Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Kesejahteraan Pelaku Industri Pengolahan Ikan Pada Komunitas Klaster Masyarakat Nelayan Pesisir Sebuah Pendekatan Dinamika Sistem

Analisis Kesejahteraan Pelaku Industri Pengolahan Ikan Pada Komunitas Klaster Masyarakat Nelayan Pesisir Sebuah Pendekatan Dinamika Sistem

Ratings: (0)|Views: 586|Likes:
Published by Agoes Swagger

More info:

Published by: Agoes Swagger on Oct 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/19/2012

pdf

text

original

 
ANALISIS KESEJAHTERAAN PELAKU INDUSTRI PENGOLAHAN IKAN PADAKOMUNITAS KLASTER MASYARAKAT NELAYAN PESISIR : SEBUAHPENDEKATAN DINAMIKA SISTEM
Indah Lestari dan Budisantoso Wirjodirdjo
Jurusan Teknik IndustriInstitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) SurabayaKampus ITS Sukolilo Surabaya 60111Email: auriela_zone@yahoo.com ; santoso@ie.its.ac.id 
Abstrak
 Industri pengolahan ikan (IPI) merupakan 1 dari 3 klaster unggulan penggerak penciptalapangan kerja dan penurunan angka kemiskinan. Namun, hal ini tidak dibarengi dengankebijakan pemerintah yang berpihak kepada pelaku pelaku dalam rantai pasok ikan. Misalnyaadalah harga BBM pada nelayan yang akan berpengaruh terhadap tingkat ketersediaan bahanbaku ikan. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif kebijakan pemerintah pada aliran rantai pasok klaster nelayan pesisir yang berdampak pada tingkat kesejahteraan pelaku industri pengolahan ikan. Metodologi penelitian yang dilakukan pada penelitian inidengan menggunakan sistem dinamis, sebab sistem yang dikaji bersifat dinamis daninterdependensi, dimana timbulnya hambatan pada nelayan akan bedampak pada pelaku dalamrantai pasok ikan yaitu tengkulak dan industri pengolahan ikan. Berdasarkan penelitian yangtelah dilakukan, didapatkan hasil bahwa kebijakan harga BBM bedampak secara signifikanterhadap naik turunnya keuntungan nelayan sebab biaya operasional ikut meningkat. Harga BBM  juga berpengaruh terhadap saving IPI, namun tidak secara signifikan sebab daya beli ikanmenjadi turun. Sedangkan kebijakan regulasi harga berpengaruh terhadap keuntungan tengkulak sebab, keuntungan menjadi berkurang.
 Kata kunci
: kesejahteraan, klaster nelayan pesisir, dinamis
 
ABSTRACT
 
Fish processing industry (IPI) is 1 of 3 clusters superior force and employment creation in povertyreduction. However, this is not accompanied by government policies that favor the actors in the fish supply chain. For example of the government policies is fuel prices on fishermen who willaffect the level of fish raw material availability. Thus, this research aims to provide an alternativegovernment policy on cluster supply chain flow of coastal fishermen that affect the prosperity levelof the fish processing industry. Research methodology in this study using a dynamic systemapproach, because the system under study is dynamic and interdependence, where the incidence of resistance to the fishermen will have an impact on actors in the supply chain of middlemen and 
 fish processing industry. Based on research’ 
s result, the fuel price policy significantly impact upsand downs of fisherman benefits because it increased operating costs. Fuel price also affect tosaving IPI because the purchasing power of the fish to be down. While regulatory policies affect  prices because middlemen profits is reduced profits.
 Keywords:
 prosperity, coastal fisherman claster, dynamic
1.
 
Pendahuluan
Banyaknya jenis dan jumlah industripengolahan ikan tidak hanya dapatmeningkatkan kesejahteraan masyarakatnelayan pesisir, tetapi juga dapat menguatkanperekonomian nasional (Grahardyarini, 2008).Namun, Jumlah industri pengolahan yangsemakin meningkat dari tahun ke tahun ternyatamasih terdapat banyak kendala. Kebijakanpemerintah saat ini cenderung membiarkanpelaku usaha berjalan sendiri-sendiri hinggatumbang dan belum memiliki prioritaskebijakan yang mengarah pada industripengolahan ikan (Moeslim, 2008). Kondisiindustri pengolahan ikan dapat dikatakansedang mati suri (Moeslim, 2008). Hal inidisebabkan karena kapasitas produksi industripengolahan baru 52% akibat minimnya bahanbaku (Dinas Perikanan dan Kelautan, 2008).Kondisi ini semakin diperparah dengan kondisitata niaga perikanan yang belum memadaidengan harga jual yang kerap dipermainkantengkulak (Moeslim, 2008). Sehingga, perluadanya kebijakan pemerintah yang
 
