Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Homo Seks

Homo Seks

Ratings: (0)|Views: 215 |Likes:
Published by Ratadiajo Manullang
Definisi homoseksual sendiri adalah kelainan terhadap orientasi seksual yang ditandai dengan timbulnya rasa suka terhadap orang lain yang mempunyai kelamin sejenis atau identitas gender yang sama.
Definisi homoseksual sendiri adalah kelainan terhadap orientasi seksual yang ditandai dengan timbulnya rasa suka terhadap orang lain yang mempunyai kelamin sejenis atau identitas gender yang sama.

More info:

Published by: Ratadiajo Manullang on Oct 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/11/2014

pdf

text

original

 
Apa itu Homoseksual?
Pendahuluan
Dalam sebuah konperensi para gembala, seorang gembala berbicara dengan tenang tentangmeningkatnya jumlah perceraian dalam gerejanya. Ketika ditanyakan bagaimana ia menempatkanhomoseksual dalam gerejanya; ia menjawab, “Saya yakin sepenuhnya Tuhan dapat mengubah hati-hati yang hancur dalam hubungan seksual.”Bagaimana kita mengembangkan Kerajaan Allah bagi homoseksual? Tidak berbeda banyak dengan kita yang juga orang-orang berdosa. Anugerah Tuhan Yesus, kebenaran-Nya dankuasa pemulihan-Nya kepada orang-orang yang bergumul dalam hubungan heteroseksual jugadicurahkan kepada mereka yang tertarik pada jenis kelamin yang sama.Definisi homoseksual sendiri adalah kelainan terhadap orientasi seksual yang ditandaidengan timbulnya rasa suka terhadap orang lain yang mempunyai kelamin sejenis atau identitasgender yang sama. Istilah yang sudah umum dikenal masyarakat untuk orang yang termasuk homoseksual adalah gay (untuk lelaki) dan lesbian (untuk wanita).Homoseksualitas adalah suatu naluri dasar yang terbawa sejak lahir, walaupun padaumumnya kesadaran akan hal itu baru dirasakan dalam usia remaja atau dewasa. Perlu dibedakanantara orientasi homoseksual sebagai suatu naluri yang bersifat netral, dengan perilakuhomoseksual yang berkaitan erat dengan nilai.
Penelitian mutakhir memberi petunjuk bahwa orientasi (naluri) homoseksual pada pria eratkaitannya dengan faktor biologik, yaitu:
Faktor genetik, kemungkinan besar pada segmen kromosom X yang diturunkan pihak ibu.Bagian hipotalamus yang pada pria homoseksual berbeda secara struktural dari priaheteroseksual.
Orientasi homoseksual pada wanita besar kemungkinannya dipengaruhi oleh hormonandrogen yang berlebihan terhadap otak janin selama dalam kandungan.
Faktor pengaruh lingkungan, pendidikan serta sosial budaya yang tadinya dianggap sebagaifaktor penyebab primer, kini besar petunjuknya bahwa hal itu berperan dalam terjadinya:
Kondisi homoseksualitas yang egodistonik atau yang egosintonik, tergantung dari seberapa jauh individu homoseksual itu menginternalisasi sikap homofobik dari masyarakat,sehingga menimbulkan ada atau tidaknya konflik dalam dirinya.
1
 
