Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengaturan Keseimbangan Natrium

Pengaturan Keseimbangan Natrium

Ratings: (0)|Views: 265 |Likes:
Published by Aris Munandar

More info:

Published by: Aris Munandar on Oct 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/10/2014

pdf

text

original

 
1.
 
Pengaturan Keseimbangan Natrium
Natrium merupakan kation dalam tubuh yang berfungsi dalam pengaturanosmolaritas dan volume cairan tubuh. Natrium ini paling banyak pada c:airan ekstrasel.Yengaturan konsentrasi cairan ekstrasel diatur oleh ADH dan aldosteron. Aldosterondihasilkan oleh korteks suprarenal dan berfungsi untuk mempertahankan keseimbangankonsentirasi natrium dalam plasma dan prosesnya dibantu oleh ADH. ADH mengatursejumlah air yang diserap ke;mbali ke dalam ginjal dari tubulus renalis. Aldosteron jugamengatur keseimbangan jumlah natrium yang diserap kembali oleh darah. Natrium tidak hanya berge:rak ke dalam atau ke luar tubuh, tetapi juga mengatur keseimbangan c;airantubuh. Ekskresi dari natrium dapat dilakukan melalui ginjal atau sebagian kecil meelaluitinja, keringat dan air mata.
2.
 
Pengaturan Keseimbangan Kalium
Kalium merupakan kation utama yang terdapat dalam c:airan intrasel danberfungsi mengatur keseimbangan elektrolit. Keseimbangan kalium diatur oleh ginjaldengan mekanisme perubahan ion natrium dalam tubulus ginjal dan sekresi aldosteron.E1ldosteron juga berfungsi mengatur keseimbangan kadar kalium dalam plasma (c;airanekstrasel). Sistem pengaturannya melalui tiga langkah, yaitu:1)
 
Peningkatankonsentrasi kalium dalam cairan ekstirasel yang menyebabkan peningkatanproduksi aldosteron.2)
 
Meningkatan jumlah aldosteron akan memengaruhi jumlah kalium yang dikeluarkanmelalui ginjal.3)
 
Peningkatan pengeluaran kalium; konsentrasi kalium dalam cairan ekstra sea menurun.Kalium berpengaruh terhadap fungsi sistem pernapasan. Partikel penting dalamkalium ini berfungsi untuk menghantarkan impuls listrik ke jantung, otot lain, jaringanparu, jaringan usus pencernaan. Ekskresi kalium dilakukan melalui urine, dan sebagian lagimelalui tinja dan keringat.
3.
 
Pengaturan Keseimbangan Kalsium
 Kalsium dalam tubuh berfungsi untuk pembe:ntukan tulang, penghantar impulskontraksi otiot, koagulasi darah (pemb(;kuan darah), dan membantu beberapa enrimpankreas. Kalsium diekskresi melalui urine dan keringat. Konsentrasi kalsium dalam tubuh
 
diatur langsung oleh hormon paratiroid melalui proses reabsorpsi tulang. Jika kadar kalsiumdarah me:nurun, kelenjar paratiroid akan merangsang pembentukan hormon paratiroid yanglangsung meningkatkan jumlah kalsium dalam darah.
4.
 
Pengaturan Keseimbangan Klorida
 Klorida merupakan anion utama dalam cairan ekstrasea tetapi khlorida dapatditemukan pada cairan ekstrasel dan intrasel. Fungsi klorida biasanya bersatu dengannatrium yaitu mempertahankan keseimbangan tekanan osmotik dalam darah. I-Iipokloremiamerupakan suatu keadaan kekurangan kadar klorida dalam darah. Sedangkan hiperkloremiamerupakan kelebihan klor dalam darah. Kadar klorida yang normal dalam darah orangde;wasa adalah 95-108 mHq/ I,.
5.
 
