Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hubungan Sektor Riil Dan Sektor Moneter Dalam Perspektif Islam

Hubungan Sektor Riil Dan Sektor Moneter Dalam Perspektif Islam

Ratings: (0)|Views: 979 |Likes:
Published by Gustani El Faez

More info:

Published by: Gustani El Faez on Oct 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2013

pdf

text

original

 
HUBUNGAN SEKTOR RIIL DAN SEKTOR MONETERDALAM PERSPEKTIF ISLAM
1
 
Oleh: Gustani
2
 Abstraksi
Hadirnya bunga
(Interest)
sebagai jantungnya sistem keuangan dunia saat ini, telahmenciptakan sebuah aktivitas yang khas dalam perekonomian secara keseluruhan. Dengankarakteristiknya yang menjanjikan suatu keuntungan yang pasti atas suatu uang di masa yangakan datang
(Fixed and Pre-determined return)
, bunga pastinya akan menimbulkan banyak konsekwensi-konsekwensi yang begitu mendasar dalam perekonomian. Salah satu konsekwensiyang timbul karena adanya intrumen bunga adalah munculnya aktivitas atau transaksi moneteryang direpresentasikan dengan munculnya pasar khusus (Moneter) yang posisinya sederajatdengan pasar barang dan jasa (Riil). Pasar tersebut adalah pasar keuangan, yang diantaranyaadalah pasar Modal, Pasar Uang, pasar Obligasi, dan yang terbaru adalah pasar Derivatif.Dengan bunga sebagai Variabelnya, Pasar Moneter telah memposisikan Uang sebagai komoditiyang diperjual-belikan dengan bunga sebagai harganya. Ia juga memilki tingkat permintaan
(level of demand)
dan tingkat penawaran
(level of supply)
tersendiri yang tingkatkeseimbangannya di tentukan oleh bunga.
Kata kunci
: Sektor riil dan sektor moneter, interest, pasar barang dan jasa, dan pasar Uang.
1
 
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Ekonomi Makro Islam smester 4 prodi akuntansi syariahSTEI SEBI.
2
Adalah mahasiswa STEI SEBI semester empat, prodi Akuntansi Syariah.
 
 1.
 
Pendahuluan
”Orang 
-orang yang makan (mengambil)
 riba
tidak dapat berdirimelainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat),sesungguhnya
 jual-beli
itu
 sama dengan riba ......................
.”
 
(QS. Al-Baqarah : 275)Krisis Keuangan dunia pada akhir-akhir dekade ini, merupakan fenomena yangmembuktikan kepada kita betapa rapuhnya sistem perekonomian dunia. Dan yang sangatmenyakitkan adalah krisis ini terjadi secara berulang-ulang dengan pola permasalahan yanghampir serupa.Banyak pakar ekonom dunia yang mencoba menganalisis akar permasalahan dari krisisekonomi dunia ini. Radelet dan Sach (1998) membagi lima tipe penyebab krisis keuangan suatuNegara
3
, yaitu:
 
1)
 
Kebijakan ekonomi yang tidak konsisten2)
 
Kepanikan pasar uang3)
 
Pecahnya gelembung financial
4)
 
 Moral Hazard 
5)
 
Ketiadaan aturan bakuSedang menurut Berg dan kawan-kawan (1999) penyebab krisis keuangan dapatdibedakan menjadi dua bagian besar, yaitu:1)
 
Adanya gangguan terhadap fundamental ekonomi (inflasi, pertumbuhan ekonomi danneraca pembayaran).2)
 
Adanya serangan spekulasi
(self-fulfilling crisis)
 Dari analisa beberapa pakar ekonom diatas dapat kita lihat bahwa sebagian besarpenyebab krisis ekonomi adalah berawal dari kesalahan system yang belaku. System yang
3
Muhammad Hendry Imansyah,
Krisis Keuangan di Indonesia Dapatkah diramalkan ?,
(Jakarta: PT.Elex MediaKompotindo,2009), hh. 12-16.
 
berlandaskan pada mekanisme bunga telah membawa peekonomian dunia semangkin tidak menentu. Setidaknya hal ini di tunjukan oleh terbentuknya pendikotomian antara sector riil dansector moneter.Pakar Manajemen berkaliber dunia, Peter Drucker, sebagaimana dikutip DidinDamanhuri
4
, menyebutkan gejala ketidak seimbangan antara sector meneter dan sector riilsebagai
 Decopling
5
, yakni fenomena keterputusan antara maraknya arus Uang (Moneter) denganarus barang dan jasa. Ketidakseimbangan tersebut dipicu oleh maraknya kegiatan bisnisSpekulatif, sehingga dunia terjangkit penyakit
 Bubble Economic
, yakni sebuah perekonomianyang terlihat sangat besar, namun tidak berisi apa-apa, dan suatu waktu akan meledak danbeakibat pada krisis ekonomi yang dahsyat.Menurut data Morgan Stanley
6
, nilai kredit drivatif pada tahun 1998 hanya Rp500 trilyun,namun pada Desembar 2002 ditaksir sudah mencapai Rp24.000 Trilyun, suatu kenaikan yangsungguh luar biasa, yakni sebesar 47.000 persen atau 4700 kali lipat, hanya dalam empat tahun.Sebuah fenomena yang sangat mengejutkan, padahal transaksi derivative pada umumnya tidak 
 banyak orang yang faham, karena transaksi ini hanyalah transaksi “maya” yang dikaitkan dengan
aktiva keuangan. Hal inilah yang menyebabkan penggelembungan ekonomi dunia. Dan yanglebih mengagetkan lagi adalah menurut data dari sebuah NGO asal Amerika Serikat, volumetransaksi yang terjadi di pasar uang
(currency speculation dan derivative market)
duniaberjumlah U$1,5 triliun hanya dalam sehari, sedangkan transaksi yang terjadi di dalamperdagangan dunia di sektor riil hanya mencapai U$6 triliun setiap bulan. Sehingga denganempat hari transaksi di pasar uang, sudah sama dengan transaksi di sektor riil selama setahun.Inilah yang kemudian menciptakan satu kondisi perekonomian gelembung
(bubble economic),
 suatu kondisi yang melibatkan transaksi keuangan yang besar sekali, namun sesungguhnya tidak ada isinya karena tidak dilandasi transaksi riil
7
.Coba kita lihat perbandingan transaksi sector riil dan sector moneter pada table IndikatorEkonomi Makro Indonesia 2000-2004 berikut ini.
4
Didin Damanhuri, Ekonomi Berbasis Hutang, Republika, 27 Desember 2002
5
Istilah Decupling sebenarnya baru mulai mencuat pada tahun-tahun belakangan ini. Pada prinsipnya decuplingmenggambarkan terjadinya satu pemisahan antara ekonomi beberapa Negara yang dahulunya memilikiketerikatan yang kuat.
6
Republika, 29 Desember 2003
7
 
Pengenalan Ekslusif Ekonomi Islam, Mustafa Edwin dkk, 2006, hal. 249
.
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->