Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Biogas

Makalah Biogas

Ratings: (0)|Views: 279 |Likes:

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Yonki Alexander Volta on Oct 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/24/2014

pdf

text

original

 
MAKALAH KONSERVASI ENERGIBIOGAS
Disusun Oleh :
1.
Amelia Carela0609 4041 1331
2.
Iriani Reka Septiana 0609 4041 1337
3.
 Nurrahma Hartono Putri0609 4041 1340
4.
Tiara0609 4041 1348Kelas : VI EGAInstruktur : Faisal, DEALABORATORIUM TEKNIK KIMIAPOLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYAPALEMBANG2012
BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Masalah
 
Krisis energi yang melanda negeri ini diperkirakan masih akan berlangsung beberapa tahun ke depan. Di tengah persoalan tersebut, pengembangan energi baru dan terbarukan menjadi solusi alternative. Pada bab ini akan dibahas tentang latar  belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan, metode penyelesaian, dan sistematika penulisan tentang penggunaan biogas sebagai pengganti BBM untuk penghasil energi.Dengan timbulnya kelangkaan bahan bakar minyak yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia yang signifikan, pemerintah mengajak masyarakat untuk mengatasi masalah energi ini secara bersama-sama karena kenaikan harga yang mencapai72 dolar/barel ini termasuk luar biasa. Harga ini membuat harga minyak menjadi yang tertinggi sepanjang abad 21. Masalah inimemang sulit sebagaimana yang dikatakan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla bahwa kenaikan harga minyak akan menyebabkankenaikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) pada APBN 2006. Peryataan selanjutnya dikatakan oleh Presiden Susilo BambangYudhoyono yang menyatakan bahwa masyarakat perlu untuk melakukan penghematan di segala sisi termasuk penggunaan BBM,listrik, air, dan telepon. (Asep Bayu,2009:1)Adapun hal yang menyebabkan keharusan setiap warga untuk melakukan proses penghematan adalah karena pasokan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi merupakan sumber energi fosil yang tidak dapat diperbarui (unrenewable). Salah satu jalan untuk melakukan penghematan BBM adalah dengan mencari sumber energi alternatif terutama yang dapat diperbarui(renewable).Sebagai contoh, potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi sumber energi adalah batu bara, panas bumi, aliran sungai, angin, matahari, sampah serta sumber-sumber lain yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti pohon jarak.Energi terbarukan lain yang dapat dihasilkan dengan teknologi tepat guna yang relatif lebih sederhana dan sesuai untuk daerah pedesaan adalah energi biogas dengan memproses limbah bio atau bio massa di dalam alat kedap udara yang disebut digester.Biomassa berupa limbah dapat berupa kotoran ternak bahkan tinja manusia, sisa-sisa panenan seperti jerami, sekam dan daun-daunan sortiran sayur dan sebagainya. Namun, sebagian besar terdiri atas kotoran ternak.
1.2 Tujuan Penulisan
1.Mengetahui pengertian dan sumber – sumber dari biogas
2.
Mengetahui potensi biogas di Indonesia dan di Dunia
3.
Mengetahui Proses produksi dari biogas4.Mengetahui kelebihan dan kekurangan dari biogas
1.3 Rumusan Masalah
1.
Apakah Definisi dari biogas?
2.
Apa saja sumber-sumber dari biogas?
3.
Bagaimanakah potensi biogas di indonesia dan di dunia?
4.
Bagaimana proses produksi biogas ?5.Bagaimana perhitungan biogas ?6.Apakah kelebihan dan kekurangan dari biogas ?7.Bagaimana pemanfaatan dan contohnya?
BAB IIPEMBAHASAN2.1.Pengertian biogas
Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik termasuk diantaranya; kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), sampah biodegradable atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik. Kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbon dioksida.Biogas merupakan campuran beberapa gas dengan komposisi sekitar 40 - 75 % metana (CH
4
), 25 - 60 % karbon dioksida(CO
2
), dan sekitar 2 % gas lain (hidrogen, hidrogen sulfida dan karbon monoksida).
2.2.Sumber Energi Biogas
 