2
memperhitungkan daya dukung industri dandaya serap pasar (Huseni, 2008). Tidak hanyapada masalah pasar, namun juga pada nelayansebagai
supplier 
ikan serta anggota dalamklaster nelayan pesisir yang memerlukanperhatian khusus kebijakan pemerintah (Siregardkk, 2007).Kondisi nelayan sebagai
supplier,
bila nelayansudah tidak mampu untuk membeli BBMsebagai bahan bakar perahunya, maka nelayanakan membiarkan perahunya disandarkan saja dipantai. Hal ini akan berdampak pada penurunanproduktivitas penangkapan ikan di laut(Kusumastanto, 2005). Produktivitas nelayanyang menurun berarti penurunan hasilpenangkapan ikan oleh nelayan. Bila penurunanproduktivitas penangkapan ikan berlangsungsecara terus menerus, maka dapat mengancampenurunan ketersediaan
supply
bahan baku ikanpada aliran rantai pasok setelah nelayan, sepertiindustri pengolahan, usaha mikro, kecil danmenengah (UKMK) untuk melakukan prosesproduksi (Kusumastanto, 2005). Dalam jangkapanjang, permasalahan rantai pasok akanberdampak pada kesejahteraan industripengolahan ikan sebagai bagian dari komunitasklaster masyarakat nelayan pesisir.Dari pemaparan mengenai kondisi pelaku yangberperan dalam industri pengolahan ikan diIndonesia, maka menjadi hal yang penting danperlu untuk diteliti lebih lanjut mengenaikebijakan pemerintah yang seharusnyadilakukan demi menjamin keberlanjutan industripengolahan ikan dalam jangka panjang.Permasalahan keberlanjutan industri pengolahanikan menjadi masalah yang bersifat sistem danmenarik untuk diteliti lebih lanjut. Bersifatsistem sebab timbulnya hambatan pada nelayanmenjadi timbulnya hambatan pula pada industripengolahan ikan sebagai pelaku dalam rantaipasok.Kebijakan pemerintah seharusnya memberikandampak merugikan sekecil mungkin terhadapkesejahteraan klaster masyarakat nelayanpesisir. Oleh karena itu, perlu sebuah alat bantumodel yang cukup representatif dari waktu kewaktu yang dapat digunakan para pengambilkebijakan untuk memprediksi dampak kebijakanpemerintah terhadap aliran rantai pasok. Modelyang dirasakan tepat dalam melakukan kajiansesuai dengan permasalahan yang dihadapiadalah sistem dinamik. Maka, dalam penelitianini terlebih dahulu dilakukan pembuatan modeluntuk mengidentifikasi indikator-indikator yangberhubungan dengan aliran rantai pasok ikan diIndonesia kemudian disimulasikan. Dalammodel simulasi tersebut dimasukkan kebijakanpemerintah yang berhubungan dengan aliranrantai pasok komunitas klaster masyarakatnelayan pesisir dan mengevaluasi padakebijakan seperti apa didapatkan alternatif skenario perbaikan dari kebijakan pemerintah.Tujuan dari penelitian ini adalahmengidentifikasi variabel-variabel yangberpengaruh terhadap sistem klaster nelayanpesisir, lalu melakukan pemodelan sistemnyasehingga diharapkan dapat memberikanalternatif evaluasi kebijakan pemerintah padarantai pasok klaster nelayan pesisir yang akanberdampak pada tingkat kesejahteraan pelakuindustri pengolahan ikan.Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian iniyaitu dapat mengetahui variabel-variabel yangberpengaruh terhadap kesejahteraan klasternelayan pesisir, sehingga dapat diketahuiperubahan perilaku dari keseluruhan sistemapabila terjadi perubahan kebijakan atasvariabel yang dipilih. Penelitian ini jugadiharapkan dapat bermanfaat denganmemberikan peringatan dini atas dampak kebijakan pemerintah terhadap kesejejahteraanklaster nelayan pesisir.Pembahasan penelitian ini dibatasi padakomunitas klaster nelayan pesisir di KecamatanPaciran, Lamongan Jawa Timur denganpendefinisian pelaku dalam rantai pasok adalahnelayan sebagai produsen, TPI sebagaidistributor, dan industri pengolahan ikansebagai konsumen. Sedangkan skala industriindustri pengolahan ikan (IPI) yang diamatiberskala UKMK. Penelitian ini menggunakanbeberapa asumsi yaitu kebijakan pemerintahyang berdampak langsung terhadap tingkatkesejahteraan merupakan skenario dasar dalammenentukan skenario lainnya, tingkat inflasidipicu oleh kenaikan harga BBM dan jumlahsampel industri pengolahan ikan yang diamatidianggap dapat mewakili kondisi sistem sebabterdiri atas tiap-tiap jenis industri pengolahanikan yang berproduksi secara kontinyu.
2.
 
