainnya, mengingat secara hakiki upaya pembangunan pendidikan adalah membangun potensi manusia yang kelak akan menjadi pelaku pembangunan.Dalam setiap upaya pembangunan, maka penting untuk senantiasa mempertimbangkankarakteristik dan potensi setempat. Dalam konteks ini, masyarakat Jawa Barat yangmayoritas suku Sunda memiliki potensi, budaya dan karakteristik tersendiri. Secarasosiologis-antropologis, falsafah kehidupan masyarakat Jawa Barat yang telah diakuimemiliki makna mendalam adalah
cageur, bageur, bener, pinter, tur singer 
. Dalam kaitanini, filosofi tersebut harus dijadikan pedoman dalam mengimplementasikan setiap rencana pembangunan, termasuk di bidang pendidikan.
Cageur 
mengandung makna sehat jasmanidan rohani.
 Bageur 
berperilaku baik, sopan santun, ramah, bertata krama.
 Bener 
yaitu jujur,amanah, penyayang dan takwa.
 Pinter 
, memiliki ilmu pengetahuan.
Singer 
artinya kreatif dan inovatif.Sebagai sebuah upaya mewujudkan pembangunan pendidikan berfalsafahkan
cageur, bageur, bener, pinter, tur singer 
tersebut, ditempuh pendekatan
 social cultural heritage approach
. Melalui pendekatan ini diharapkan akan lahir peran aktif masyarakatdalam menyukseskan program pembangunan pendidikan yang digulirkan pemerintahDidalam kehidupan masyarakat sunda saat ini, terutama dalam kehidupan masyarakat perkotaan sudah jarang sekali atau mungkin kita tidak akan dapat menemukan suatu sosoindividu atau kelompok masyarakat sunda yang melakukan proses sosialisasi terhadapkeluarganya mengenai budayanya sendiri. Sehingga wajar apabila terjadi dalam kehidupangenerasi muda saat ini yang hidup diperkotaan ada yang tidak mengenal tentang adaptistiadat sunda, sejarah, bahasa, kesenian dan teknologi peralatannya, justru yang merekakenal adalah budaya llllain yang diadopsidalm kehidupan sehari-hari seperti musik baratyang beraliran keras, pakaian model barat yang serba buka-bukaan, makanan produk baratyang mengandung lemak, perabot rumah tangga yang serba modern dan canggih, bahasayang digunakan tidak lagi bahasa ibu ( bahasa daerah ) tetapi bahasa campuran yang tidak dimengerti oleh orang lain, rasa sopan santun sudah tidak, baik terhadap orang tua maupunorang lain dan lain sebagainya.Judistira K.Garna (1992 : 1) mengatakan bahwa suatu atau sejumlah perubahan selalu berlaku pada semua masyarakat manusia, setiap saat dimanapun mereka hidup dan berada.Kadangkala perubahan itu berlangsung secara tiba-tiba dan serentak. Menurut Astrid perubahan masyarakat dalam arti luas, diartikan sebagai perubahan atau perkembangandalam arti positif maupun negative.Dari kedua pendapat diatas jelas sekali bahwa tidak ada suatu budaya pun didunia ini yang bersifat statis, namun perubahan itu tentunya akan mengarah kepada suatu perunahanyangsifatnya positif atau negative. Selama perubahan itu positif tentunya akan banyak  bermanfaat bagi kehidupan pendukungnya dari kebudayaan tersebut, akan tetapi sebaliknya jika perubahan tersebut bersifat negative maka akan merusak terhadap kehidupan pendukungnya dari suatu kebudayaan itu.Sebagaimana halnya dengan masalah teknologi peralatan masyarakat sunda yang saat inikurang diminati oleh masyarakat sunda sendiri di dalam kehidupan sehari-hari, terutamadalam kehidupan masyarakat sunda yang berada diperkotaan, mereka lebih senang dan bangga terhadap teknologi peralatan ytang serba modern, yang lebih praktis pemakaiannya.Mereka yang biasa hidup dikota merasa gengsi atau malu apabila membeli ataumenggunakan teknologi peralatan tradisional sunda, yang menurut anggapan mereka sudah
 
tidak layak lagi dalam kehidupan modern ini.Sesuai dengan uraian Ahmad Hadi ( 1994:61-128) bahwa teknologi peralatan masyarakatsunda dapat dibagi kedalam empat bagian :1) Teknologi peralatan rumah tangga2) Teknologi peralatan berburu3) Teknologi peralatan pertanian4) Teknologi poeralatan transportasi1) Teknologi Peralatan Rumah TanggaTeknologi peralatan rumah tangga dalam kehidupan masyarakat sunda diantaranya :
¬
Aseupan, terbuat dari bambu gunanya untuk menanak nasi.
