• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 4
    CommentGo Back
 
 
BAB IADA APA DENGAN PEMBELAJARAN?
 
KONSEP PEMBELAJARAN YANGBERKUALITASMENGGUGAH PERUBAHAN
 
KESENJANGAN KONDISI YANG IDEAL VSKENYATAAN
 
 ALTERNATIF STRATEGI
 
CONTOH APLIKASI PEMBELAJARAN
INOVASI-INOVASI DILAPANGANPOTENSISUMBER-SUMBERKEDUDUKAN
LPTK  
 YANG STRATEGIS
(TRICKLE DOWN  EFFECT)
TUNTUTAN UNTUKMENGHASILKAN LULUSANYANG BERKUALITAS
Peningkatan Kualitas Pembelajaran
1
 
 
A. Latar Belakang
Ketika dunia luar terus sibuk menerapkan/bereksperimen dengan berbagai pendekatanpembelajaran yang dipandang sebagai terobosan, kita perlu melihat kembali secarakritis dan jernih apa yang tengah terjadi di LPTK. Berbagai upaya pembaharuan dibidang pembelajaran terus dilakukan oleh LPTK melalui program-program yangdikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, antara lain
 Action Research,
Hibah Pembelajaran,
Semi-Que
adalah beberapa contoh program yangdimaksud. Seperti halnya program-program lain yang dibiayai oleh proyek, masalahkeberlanjutan (
sustainability
) masih saja menjadi isu yang sukar dihindarkan.Perbaikan yang dihasilkan umumnya bersifat sementara, tidak berlanjut menjadikebiasaan baru yang menyegarkan.Di samping itu staf pengajar LPTK banyak juga yang terlibat dalam program serupa diunit-unit luar seperti Pendidikan Dasar dan Menengah dan Departemen Agama, baik sebagai konsultan maupun kelompok kerja. Program-programnya cukup luas daninovatif, beberapa di antaranya merupakan penerapan konsep-konsep: PembelajaranSiswa Aktif,
 Multiple Intellegence, Holistic Education, Experiencial Learning,Problem Based Learning, Accelerated Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Mastery Learning, Contextual Learning,
dan
Constructivism.
Namun secarasistemik sinergi antara LPTK dengan unit-unit di luar itu belum maksimal, kerja samayang dijalin lebih bersifat individual sehingga inovasi yang diterapkan di luar itu tidak dengan sendirinya merambah sampai ke ruang kuliah.Pada dasarnya upaya-upaya perbaikan yang dilakukan itu mengarah kepadapembelajaran yang berpusat pada mahasiswa
(student-centred, learning-oriented),
untuk memberikan pengalaman belajar yang menantang dan sekaligus menyenangkan.Lebih jauh, mahasiswa diharapkan terbiasa menggunakan pendekatan mendalam
(deepapproach)
dan pendekatan strategis
(strategic approach)
dalam belajar, bukan sekedarbelajar mengingat informasi atau belajar untuk lulus saja. Yang terakhir itu seringdisebut dengan pendekatan permukaan
(surface approach),
atau belajar hafalan
(rotelearning)
yang masih dominan di kalangan para mahasiswa dewasa ini.Tugas utama LPTK adalah menghasilkan tenaga kependidikan yang berkualitas tinggi.Mereka yang akan bekerja pada berbagai satuan pendidikan dipersiapkan melaluiprogram pembelajaran yang dilaksanakan oleh dosen (pendidik guru). Walaupunberbagai konsep proses pembelajaran yang ideal dibahas secara intensif, dosen sedikitsekali atau bahkan dalam banyak hal tidak pernah mempraktekkan ataumencontohkannya dalam pembelajaran sehari-hari. Mahasiswa calon guru cenderungakan menirukan apa yang dilakukan oleh para dosen sehingga kalau pemodelan prosespembelajaran dilakukan secara intensif dan konsisten hasilnya akan sangat bermanfaat.Pembelajaran oleh dosen (pendidik guru) akan mempunyai dampak yangtersebarluaskan
(trickle down effect).
Tugas dosen menjadi sangat strategis, di sampingmenggali potensi mahasiswa iapun bertindak sebagai model rujukan.Sejumlah karakteristik yang dilekatkan pada proses pembelajaran yang dipandang baik untuk keberhasilan peserta didik telah dituangkan ke dalam program pembelajaran diberbagai satuan pendidikan yang akan menjadi ajang tugas calon lulusan
 
