• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
Penanggung Jawab:
Al-Ustadz Qomar ZA, Lc
Redaktur Ahli:
Al-Ustadz Abdul Mu’thi Al-Maidani, Al-Ustadz Abdul Haq, Al-Ustadz Abdul Jabbar
Koordinator:
Ristyandani
Sekretaris:
Abu Harits
Bendahara:
Taufk 
Distribusi:
SlametWidodo
Alamat Redaksi:
Wisma Kun Salafyyan, Jl. Palagan Tentara Pelajar 99 RT 6 RW 34, SedanSariharjo, Ngaglik, Sleman
Telepon:
(0274) 7170587
E-mail:
pakis_jogja@yahoo.co.id
Diterbitkan di bawah Yayasan Asy Syariah denganAkta Notaris no.16 tanggal 31 Mei 2005
4
dua perkara yang saling terkait erat.Tidak didapati salah satu dari keduanyatanpa yang lain. Maka barangsiapa yangtidak ikhlas (memurnikan ibadah) berartidia seorang musyrik. Dan barangsiapayang tidak jujur dalam mengucapkannya
 berarti dia seorang munafk.
Orang yang ikhlas dalam mengucapkannyaadalah yang memurnikan ibadah kepadaZat Yang Berhak yaitu Allah bukan kepadayang selain-Nya. Inilah yang disebutdengan tauhid dan merupakan pondasiIslam. (
Qurrotul Uyun halaman 18
)Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin
v
memaparkan, SyaikhulIslam Ahmad bin Abdul Halim
v
 berkata: Sesungguhnya seorangyang mencari wajah Allah harusmenyempurnakan sarana-sarana yangmendukung pencariannya. Apabila diamenyempurnakannya maka nerakadiharamkan atasnya secara mutlak.Demikian pula jika dia melakukankebaikan-kebaikan dengan sempurnamaka neraka diharomkan atasnyasecara mutlak. Namun jika dia kurangmenyempurnakannya maka nilai pencariannya juga menjadi kurang.Sehingga kadar pengharoman nerakaatasnya juga berkurang. Hanya sajatauhidnya mencegah dari kekekalan didalam api neraka. Barangsiapa yang berzina, minum khomr atau mencuri,lalu dia mengucapkan persaksian bahwatidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah, dalam rangkamencari wajah Allah, berarti dia berdustadalam persaksiannya. Karena Nabi
n
  bersabda:
“Tidaklah seseorang yang berzina sebagai mukmin ketika berzina”.
(
HR Bukhori-Muslim dari hadits AbuHuroiroh
)Apalagi bila persaksiannya itu ingindianggap dalam rangka mencari wajahAllah.(
lihat Al-Qoulul Mufd halaman
1/74
)
Wallahu a’lam bishshowab.
 Al-Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani
Vol.4/03/1429H/2008
MENGGAPAI KEUTAMAAN TAUHID (2)
Bertauhid kepada Allah merupakanmodal pokok untuk menggapai segalakeberuntungan di dunia dan akhirat.Itulah rahmat Allah yang sangat luas bagi para pemeluk tauhid. Hak timbal balik ini merupakan ketetapan Allah bukan paksaan dan kehendak seorang pun. Allahmembentangkan keutamaannya bagisiapa yang mau merealisasikan tauhid.Rosulullah
n
pernah bertanya kepadaMu’adz bin Jabal
z
 َ َ و ،ِ د َ  ِ  ْ ا ى َ  َ عِلا َ ح  َ ْِ رْ َ تَأُذ َ  ُ   َ ي؟ِلا ى َ  َ عِ د َ  ِ  ْ ا َ ح 
“Wahai Mu’adz! Tahukah engkau hak  Allah atas hamba-Nya dan hak hamba- Nya atas Allah?
Mu’adz menjawab:
“Allah dan Rosul- Nya yang lebih mengetahui.”
Rosulullah
n
kemudian bersabda :
اْ  ُ كِ  ْ  ُ يََ وُْ وُ ُ  ْ  َ يْَأِ د َ  ِ  ْ ا ى َ  َ عِلا َ ح  َ َ  ُ يَْَأِلا ى َ  َ عِ د َ  ِ  ْ ا َ ح َ و ،ًئ ْ  َ شِ ِ بًئ ْ  َ شِ ِ بُِ  ْ  ُ يَْ َ 
“Hak Allah atas hamba-Nya adalahberibadah kepada-Nya tanpamenyekutukan-Nya dengan sesuatuapapun, dan hak hamba-Nya atas Allahadalah tidak menyiksa barangsiapa yang tidak menyekutukannya dengan sesuatuapapun.”
(
HR. Bukhori dan Muslim
)Hadits ini menjelaskan bahwa Allahtidak menyiksa seorang yang beribadahkepada-Nya tanpa berbuat syirik. Makatidak berbuat syirik belum cukup untuk menghindarkan dari adzab Allah. Akantetapi harus disertai dengan peribadatankepada Allah.Allah akan menyiksa seorang yang tidak mau beribadah kepada-Nya walaupun
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...