¬
Ayakan, terbuat dari bambu gunanya untuk mencuci sayuran atau untuk menangkap ikan.
¬
Baki, terbuat dari kayu gunanya untuk tempat gelas atau keler.
¬
Bakul, terbuat dari bambu gunanya untuk beras atau nasi.
¬
Baskom, terbuat dari alumunium gunanya untuk tempat beras, nasi, makanan, sayuran dll
¬
Boboko, terbuat dari bambu gunanya untuk beras atau nasi.
¬
Cecempeh, terbuat dari bambu gunanya untuk membersihkan beras atau menjemur makanan.
¬
Centong, terbuat dari kayu gunanya untuk mengambil nasi.
¬
Centing, terbuat dari tanah gunanya untuk menyimpan garam.
¬
Cewo, terbuat dari tanah merah gunanya untuk membakar garam batu supaya halus.
¬
Coet jeung mutu, coet terbuat dari tanah atau batu, mutu terbuat dari kayu atau batugunanya untuk membuat bumbu masak atau sambel.
¬
Cukil, terbuat dari kayu atau bambu gunanya untuk mengambil nasi.
¬
Cumbung, terbuat dari bambu gunanya untuk tempat nasi pada waktu kendurian.
¬
Didingklik/jojodog, terbuat dari kayu gunanya untuk tempat duduk.
¬
Dingkul, boboko besar terbuat dari bamboo gunanya untuk tempat nasi atau tempat beras.
¬
Hihid, terbuat dari bambu gunanya untuk mengipasi nasi panas.
¬
Dulang, terbuat dari kayu gunanya untuk menghaluskan nasi atau membuat ulen.
¬
Emuk, terbuat dari seng atau kaleng gunanya untuk tempat air minum.
¬
Cangkir, terbuat dari seng atau kaleng gunanya untuk tempat air minum.
¬
Gayung, terbuat dari batok kelapa gunanya untuk mengambil air dari buyung.
¬
Gentong butung, terbuat dari tanah gunaynya untuk tempat air atau tempat beras.
¬
Halu, terbuat dari kayu gunanya untuk menumbuk padi.
¬
Hawu, terbuat dari tanah atau semen gunanya untuk memasak.
¬
Jodang, ayakan besar terbuat dari bambu gunanya untuk menjemur makanan seperti opak atau rengginang.
¬
Jubleg, semacam lisung terbuat dari kayu atau batu gunanya untuk membuat tepung.
¬
Jubung, terbuat dari bambu gunanya untuk menyimpan aseupan yang berisi nasi.
¬
Kalo, terbuat dari anyaman kawat atau bambu gunanya untuk menyaring tepung.
¬
Kameuti/kameron, terbuat dari anyaman daun pandan atau daun gebang gunanya untuk tempat makanan kalau bepergian kehutan.
¬
Kastrol, terbuat dari besi gunanya untuk menanak nasi atau memasak air.
¬
Katel, terbuat dari besi gunanya untuk menggoreng.
¬
Kele, terbuat dari ruas bambu gunanya untuk mengambil air.
¬
Kekeb, terbuat dari bambu gunanya untuk menutupi aseupan kalau menanak nasi ataumemasak masakan.
¬
Kekeba/ tingkeb, terbuat dari anyaman bambu gunanya untuk membawa oleh-oleh.
¬
Kempis/korang, terbuat dari anyaman bambu gunanya untuk tempat ikan pada waktumemancing.
¬
Kendi, terbuat dari tanah gunanya untuk menyimpan air.
¬
Koja, terbuat dari anyaman rotan gunanya untuk membawa makanan kalau pergikehutan.
¬
Kolanding, terbuat dari ruas bambu gunanya untuk mengambil lahang.
¬
Nyiru, terbuat dari anyaman bambu gunanya untuk membersihkan gabah, beras dll.
¬
Parako, terbuat dari palupuh mamakai tanah gunanya untuk menyimpan hawu supayatidak kebakaran.