Biogas berasal dari hasil fermentasi bahan-bahan organik diantaranya:
Limbah tanaman : tebu, rumput-rumputan, jagung, gandum, dan lain-lain,
Limbah dan hasil produksi : minyak, bagas, penggilingan padi, limbah sagu,
Hasil samping industri : tembakau, limbah pengolahan buah-buahan dan sayuran, dedak, kain dari tekstil, ampas tebudari industri gula dan tapioka, limbah cair industri tahu,
Limbah perairan : alga laut, tumbuh-tumbuhan air,
Limbah peternakan : kotoran sapi, kotoran kerbau, kotoran kambing, kotoran unggas.
2.3.Potensi Pengembangan Biogas
2.3.1.
Potensi Pengembangan Biogas di Indonesia
Potensi pengembangan Biogas di Indonesia masih cukup besar. Hal tersebut mengingat cukup banyaknya populasi sapi,kerbau dan kuda, yaitu 11 juta ekor sapi, 3 juta ekor kerbau dan 500 ribu ekor kuda pada tahun 2005. Setiap 1 ekor ternak sapi/kerbau dapat dihasilkan 2 m
3
biogas per hari. Potensi ekonomis Biogas adalah sangat besar, hal tersebut mengingat bahwa 1m
3
biogas dapat digunakan setara dengan 0,62 liter minyak tanah. Di samping itu pupuk organik yang dihasilkan dari proses produksi biogas sudah tentu mempunyai nilai ekonomis yang tidak kecil pula.Indonesia memiliki potensi biogas, terutama dari limbah hewan ternak. Potensi biogas skala rumah tangga yang berasaldari limbah hewan ternak diperkirakan mencapai 1(satu) juta unit alat penghasil biogas dari limbah hewan ternak. Denganmengolah limbah tersebut maka limbah yang umumnya adalah masalah berubah menjadi berkah karena menghasilkan biogasyang sangat bermanfaat. Jika potensi tersebut dimaksimalkan, maka Indonesia akan mampu menghemat sekitar 700 ribu ton elpijiatau setara dengan 900 juta liter minyak tanah. Saat ini, konsumsi elpiji ukuran 3 kilogram mencapai 3 juta ton per bulan. (SF)Biogas di negara Indonesia Mulai diperkenalkan pada tahun 1970-an, pada tahun 1981 melalui Proyek PengembanganBiogas dengan dukungan dana dari FAO dibangun contoh instalasi biogas di beberapa provinsi. Penggunaan biogas belum cukup berkembang luas antara lain disebabkan oleh karena masih relatif murahnya harga BBM yang disubsidi, sementara teknologi yangdiperkenalkan selama ini masih memerlukan biaya yang cukup tinggi karena berupa konstruksi beton dengan ukuran yang cukup besar. Mulai tahun 2000-an telah dikembangkan reaktor biogas skala kecil (rumah tangga) dengan konstruksi sederhana, terbuatdari plastik secara siap pasang (knockdown) dan dengan harga yang relatif murah. Manfaat energi biogas adalah sebagai pengganti bahan bakar khususnya minyak tanah dan dipergunakan untuk memasak kemudian sebagai bahan pengganti bahan bakar minyak (bensin, solar). Dalam skala besar, biogas dapat digunakan sebagai pembangkit energi listrik. Di samping itu, dari proses produksi biogas akan dihasilkan sisa kotoran ternak yang dapat langsung dipergunakan sebagai pupuk organik padatanaman / budidaya pertanian.
2.3.2.
Potensi Pengembangan Biogas di Dunia
Biogas dikembangkan di negara Cina Sejak tahun 1975 melalui "biogas for every household". Pada tahun 1992, 5 jutarumah tangga di Cina menggunakan biogas. Reaktor biogas yang banyak digunakan adalah model sumur tembok dengan bahan baku kotoran ternak & manusia serta limbah pertanian. Kemudian di negara India Dikembangkan sejak tahun 1981 melalui "The National Project on Biogas Development" oleh Departemen Sumber Energi non-Konvensional. Tahun 1999, 3 juta rumah tanggadi India menggunakan biogas. Reaktor biogas yang digunakan model sumur tembok dan drum dengan bahan baku kotoran ternak dan limbah pertanian.
2.4.Proses Pembuatan Biogas
Biogas dibuat melalui fermentasi anaerobik. Selama proses ini, bahan-bahan organik didekomposisi olehmikroorganisme. Pada awal proses dekomposisi, bahan organik dipecah menjadi molekul –molekul lain seperti glukosa, asamamino, gliserin, dan asam lemak. Pada proses pembuatan biogas, mikroorganisme mengubah (konversi) bahan-bahan organik menjadi gas hidrogen dan gas karbon dioksida yang kemudian lebih lanjut diubah menjadi gas metana dan air, menurut reaksi :CO
2
+ 4H
2
CH
4
+ 2H
2
OAkibat penguraian bahan organik yang dilakukan jasad renik tersebut, maka akan terbentuk zat gas karbondioksida yangkemudian disebut biogas dengan perbandingan 65 : 35. Seperti sampah atau jerami yang diproses menjadi kompos memerlukan persyaratan dasar tertentu, demikian pula dalam proses pengubahan sampah atau buangan menjadi biogas, memerlukan persyaratan tertentu yang menyangkut:
1.
Kandungan atau isi yang terkandung dalam bahan. Hal ini menyangkut nilai atau bandingan antara unsur C (karbon)dengan unsur N (nitrogen) yang secara umum dikenal dengan nama rasio C/N. Perubahan senyawa organik dari sampah ataukotoran kandang menjadi CH
4
(gas metan) dan CO
2
(gas karbon dioksida) memerlukan persyaratan rasio C/N antara 20 - 25.Sehingga kalau menggunakan bahan hanya berbentuk jerami dengan rasio-C/N di atas 65, maka walaupun CH
4
dan CO
2
akanterbentuk, perbandingan CH
4
: CO
2
= 65 : 35 tidak akan tercapai. Mungkin perbandingan tersebut bernilai 45 : 55 atau 50 : 50atau 40 : 60 serta angka-angka lain yang kurang dari yang sudah ditentukan, maka hasil biogasnya akan mempunyai nilai

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Eilay Dwie liked this
Dyna Ramadhani liked this
Jeni Dwi Handoko liked this
Andidhoank Jack liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->