Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MAKALAH LANDASAN PENDIDIKAN

MAKALAH LANDASAN PENDIDIKAN

Ratings: (0)|Views: 52 |Likes:

More info:

Published by: Syarif Rizalia Albar on Oct 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/09/2013

pdf

text

original

 
1
 
BAB IPENDAHULUANA.
 
Latar Belakang
Sebagai bentuk perwujudan pengakuan dan penegakkan hak asasi manusiabagi warga negaranya, pemerintah Indonesia menuangkannya ke dalam konstitusiyang tersemat di dalam UUD 1945, Ketetapan MPR Nomor XVII/MPR/1998maupun di dalam Undang
 – 
Undang Nomor 39 Tahun 1999. Kumpulan peraturanyang bersumber pada Pancasila dan UUD 1945 tersebut tersusun dengan rincianperundang-undangan yang mengerucut dan spesifik sehingga diharapkan dapatmemudahkan setiap pelaksanaan dan pengawasannya. Di dalamnya juga tertuangsalah satu hak asasi manusia Indonesia yang berpadanan dengan tujuan bangsaini. Hak untuk memperoleh pendidikan. Di mana pendidikan juga merupakanbagian penting dari rangkaian aktivitas mencerdaskan kehidupan bangsa.Pendidikan dapat disefinisikan sebagai daya upaya memajukan budipekerti (karakter, kekuatan, batin), pikiran (intelektual) dan jasmani anak-anak selaras dengan alam dan masyarakatnya. Dari definisi tersebut memberi kitasebuah pertunjuk yang jelas tentang apa yang menjadi tujuan akhir pendidikan.Sebuah usaha tak henti untuk membangun manusia Indonesia yang berkualitas.Cerdas dan berbudi pekerti luhur. Pernyataan ini juga selaras dengan pemaknaanpendidikan menurut rumusan UU Sisdiknas tahun 2003. Pendidikan diartikansebagai sebuah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
 
2
 
proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensidirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,bangsa dan negara. Betapa sungguh mulia dan sentralnya peran pendidikansebagai jembatan perwujudan Indonesia yang semakin maju dengan kualitassumber daya manusia yang unggul.Tetapi jika kita mencermati setiap fenomena dan permasalahan yangterjadi, sepertinya penegakkan salah satu hak asasi manusia Indonesia ini hanyaberjalan seadanya saja. Seakan mengesampingkan pentingnya pendidikan bagirakyat negeri ini, para petinggi negeri terlalu sibuk dengan permasalahan yang tak kunjung usai. Mereka tak lagi memperhatikan proses pembentukan manusiaPancasila yang cerdas dan bernurani. Manusia yang bukan saja berpengetahuantetapi juga hidup dengan akhlak mulia dan berintegritas.Banyak cara yang telah diusulkan, namun tak banyak hal yang dilakukan.Nihil, tanpa hasil dan tanpa tindak lanjut yang menyelesaikan masalah. Demikiangambaran dari semua masukan yang diberikan masyarakat untuk pemerintah.Setali tiga uang dengan dunia pendidikan. Perbaikan hanya dilakukan setelahsuatu borok diketahui khalayak ramai. Tanpa itu, jangan harap ada perubahansignifikan ke arah yang lebih baik.Penekanan keberhasilan hanya dari aspek kuantitatif pada pendidikan dinegeri justru telah merusak sendi-sendi kehidupan moral bangsa. Bukannyamenjunjung tinggi nilai kejujuran, tetapi justru mengesampingkan kebenaran
 
3
 
bahkan memusuhinya demi asa segelintir orang yang berporos pada keinginan diridan kebanggan semu. Pemerintah bukannya segera bertindak dengan mengubahcara pandang tetapi justru seakan hanya mengambil langkah diplomatis,menyelesaikan setiap polemik dengan janji-janji yang akan menguap seiringberjalannya waktu. Pendidikan yang mulanya sangat mulia dan luhur demimembangun manusia Indonesia yang berpengetahuan dan berbudi pekerti luhurtelah berubah menjadi penghancur. Hal ini terjadi lantaran ketidaksanggupanpihak penguasa mencari akar dari setiap permasalahan dan menyelesaikannya.Dengan fakta yang terjadi di negeri ini mau tak mau menjerat setiap orangtua murid ke dalam dilematika pendidikan yang pelik. Hal ini menyebabkanmereka harus ikut berpusing diri memikirkan pendidikan terbaik dan berkualitasuntuk anak-anak mereka. Bukan saja membuat anak-anak merekaberpengetahuan, tetapi juga berakhlak mulia. Sekalipun sadar masa depan anak mereka dipertaruhkan, tetapi hanya sedikit dari para orang tua itu yang beranimenunjukkan kekritisannya akan dunia pendidikan. Entah merasa jenuh denganbanyaknya masalah yang terjadi atau mungkin lelah berjibaku untuk sesuatu yangberujung pada kesia-siaan. Banyak dari orang tua murid lebih memilih untuk berdiam diri, sekalipun tidak berpasrah diri begitu saja. Dari kondisi initerlukiskan betapa masyarakat juga menanggung beban yang seharusnya tidak mereka tanggung akibat permasalahan pendidikan yang makin ruwet di negeri ini.Anehnya, pemerintah justru makin hari seakan makin lepas tangan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->