LPTK. Diantara karakteristik pembelajaran yang baik 
 
itu adalah menyenangkan
,
menantang,mengembangkan keterampilan berfikir, mendorong siswa untuk bereksplorasi,
Peningkatan Kualitas Pembelajaran
2
 
 
memberi kesempatan untuk sukses, sehingga tumbuh rasa percaya diri, dan memberiumpan balik dengan segera, sehingga siswa tahu keberhasilan dan kegagalannya.Selama ini kritik terhadap LPTK terutama berkisar pada program yang kurang relevandengan kebutuhan lapangan dan ketidaksesuaian kualitas lulusan dengan standar yangdituntut dunia kerja. Di samping itu LPTK dinilai terpisah dari pusat-pusat sumberpengembangan ilmu, sehingga kualitas dan relevansinya menjadi kurang memadai lagi.Koversi IKIP menjadi universitas yang antara lain dimaksudkan untuk merespon kritik-kritik tersebut perlu diwujudkan secara nyata dan konsisten. Tuntutan untuk membukasejumlah program yang bersifat non kependidikan karena misi yang semula tunggalmenjadi ganda hendaknya tetap disertai dengan komitmen untuk menghasilkan tenagapendidik dan kependidikan yang berkualitas tinggi.Meskipun dosen memiliki otonomi akademik namun diperlukan sikap terbuka,sehingga proses pembelajaran menjadi transparan bagi semua pihak, danakuntabilitasnya dapat terjamin. Otoritas atas materi kuliah yang seolah-olah tidak tersentuh oleh orang lain akan merugikan dosen itu sendiri, dan pada gilirannya akanmerugikan institusinya. Kenyamanan untuk menetap pada cara-cara yang selama inidipandang baku, atau "sudah biasa dilakukan" ternyata menghambat dosen untuk berani mencoba hal-hal yang baru.Berbagai pembenahan terus dilakukan untuk menjaga agar tidak terjadi dislokasiprioritas yang pada gilirannya akan menggeser sumber-sumber untuk peningkatankualitas hasil LPTK sebagai tujuan dan tugas yang utama.
B. Masalah-masalah Pembelajaran.
Setiap tahun diterima mahasiswa baru lulusan lembaga pendidikan menengah yangmenurut pemikiran umum harus diperlakukan sebagai orang dewasa, artinya merekatelah dianggap mandiri dan bertanggung jawab. Apakah dalam kenyataan mereka telahsiap untuk belajar di perguruan tinggi?Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran mahasiswa (calon guru)baik secara eksternal maupun internal diidentifikasikan sebagai berikut. Faktor-faktoreksternal mencakup dosen, materi, pola interaksi, media dan teknologi, situasi belajar,dan sistem. Masih ada dosen (pendidik guru) yang kurang menguasai materi dan dalammengevaluasi mahasiswa menuntut jawaban yang persis seperti yang ia jelaskan;dengan kata lain, mahasiswa tidak diberi peluang untuk berfikir kreatif. Dosen jugamempunyai keterbatasan dalam mengakses informasi baru yang memungkinkan iamengetahui perkembangan terakhir di bidangnya
(state of the art)
dan kemungkinanperkembangan yang lebih jauh dari yang sudah dicapai sekarang
(frontier of knowledge).
Sementara itu materi perkuliahan dipandang oleh mahasiswa terlaluteoritis, kurang memberi contoh-contoh yang kontekstual. Metode penyampaianbersifat monoton, kurang memanfaatkan berbagai media secara optimal. Dari hasilpenelitian Pemanfaatan Media dan Teknologi Pendidikan di Perguruan Tinggiterungkap bahwa penggunaan alat bantu (AVA) oleh dosen lebih banyak ditentukanoleh ketersediaan alat-alat tersebut, bukan oleh kesesuaiannya dengan tujuanpembelajaran. Di beberapa LPTK budaya akademis yang kondusif bagi diterapkannyaberbagai inovasi belum terbentuk. Sistem yang berorientasi pada kualitas juga belum
Peningkatan Kualitas Pembelajaran
3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...

Permisi jeng, mohon ijin untuk men download atau menggunakan materi (file ini) sebagai sumber informasi dalam penulisan tugas akhir saya, tolong kirim ke email saya :hardisuryadinata@ymail.com. trima kasih banyak atas bantuannya

selamat siang, saya boleh minta bahan pembelajarn ini ya...buat referensi Tugas akhir saya , bisa dikirim ke email saya di " qornul.manazil@yahoo.co.id, oke di tunggu emailnya, maturnuwun

Permisi :D Boleh minta bahan pembelajaran ini yah... mau ku pelajari sebagi referensi kuliah.. ini emailnya : trilisiana_novi@yahoo.com tolong dikirim yah. matur nuwun^^

saya mau download file ini(Peningkatan Kualitas Pembelajaran 1) mohon dikirim ke email saya iwan_error@yahoo.com

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...