Penatalaksanaan kini tidak ditujukan terhadap upaya mengubah orientasi homoseksual menjadiheteroseksual, melainkan:
Membantu mengubah kondisi egodistonik menjadi egosintonik.
Membantu mengubah (apabila ada) perilaku yang membahayakan kesehatan (misalnya penularan AIDS) menjadi perilaku yang lebih aman, bertanggung jawab bagi diri sendiridan (kalau ada) terhadap pasangannya, serta (bila perlu) disesuaikan dengan nilai pribadidari pasien, bukan berdasarkan nilai pribadi terapis.
Dalam skala luas, mengubah persepsi dan sikap homofobik dalam masyarakat (termasuk dalam sebagian kalangan terapisKelainan seksual ini telah melanda lapisan masyarakat. Bahkan teroganisir dengan kuat danrapi. Jutaan masyarakat maju seperti di Amerika, Eropa sampai masyarakat miskin di berbagaikawasan kumuh terkena kelainan seksual ini. Kelainan seksual ini bercirikan masing-masing jenismerasa cukup dengan jenisnya sendiri. Maksudnya laki-laki senang mengadakan hubungan denganlaki-laki. Perempuan puas dengan perempuan.Homoseksual dapat didefinisikan sebagai suatu keinginan membina hubungan romantisatau hasrat seksual dengan sesama jenis, jika sesama pria dinamakan
 gay
sedangkan sesama wanitasebut saja
lesbian.
Sebenarnya pengertian homoseksual itu meliputi 3 dimensi yaitu orientasi seksualnya yangke sesama jenis, perilaku seksual dan juga tentang identitas seksualitas diri. Jadi masalahhomoseksual bukan semata perkara hubungan seksual dengan sesama jenis semata.Hal inilah yang seringkali membuat kita merasa najis dengan kaum homoseksual, karena berpikiran bahwa di dalam otak mereka hanya berisikan semata nafsu birahi dengan sesama jenissaja, padahal homoseksualitas itu mencangkup identitas diri sekaligus perilaku mereka juga.Itu semua bukan dapatan semata dari faktor lingkungan, melainkan faktor genetik-lah yangmembuat perkara ini menjadi sangat sulit. Memang ada jenis homoseksual yang terjadi karenadipicu faktor lingkungan semata, misalnya suasana dalam penjara yang merupakan populasihomogen serta di biara seperti skandal sodomi dalam gereja di USA. Homoseksual semacam inisesungguhnya jauh lebih mudah ditangani karena hal tersebut tercangkup dalam segi perilakusemata, sementara segi identitas diri relatif masih normal (homoseksual situasional).
2
 
Dalam ilmu psikiatri, homoseksual yang dianggap sebagai suatu bentuk gangguan jiwahanyalah homoseksual egodistonik. Homoseksual jenis ini bercirikan pribadi tersebut yang merasatidak nyaman dengan dirinya dan tidak dapat menerima kenyataan orientasi seksualnya yangabnormal tersebut.Akibatnya pribadi semacam ini dihantui kecemasan dan konflik psikis baik internalmaupun eksternal dirinya. Homoseksual distonik memberikan suatu
distress
(ketegangan psikis)dan
disability
(hendaya, gangguan produktivitas sosial) sehingga digolongkan sebagai suatu bentuk gangguan jiwa.Pribadi homoseksual tipe ini seringkali dekat depresi berat, akibatnya seringkali merekamengucilkan diri dari pergaulan, pendiam, mudah marah dan dendam, aktivitas kuliah terbengkalaidan sebagainya. Homoseksual jenis inilah yang dicap sakit mentalnya dan memang harus diterapi.Di negara dengan budaya dan agama yang kuat seperti di negara kita, celakanya homoseksual jenisinilah yang mendominasi.Kaum homoseksual di tanah air sulit untuk menerima kenyataan dirinya sebagai kaumabnormal seperti demikian, maka mereka sering menyembunyikan orientasi yang dicap salahdalam masyarakat tersebut. Represi semacam demikian akan berakibat gejolak negatif dalamdirinya sehingga tampil ke permukaan sebagai stress, depresi dan gangguan dalam relasi sosial.Mereka sering gagal dalam menemukan identitas dirinya ditengah ancaman cambuk agama dan budaya yang sedemikian kuat.Kaum homoseksual lain justru dapat menerima apa yang ada di dirinya sebagai suatu bentuk hal yang hakiki. Pribadi semacam ini berani
coming out 
atau menyatakan identitas dirinyayang sesungguhnya sehingga konflik internal dalam dirinya lepas. Kaum homoseksual inidinamakan egosintonik, tidak dikatakan sebagai kelompok gangguan jiwa karena mereka tidak mengalami distress maupun disability dalam kehidupan mereka. Bahkan mereka yang suksesdengan
coming out 
seperti demikian seringkali lebih produktif dan sukses dalam profesi merekaseperti misalnya perancang baju, penata rias dan rambut,dll.Menjadi seorang dengan orientasi seksual ke sesama jenis sesungguhnya bukan semata pilihan pribadi homoseksual, melainkan itu merupakan kesalahan genetik. Kecenderungan itusesungguhnya sudah ada sejak lahir namun baru naik ke permukaan setelah seorang individumasuk ke dalam fase sosial dalam tahap perkembangannya.
3

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->