Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengertian Dasar Negara

Pengertian Dasar Negara

Ratings: (0)|Views: 472|Likes:

More info:

Published by: Rajin Pangkal Pandai on Oct 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/12/2013

pdf

text

original

 
 
Kelompok : 1Ketua:Yudi KurniawanSekretaris:M.Nurul KhabibBendahara:Dwi Widodo.A.IModerator:Dhani ArifinAnggota:1. Aris Retno.P2. Ubaidillah .M3. M.Nurrokhman4. Zaenul Anwar
X TKR EPembimbing MapelNur Zaedah S.HSMK NAWA BHAKTI KEBUMEN
 Jln.Mangkusari 73 Kutosari Telp.(0283) 82779 PO. BOX 110 Kebumen54317Website :www.nawabhakti.sch.ide-mail :nawabhakti@nawabhakti.sch.id
PENGERTIAN DASAR NEGARADAN KONSTITUSI NEGARA
 
1.Pengertian Dasar Negara
Dalam Ensiklopedi Indonesia, kata dasar (filsafat) berarti asal yangpertama. Istilah ini juga seringdipakai dalam arti: Pengertian yang menjadipokok dari pikiran-pikiran lain. Kata dasar bila dihubungkandengan Negara,berarti pedoman dalam mengatur kehidupan penyelenggaraanketatanegaraan Negarayang mencakup berbagai bidang kehidupan.SetiapNegara yang merdeka dan berdaulat sudah barang tentu memiliki dasarNegara yang berbeda.Perbedaan dasar Negara yang diterapkan didalam suatuNegara sangat dipengaruhi oleh nilai-nilaisocial-budaya, patriotism dannasionalisme yang telah terkritalisasi dalam perjuangan untukmewujudkancita-cita dan tujuan Negara yang hendak dicapainya.Bagi bangsa Indonesia,dasar Negara yang dianut adalah Pancasila. Dalam tinjauanyudiriskonstitusional, Pancasila sebagai dasar Negara berkedudukan sebagainorma objektif dan normatertinggi dalam Negara, serta sebagai sumbersegala sumber hukum sebagaimana tertuang di dalamTAP. MPRS No.XX/MPRS/1996, jo. MPR No. V/MPR/1973, jo. TAP. MPR No. IX/mpr/1978.Penegasankembali Pancasila sebagai dasar Negara tercantum dalam TAP. MPRNo. XVIII/MPR/1998
 *Pengertian konstitusi
Para ahli memiliki pandangan yang bervariasi mengenai “konstitusi” dan “Undang-UndangDasar”.Ada yang berpendapat sama, tetapi ada juga yang berpendapat berbeda. Kata konstitusisecaraetimologis berasal dari bahasa Latin ( constitutio) , Inggris ( constitution ), Prancis(constituer ), Belanda( constitutie ), dan Jerman (Konstitution). Dalam pengertian ketatanegaraan,istilah konstirusimengandung arti undang-undang dasar, hukum dasar atau susunan badan.Suatukonstitusi menggambarkan seluruh sistem ketatanegaraan suatu Negara, yaitu berupakumpulan peraturan yang membentuk, mengatur dan memerintah Negara. Peraturan-peraturantersebut adayang berbentuk tertulis sebagai keputusan badan yang berwenang, ada pula yangbersumber dari peraturan yang tidak tertulis seperti norma, kebiasaan adat istiadat, dan konvensi didalammasyarakat.Dalam perkembangan politik dan ketatanegaraan, istilah konstitusi mempunyai dua pengertian yaitu:a.Pengertian Luas, “ Konstitusi” berarti keseluruhan dari ketentuan –ketentuandasar atau hukumdasar (droit constitunelle).b.Pengertian Sempit, “ Konstitusi” berarti piagamdasar atau Undang Undang Dasar (Loi constitunelle ), yaitu suatu dokumen lengkap mengenai peraturan –peraturan dasar negara.
2.Macam – macam Konstitusi
Macam – macam konstitusi 1) Menurut CF. Strong konstitusi terdiri dari:Konstitusi tertulis (dokumentary constiutution / writen constitution) adalah aturan –aturan pokok dasar negara , bangunan negara dan tata negara, demikian juga aturandasar lainnya yang mengatur perikehidupan Konstitusi tidak
¬
suatu bangsa di dalampersekutuan hukum negara. tertulis / konvensi(nondokumentary constitution) adalahberupa kebiasaan ketatanegaraan yang sering timbul. Adapun syarat – syaratkonvensi adalah: 1) Diakui dan dipergunakan berulang – ulang dalam praktikpenyelenggaraan negara. 2) Tidak bertentangan dengan UUD 1945 3)Memperhatikan pelaksanaan UUD 1945. 2) secara teoritis konstitusi dibedakanmenjadi: a) konstitusi politik adalah berisi tentang norma- norma dalampenyelenggaraan negara, hubungan rakyat dengan pemerintah, hubuyngan antarlembaga negara. b) Konstitusi sosial adalah konstitusi yang mengandung cita – citasosial bangsa, rumusan filosofis negara, sistem sosial, sistem ekonomi, dan sistem
 
