Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Manajemen Risiko Dalam Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Perusahaan

Manajemen Risiko Dalam Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Perusahaan

Ratings: (0)|Views: 212|Likes:
Published by niwo_sipil

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: niwo_sipil on Oct 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/04/2013

pdf

text

original

 
Manajemen Risiko dalam Keselamatan danKesehatan Kerja PadaPerusahaan Konstruksi
Posted on 17 Januari 2011  By. Afis pasita, Asrif yanto, Emmi fauzianti, Irna pebrindo & Jesisca sonya
Pendahuluan
Perusahaan Jasa Konstruksi Menurut Porter (1980) perusahaan adalah sekumpulan kegiatanyang dilaksanakan untuk merancang, memasarkan, mengantarkan, dan mendukungproduknya. Tujuan suatu perusahaan adalah mempertahankan kelangsungan hidup,melakukan pertumbuhan, serta meningkatkan profitabilitas.Tiga tujuan tersebut merupakan pedoman arah strategis semua organisasi bisnis. Perusahaanyang tidak mampu bertahan hidup tidak akan mampu memberi harapan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.Perusahaan yang kompetitif diindikasikan dengan adanya sumber daya manusia yangmempunyai keterampilan dan kecakapan kerja yang baik dan inovatif, sehingga perusahaantidak mengalami kesulitan dalam persaingan bebas. Selain itu harus mempertimbangkankualitas kerja, memiliki kecepatan, menghasilkan produk yang efisien serta memperhatikankepuasan pelanggan.Industri konstruksi merupakan suatu jenis Industri yang dapat dijadikan indikasi pergerakanroda ekonomi bersama dengan industry-industri yang lain. Industri konstruksi mempunyaisifat-sifat antara lain :1.Berorientasi pada tenaga kerja2.Cenderung komplek, banyak pihak yang terlibat3.Jangka waktu pendek 4.Setiap proyek adalah unik 5.Dibangun dilapangan dan banyak dipengaruhi lingkungan sekitar6.Banyak dipengaruhi oleh lokasi dan budaya setempat7.Sering terjadi permintaan perubahanSelain itu industri konstruksi mempunyai karakteristik yang membedakannya dengan industrilain, yaitu :1.Orang
 – 
orang yang terlibat dalam proyek seringkali bekerja secara sementara2.Tiap proyek adalah unik dan perubahan kondisi mengurangi hasil yang ingin dicapai darifactor-faktor pendukung yang ada.3.Keorganisasian bersifat sementara dan sebagai akibatnya tidak ada komitmen antara kliendan penyedia jasa untuk membangun ketrampilan tenaga kerja dan proyek.Industri konstruksi adalah industri yang mencakup semua pihak yang terkait dengan proseskonstruksi termasuk tenaga profesi, pelaksana konstruksi dan juga para pemasok yangbersama-sama memenuhi kebutuhan pelaku dalam industri (Hillebrandt 1985). Dibandingkandengan industri lain, misalnya industri pabrikan (manufacture), maka bidang konstruksimempunyai karakteristik yang sangat spesifik, bahkan unik. Karakteristik usaha jasakonstruksi terdiri dari :
 
1. Produk jual sebelum proses produksi dimulai
2. Produk bersifat ”custom
-
made”
 3. Lokasi produk berpindah-pindah4. Proses produk berlangsung dialam terbuka5. Penjualan produk dilakukan dialam terbuka6. Proses produk melibatkan berbagai jenis peralatan berbagai klasifikasi dankualifikasi tenaga kerja, serta berbagai tingkatan teknologi7. Penawaran suatu pekerjaan konstruksi umumnya berdasarkan pengalamanmelaksanakan pekerjaan sejenisKata jasa konstruksi bermakna sangat luas, pada umumnya bidang-bidang jasa konstruksimeliputi :1. Bidang perencanaan (design)2. Bidang pelaksanaan (construction)3. Bidang pengawasan (supervision/construction management)4. Bidang pengelolaan lahan (property management5. Bidang pengembangan lahan (developer)
Identifikasi Bahaya
Pelaksanaan konstruksi mempunyai risiko untung atau rugi yang sangat divergen yang semuabaru dapat diketahui pada saat proyek selesai dilaksanakan secara tuntas.Tantangan Masalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Proyek Konstruksi di Indonesiaproyek konstruksi di negara-negara berkembang, terdapat tiga kali lipat tingkat kematiandibandingkan dengan di negara-negara maju.Masalah umum mengenai K3 ini juga terjadi pada penyelenggaraan konstruksi. Tenaga kerjadi sektor jasa konstruksi mencakup sekitar 7-8% dari jumlah tenaga kerja di seluruh sektor,dan menyumbang 6.45% dari PDB di Indonesia. Sektor jasa konstruksi adalah salah satusektor yang paling berisiko terhadap kecelakaan kerja, disamping sektor utama lainnya yaitupertanian, perikanan, perkayuan, dan pertambangan.identifikasi risiko tersebut dapat dilihat berdasarkan fakta bahwa :1.Jumlah tenaga kerja di sektor konstruksi yang mencapai sekitar 4.5 juta orang,2.Sebanyak 53% di antaranya hanya mengenyam pendidikan sampai dengan tingkat SekolahDasar, bahkan sekitar 1.5% dari tenaga kerja ini belum pernah mendapatkan pendidikanformal apapun.3.Sebagai besar dari mereka juga berstatus tenaga kerja harian lepas atau borongan yang tidak memiliki ikatan kerja yang formal dengan perusahaan. Kenyataan ini tentunya mempersulitpenanganan masalah K3 yang biasanya dilakukan dengan metoda pelatihan dan penjelasan-penjelasan mengenai Sistem Manajemen K3 yang diterapkan pada perusahaan konstruksi4.Sumber daya manusia yang bersifat sementara selama proyek berlangsung,5.Proyek bersifat unik karena tidak ada proyek yang sama satu dengan yang lain,6.Keorganisasian proyek bersifat sementara.Sifat
 – 
sifat dalam proyek konstruksi ini berpotensi mengakibatkan terjadinya hal
 – 
hal yangtidak diinginkan menjadi resiko. Resiko tersebut ada dalam semua aspek yang membutuhkanperencanaan dan pengaturan , akan tetapi kompleksitas dan tingkat risiko dalam tiap-tiappekerjaan sangat variatif tergantung seberapa besar pekerjaan dan bidang yang dijalankan.Resiko dan ketidak pastian ada dalam semua aspek pekerjaan konstruksi tanpa melihat
 
