Penatalaksanaan kini tidak ditujukan terhadap upaya mengubah orientasi homoseksual menjadiheteroseksual, melainkan:
•
Membantu mengubah kondisi egodistonik menjadi egosintonik.
•
Membantu mengubah (apabila ada) perilaku yang membahayakan kesehatan (misalnya penularan AIDS) menjadi perilaku yang lebih aman, bertanggung jawab bagi diri sendiridan (kalau ada) terhadap pasangannya, serta (bila perlu) disesuaikan dengan nilai pribadidari pasien, bukan berdasarkan nilai pribadi terapis.
•
Dalam skala luas, mengubah persepsi dan sikap homofobik dalam masyarakat (termasuk dalam sebagian kalangan terapisKelainan seksual ini telah melanda lapisan masyarakat. Bahkan teroganisir dengan kuat danrapi. Jutaan masyarakat maju seperti di Amerika, Eropa sampai masyarakat miskin di berbagaikawasan kumuh terkena kelainan seksual ini. Kelainan seksual ini bercirikan masing-masing jenismerasa cukup dengan jenisnya sendiri. Maksudnya laki-laki senang mengadakan hubungan denganlaki-laki. Perempuan puas dengan perempuan.Homoseksual dapat didefinisikan sebagai suatu keinginan membina hubungan romantisatau hasrat seksual dengan sesama jenis, jika sesama pria dinamakan
gay
sedangkan sesama wanitasebut saja
lesbian.
Sebenarnya pengertian homoseksual itu meliputi 3 dimensi yaitu orientasi seksualnya yangke sesama jenis, perilaku seksual dan juga tentang identitas seksualitas diri. Jadi masalahhomoseksual bukan semata perkara hubungan seksual dengan sesama jenis semata.Hal inilah yang seringkali membuat kita merasa najis dengan kaum homoseksual, karena berpikiran bahwa di dalam otak mereka hanya berisikan semata nafsu birahi dengan sesama jenissaja, padahal homoseksualitas itu mencangkup identitas diri sekaligus perilaku mereka juga.Itu semua bukan dapatan semata dari faktor lingkungan, melainkan faktor genetik-lah yangmembuat perkara ini menjadi sangat sulit. Memang ada jenis homoseksual yang terjadi karenadipicu faktor lingkungan semata, misalnya suasana dalam penjara yang merupakan populasihomogen serta di biara seperti skandal sodomi dalam gereja di USA. Homoseksual semacam inisesungguhnya jauh lebih mudah ditangani karena hal tersebut tercangkup dalam segi perilakusemata, sementara segi identitas diri relatif masih normal (homoseksual situasional).
2