politik yang ingin dikembangkan bangsa itu. 3) bedasarkan sifat dari konstitusi yaitu:1) Flexible / luwes apabila konstitusi / undang undang dasar memungkinkan untukberubah sesuai dengan perkembangan. 2) Rigid / kaku apabila konstitusi / undangundang dasar jika sulit untuk diubah. 4) unsur /substansi sebuah konstitusi yaitu: a)Menurut sri sumantri konstitusi berisi 3 hal pokok yaitu: 1) Jaminan terhadap Ham danwarga negara 2) Susunan ketatanegaraan yang bersdifat fundamental 3) Pembagiandan poembatasan tugas ketatanegaraan b) Menurut Miriam budiarjo, konstitusimemuat tentang: Organisasi negara HAM Prosedur penyelesaian masalahpelanggaran hukum Cara perubahan konstitusi. c) Menurut koerniatmantosoetopawiro, konstitusi berisi tentang: 1) Pernyataan ideologis 2) Pembagiankekuasaan negara 3) Jaminan HAM (hak asasi manusia) 4) Perubahan konstitusi 5)Larangan perubahan konstitusi.
3.Unsur Sebuah Konstitusi
a. Konstitusi sebagai perwujudan perjanjian masyarakat.b.Konstitusi sebagai piagam yang meminjam HAM dan warga Negara ,sekaligus menentukanbatas – batas hak dan kewajiban warga Negara dan alat – alatpemerintahannya.c.Konstitusi sebagai kerangka bangunan pemerintahan.
4.Isi Konstitusi
Perkataan “konstitusi” berasal dari bahasa Perancis Constituer dan Constitution, kata pertama berarti membentuk, mendirikan atau menyusun, dan kata kedua berarti susunan atau pranata (masyarakat). Dengan demikian konstitusi memiliki arti; permulaan dari segala peraturanmengenai suatu Negara.Dengan demikian suatu konstitusi memuat aturan atau sendi-sendi pokok yang bersifatfundamental untuk menegakkan bangunan besar yang bernama “Negara”. Karena sifatnya yangfundamental ini maka aturan ini harus kuat dan tidak boleh mudah berubah-ubah. Dengan kata lainaturan fundamental itu harus tahan uji terhadap kemungkinan untuk diubah-ubah berdasarkankepentingan jangka pendek yang bersifat sesaat.Secara umum terdapat dua macam konstitusi yaitu : 1) konstitusi tertulis dan 2) konstitusi tak tertulis. Dalam hal yang kedua ini, hampir semua negara di dunia memiliki konstitusi tertulis atauundang-undang dasar (UUD) yang pada umumnya mengatur mengenai pembentukan, pembagianwewenang dan cara bekerja berbagai lembaga kenegaraan serta perlindungan hak azasi manusia.Isi konstitusi umumnya hanya memuat aturan-aturan pokok, hanya memuat garis-garis besar sebagai instruksi kepada pusat dan lain-lain penyelenggara negara untuk menyelenggarakankehidupan negara dan kesejahteraan sosial. Aturan-aturan asing lebih rinci diserahkan pengaturannya kepada undang-undang yang berada dibawah konstitusi, yang lebih mudah untuk dibuat, diperbaharui, maupun dicabut.Menurut Miriam Budiardjo, setiap Undang-undang Dasar / Konstitusi memuat ketentuan-ketentuansebagai berikt :1. Organisasi Negara.Misalnya: pembagian kekuasaan antara badan Eksekutif, Legeslatif dan Yudikatif. Masalah pembagian kekuasaan antara pemerintah pusat / pemerintah federal dengan pemerintah daerah / pemerintah negara bagian; Prosedur penyelesaian masalah pelanggaran yurisdiksi lembaga negara.a. Pembagian kekuasaan antara badan legislatif, eksekutif dan yudikatif.
5.Tujuan Konstiusi
a. Memberikan pembatasan sekaligus pengawasan terhadap penguasaanpolitik.b. Melepaskan control kekuasaan dari penguasa.c. Mmeberikan batasan – batasan ketetapan penguasa

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->