ukuran , kompleksitas, lokasi, sumber daya , maupun kecepatan konstruksi suatu proyek . Halyang terpenting bahwa persepsi terhadap resiko adalah factor kunci dalam membuatkeputusan dan harus diperhitungkan dalam semua prosedur penilaian resiko yang harusdikelola.Penilaian Risiko Kecelakaan Kerja Pada Proyek KonstruksiIndustri jasa konstruksi merupakan salah satu sektor industri yang memiliki risiko kecelakaankerja yang cukup tinggi. Berbagai penilaian dapat dilakukan dalam hal penyebab utamakecelakaan kerja pada proyek konstruksi adalah :1.Karakteristik proyek konstruksi yang bersifat unik,2.Lokasi kerja yang berbeda-beda, terbuka dan dipengaruhi cuaca,3.Waktu pelaksanaan yang terbatas, dinamis dan menuntut ketahanan fisik yang tinggi,4.Banyak menggunakan tenaga kerja yang tidak terlatih.5.Manajemen keselamatan kerja yang sangat lemah, akibatnya para pekerja bekerja denganmetoda pelaksanaan konstruksi yang berisiko tinggi.
Risiko Kecelakaan Kerja Pada Proyek Konstruksi
Pekerjaan-pekerjaan yang paling berbahaya adalah pekerjaan yang dilakukan pada ketinggiandan pekerjaan galian. Pada ke dua jenis pekerjaan ini kecelakaan kerja yang terjadi cenderungserius bahkan sering kali mengakibatkan cacat tetap dan kematian. Jatuh dari ketinggianadalah risiko yang sangat besar dapat terjadi pada pekerja yang melaksanakan kegiatankonstruksi pada elevasi tinggi. Biasanya kejadian ini akan mengakibat kecelakaan yang fatal.Sementara risiko tersebut kurang dihayati oleh para pelaku konstruksi, dengan sering kalimengabaikan penggunaan peralatan pelindung (personal fall arrest system) yang sebenarnyatelah diatur dalam pedoman K3 konstruksi.Jenis-jenis kecelakaan kerja akibat pekerjaan galian dapat berupa tertimbun tanah, tersengataliran listrik bawah tanah, terhirup gas beracun, dan lain-lain. Bahaya tertimbun adalah risikoyang sangat tinggi, pekerja yang tertimbun tanah sampai sebatas dada saja dapat berakibatkematian. Di samping itu, bahaya longsor dinding galian dapat berlangsung sangat tiba-tiba,terutama apabila hujan terjadi pada malam sebelum pekerjaan yang akan dilakukan pada pagikeesokan harinya. Data kecelakaan kerja pada pekerjaan galian di Indonesia belum tersedia,namun sebagai perbandingan, Hinze dan Bren (1997) mengestimasi jumlah kasus di AmerikaSerikat yang mencapai 100 kematian dan 7000 cacat tetap per tahun akibat tertimbun longsordinding galian serta kecelakaan-kecelakaan lainnya dalam pekerjaan galian.Masalah keselamatan dan kesehatan kerja berdampak ekonomis yang cukup signifikan.Setiap kecelakaan kerja dapat menimbulkan berbagai macam kerugian. Di samping dapatmengakibatkan korban jiwa.
Pengelolaan risiko
Sumber daya manusia didalam organisasi harus dikelola dengan baik, Pengelolaan sumberdaya manusia dalam organisasi terdiri dari :1.Pengadaan personil2.Pengembangan personil melalui pelatihan dan pendidikan3.Pemberian imbalan4.Integrasi personil kedalam organisasi5.Pemeliharaan terhadap personil yang ada6.Pemberhentian personil

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->