¬
Parud, terbuat dari kayu memakai seng atau kawat gunanya untuk memarut kelapa.
 
¬
Piring, terbuat dari kaleng atau porselen gunanya untuk makan atau tempat makan.
¬
Poci, terbuat dari tanah atau kaleng gunanya untuk meneduh air the.
¬
Rampadan, terbuat dari kuningan gunanya untuk mengantarkan hidangan pada tamu.
¬
Ranggap, terbuat dari bambu gunanya untuk mengurung ayam.
¬
Rantang, terbuat dari kaleng untuk membawa makanan .
¬
Sair, terbuat dari bambu gunanya untuk menagkap ikan.
¬
Sangrayan, terbuat dari tanah gunaya untuk memasak kacang tanpa menggunakanminyak 
¬
Seserok, terbuat dari seng atau kaleng gunanya untuk mengankat gorengan.
¬
Teko, terbuat dari dari kaleng atau aluminium gunanya tempat air.
¬
Tolombong, terbuat dari anyaman bambu gunanya untuk mengambil buah-buahan atauubi-ubian dari kebun.2) Teknologi Peralatan BerburuTeknologi peralatan untuk menangkap binatang dalam kehidupan masyarakat sundadiantaranya :
¬
Bandring, terbuat dari kayu dan karet gunanya untuk melemparkan batu dalammenangkap burung.
¬
Bedog, terbuat dari besi gunanya untuk menyembelih binatang buruan atau untuk memotong pohon.
¬
Burang, terbuat dari bambu runcing gunanya untuk ranjau dalam menagkap binatang.
¬
Panah, terbuat dari bambu memaki besi gunanya untuk melukai binatangt.
¬
Sumpit, terbuat dari bambu kecil dengan peluru terbuat adri harupat kawung memakaikapuk atau kapas gunanya untuk menangkap burung.
¬
Tumbak, terbuat dari kayu memaki besi gunanya untuk menusuk binatang buruan.3) Teknologi Peralatan Pertanian.Teknologi peralatan pertanian dalam kehidupan masyarakat sunda dibagi kedalam duakelompok masyarakat yaitu:a. Masyarakat sawah, peralatan yang digunakan diantaranya adalah :
¬
pacul, terbuat dari tipis dan lebar memakai gagang guannya untuk menggali lobang untuk menggali lobang atau menggemburkan tanah.
¬
Etem, terbuat dari besi semacam silet besar memakai kayu gunanya untuk memotong padi.
¬
Garu, terbuat dari kayu seperti sisir gunanya untuki menghaluskan tanah yang sudahdicangkul atau setelah diwuluku.
¬
Arit, terbuat dari besi berbentuk berbentuk bulan sapasi gunanya untuk memotongrumput.
¬
Parang, terbuat dari besi besar keujung memakai gagang kayu gunanya untuk membersihkan rumput dipematang sawah.
¬
Gacok, terbuat dari besi dan kayu seperti garpu, memakai ngagang seperti cangkulgunanya untuk menggaruk rumput atau sampah.
¬
Susurung, terbuat dari kayu panjang memakai gagang gunanya untuk meratakan tanahsawah sebelum ditanami padi.
¬
Caplak, terbuat dari kayu seperti sisir dengan jarak 20 centimeter gunanya untuk mengatur jarak menanam padi b. Masyarakat ladang, peralatan yang digunakan diantaranya adalah :
¬
Bedog, terbuat dari besi gunanya untuk memotong kayu atau pohon.
¬
Arit, terbuat dari besi berbentuk bulan sepasi gunanya untuk memotong rumput.
¬
Baliung, terbuat dari besi berbentuk patik tetapi bisa diputar gunaya untuk membelahatau mengupas kayu.
¬
Congkrang, terbuat dari besi dan kayu gunanya untuk mengambil kayu baker ataumembersihkan rumput dan ranting.
¬
Gacok, terbuat dari besi dan kayu seperti garpu, mamakai gagang seperti cangkulgunanya untuk menggaruk rumput atau sampah.
¬
Gaet, terbuat dari besi semacam arit yang bentuknya lebih kecil dengan memakai pegangan yang panjang gunanya untuk mengambil daun pisang.
¬
Gobang, terbuat dari besi bentuknya seperti golok tapi panjang gunanya untuk memotong

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Aura Net liked this
Aura Net liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->