Metodologi Penelitian
Bab ini akan menjelaskan langkah-langkahterstruktur yang dilakukan dalam melakukanpenelitian ini. Langkah-langkah ini digunakan
 
3
sebagai acuan sehingga penelitian dapatberjalan secara sistematis sesuai dengan tujuandan waktu penelitian. Pada tahap identifikasimasalah akan dijelaskan permasalahan dilapangan yang akan dibahas dan ditelitisehingga dapat ditemukan solusi dalammenyelesaikan permasalahan. Tahap identifikasimasalah meliputi identifikasi dan perumusanmasalah, penetapan tujuan dan manfaatpenelitian, dan studi pustaka. Permasalahandalam penelitian ini yaitu seberapa jauhkebijakan pemerintah berpengaruh terhadapaliran rantai pasok komunitas klaster nelayanpesisir yang akan berdampak pada tingkatkesejahteraan pelaku industri pengolahan ikan.Setelah mengidentifikasi dan merumuskanmasalah, selanjutnya adalah menentukan tujuandan manfaat penelitian seperti yang telahdijelaskan pada bab pendahuluan. Sebagai dasarpenelitian, digunakan studi literatur sebagaipedoman dalam menyelesaikan masalah danmencapai tujuan penelitian. Studi pustaka yangdibutuhkan sebagai dasar dalam penelitian inidiantaranya terkait dengan gambaran komunitasklaster masyarakat nelayan pesisir, industripengolahan ikan, rantai pasok, serta mengenaikebijakan pemerintah pada komunitas klastermasyarakat nelayan pesisir. Pustaka yangdigunakan diambil dari buku
 – 
buku teks,penelitian atau riset terdahulu,
website
dan jurnal yang dapat dijadikan sebagai referensidalam penelitian. Sebelum membuat modelsistem aliran rantai pasok, maka diperlukanpemahaman mengenai semua variabel yangberpengaruh. Variabel yang berpengaruh terdiriatas variabel parameter kesejahteraan klasterdan variabel kebijakan pemerintah yangberpengaruh dalam sistem klaster nelayanpesisir.Setelah mengetahui variabel-variabel yang akanberpengaruh dalam model, maka dilakukanpembuatan model awal dan diagram sebabakibat rantai pasok ikan antara industripengolahan ikan dalam klaster masyarakatnelayan pesisir yang terintegrasi. Tahapandalam pembuatan model ini terdiri daripengumpulan data dan pembuatan modelsistem rantai pasok klaster nelayan pesisir.Pengumpulan data disini adalah data-data yangdigunakan sebagai variabel input dan asumsidalam model aliran rantai pasok ikan.Pembuatan model didahului dengan penentuanbatasan model, pengidentifikasian diagramsebab akibat, kemudian menyusun diagramsebab akibat. Pembuatan model ini dilakukandengan menggunakan perangkat lunak yaitu
Ventana Simulation
(Vensim). Setelah modeldibuat, maka dilakukan percobaan dan melihatapakah model telah sesuai dengan logikadikenyataan atau tidak.Tahapan selanjutnya adalah mensimulasi danmengevaluasi kebijakan yang juga terdiri atastahapan formulasi model, input data danmenjalankan simulasi, dan evaluasi skenariokebijakan. Formulasi model adalah prosesmembuat persamaan matematis dari variabel-variabel yang terdapat di dalam model.Kemudian memeriksa model apakah sudah tidak terjadi kesalahan sehingga model dapatdisimulasikan (verifikasi). Sedangkan prosesvalidasi yaitu menguji apakah model sudahmampu mewakili atau menggambarkan sistemnyata. Langkah selanjutnya setelah model dapatdinyatakan benar dan
valid 
adalah melakukanskenario kebijakan dengan mengubah nilaiparameter variabel pada model sistem. Dariperubahan kondisi yang dilakukan, akandihasilkan
output 
simulasi yang berbeda.Berdasarkan
output 
simulasi dapat dilihatpengaruh kebijakan pemerintah seperti apa yangdapat mempengaruhi tingkat kesejahteraanindustri pengolahan ikan secara signifikan.Setelah itu adalah menganalisis keseluruhanhasil penelitian dan membuat kesimpulan dansaran.
3.
 
Pengumpulan dan Pengolahan Data3.1 Identifikasi Sistem Klaster NelayanPesisir
Identifikasi sistem bertujuan untuk mengetahuielemen elemen yang terlibat didalam sistem danhubungan nyata antar elemen tersebut.Pengidentifikasian elemen-elemen diharapkandapat digunakan dalam pemodelan sistem,sehingga dapat mencerminkan kondisi
realsystem.
3.1.1.Pelaku Sistem Klaster Nelayan Pesisir
Penjabaran pelaku-pelaku yang terlibat danmenjadi fokus amatan pada penelitian ini dapatdigambarkan pada
 Big Picture Mapping
(BPM)pada gambar 3.1. Fokus penelitian ini terdiriatas kelompok nelayan, TPI, dan industripengolahan ikan. Bahasan mengenai nelayandidasarkan pada penelitian PHKI Teknik 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->