Pengaturan Keseimbangan Magnesium
Magnesium merupakan kation dalam tubuh yang terpenting kedua dalam cairanintrasel. Keseimbangannya diatur oleh kelenjar paratiroid. Magnesium diabsorpsi darisaluran pencernaan. Magnesium dalam tubuh dipengaruhi oleh konsentrasi kalsium.Ilipomagnesemia te°.rjadi bila konsentrasi serum turun kurang dari 1,5 mLq/ I, dan bilahipermagneaemia kadar magnesiumnya lebih dari 2,5 mEq/h.
6.
 
Pengaturan Keseimbangan Bikarbonat
Bikarbonat merupakan elektrolit utama dalam larutan buffer (penyangga) dalam tubuh.
7.
 
Pengaturan Keseimbangan Fosfat (POa)
Fosfat bersama-sama dengan kalsium berfungsi dalam pembentukan gigi dantulang. Fosfat diserap dari saluran pencernaan dan dikeluarkan melalui urine.
MASALAH KEBUTUHAN ELEKTROLIT1.
 
Hiponatremia
 Hiponatremia merupakan suatu keadaan kekurangan kadar natrium dalam plasmadarah yang ditandai dengan adanya kadar natrium plasma yang kurang dari B5 ml;q/h,mual, muntah, diare sehingga timbul rasa haus yang berlebihan, denyut nadi cepat,hipotensi, konvulsi, dan membran mukosa kering. Iliponatremia ini dapat disebabkan olehkekurangan cairan yang berlebihan seperti kondisi diare yang berkepanjangan.
 
2.
 
Hipernatremia
Hipernatre;mia merupakan suatu keadaan di mana kadar natrium dalam plasmatinggi yang ditandai dengan adanya mukosa kering, oliguria/anuria, turgor kulit buruk danpermukaan kulit membengkak, kulit kemerahan, lidah kering dan ke:merahan, konvulsi,suhu badan naik, kadar natrium dalam plasma lebih dari 145 m h;q/h. Kondisi demikiandapat disebabkan karena dehidrasi, diare, peasupan air yang berlebihan sedang asupangaram sedikit.
3.
 
Hipokalemia
 Hipokalemia suatu keadaan kekurangan kadar kalium dalam darah. Hipokalemiaini dapat terjadi dengan sangat cepat. Sering terjadi pada pasien yang mengalami diareyang berkepanjangan dan juga ditandai dengan lemahnya denyut nadi, turunnya tekanandarah, tidak nafsu makan dan muntah-muntah, perut kembung, lemah dan lunaknya otot,denyut jantung tidak beraturan (aritmia), penurunan bising usus, kadar kalium plasmamenurun kurang dari 3,5 mT;q/L.
4.
 
Hiperkalemia
 Hiperkalemia merupakan suatu keadaan di mana kadar kalium dalam darah tinggi,sering terjadi pada pasien luka bakar, pe:nyakit ginjal, asidosis metabolik, pembe:riankalium yang berlebihan melalui intravena yang ditandai dengan adanya mual, hiperaktivitassistem pencernaan, aritmia, kelemahan, jumlah urine sedikit sekali, diare, adanyakecemasan dan irritable (peka rangsang), serta kadar kalium dalam plasma me:ncapai lebihdari 5 ml;q
5.
 
Hipokalsemia
 Hipokalsemia me:rupakan keekurangan kadar kalsium dalam plasma darah yangditandai de:ngan adanya kram otot dan kram perut, kejang, bingung, kadar kalsium dalamplasma kurang dari 4,3 mI/,q/h dan kesemutan pada jari dan sekitar mulut yang dapatdisebabkan oleh pengaruh pengangkatan kelenjar gondok atau kehilangan sejumlahkalsium karena sekresi intestinal.
6.
 
Hiperkalsemia
 Hiperkalsemia merupakan suatu ke;adaan kelebihan kadar kalsium dalam darahyang dapat terjadi pada pasien yang mengalami pengangkatan kelenjar gondok dan makan

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Alif Fian liked this
Roma Ela Cyk liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->