Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
7Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
kontrasepsi

kontrasepsi

Ratings: (0)|Views: 405|Likes:
Published by Rere Sea Olive
ASUHAN KEPERAWATAN AKSEPTOR KB
A. Pengertian
Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinana ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia, sejahtera (Wiyono, 1997).

B. Tujuan KB
1. Tujuan Demografis
Yaitu dapat dikendalikannya tingkat pertumbuhan penduduk sebagai patokan dalam usaha mencapai tujuan tersebut telah ditetapkan suatu target demografi berupa penurunan angka fertilitas dari 44 permil pada tahun 1971 menjadi 22 permil pada tahun 1990.
2. Tujuan Normatif
Yaitu dapat dihayati norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera (NKKBS) yang pada waktunya akan menjadi falsafah hidup masyarakat Indonesia (Mochtar, 1998).

C. Sasaran KB
1. Sasaran Langsung
Yaitu pasangan usia subur (PUS) agar mereka menjadi peserta keluarga berencana lestari sehingga memberikan efek langsung pada penurunan fertilitas.
2. Sasaran Tidak Langsung
Yaitu organisasi-organisasi kemasyarakatan, instansi pemerintahan maupun swasta, tokoh-tokoh masyarakat (Wanita dan Pemuda) yang diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap proses pembentukan sistem keluarga kecil bahagia sejahtera (Mochtar, 1998).

D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Kontrasepsi
1. Faktor-faktor Motivasi dan Rehabilitasi
a. Umur
b. Gaya hidup
c. Frekuensi senggama
d. Jumlah keluarga yang diinginkan
e. Pengalaman kontrasepsi yang lalu
f. Sikap kewanitaan dan kepriaan
2. Faktor kesehatan, kontraindikasi, absolut dan relatif
a. Riwayat haid
b. Efek samping minor
c. Komplikasi-komplikasi yang potensial
d. Pemeriksaan flek dan panggul
3. Faktor metode kontrasepsi penerimaan dan pemakaian berkesinambungan
a. Efektivitas
b. Efek samping minor
c. Komplikasi-komplikasi yang potensial
d. Kerugian
e. Biaya

E. Syarat Metode Kontrasepsi Yang Baik
1. Aman dan tidak berbahaya
2. Dapat diandalkan
3. Sederhana
4. Murah
5. Dapat diterima orang banyak
6. Pemakaian jangka panjang (Hartono, 1994)

F. Macam-Macam Metode Kontrasepsi
1. Metode Sederhana
Terdiri dari 2 macam yaitu dengan alat seperti kondom pria, kondum wanita, diafragma, servical cap, dan tanpa alat seperti metode alami, coitus interuptus.
2. Metode Modern
Terdiri atas kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, KB suntik, implant, AKDR/IUD, kontrasepsi mantab, seperti MOW dan MOP.

G. Suntik Kombinasi
1. Pengertian
Adalah 25 mg deponaroxi progesteron acetat dan 1 mg estradiol sipionat yang diberikan injeksi 1 M sebutan seklai (cyclofem) dan 50 mg nereticinicon enafat dan 5 mg estradiol valenat yang diberikan injeksi 1 M sebutan sekali (Saifuddin, 2003).
2. Efektivitas
Sangat efektif (0.1 – 0.4 kehamilan per 100 perempuan) selama tahun pertama penggunaan (Saifuddin, 2003).
3. Mekanisme
a. Menekan ovulasi
b. Membuat lendir menjadi kental sehingga penetrasi sperma terganggu.
c. Perubahan pada endometrium (atrofi) sehingga implementasi terganggu.
d. Penghambatan transportasi gamet oleh tuba
(Saifuddin, 2003).
4. Keuntungan
a. Risiko terhadap kesehatan kecil
b. Tidak berpengaruh terhadap hubungan suami istri
c. Tidak diperlukan pemeriksaan dalam
d. Jangka panjang
e. Efek samping sangat kecil
f. Klien tidak menyimpan obat suntik
g. Mengurangi jumlah perdarahan
h. Mengurangi nyeri pada saat haid
i. Mencegah anemia (Saifuddin, 2003)
5. Kerugian
a. Terjadi perubahan pada haid
b. Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan dan keluhan seperti hilang setelah suntikan kedua dan ketiga.
c. Ketergantungan klien terhadap petugas kesehatan.
d. Penambahan berat badan.
e. Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah penghentian pemakaian (Saifuddin, 2003)
6. Indikasi
a. Usia reproduksi
b. Setelah memiliki anak ataupun yang belum memiliki anak
c. Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektifitas tinggi
d. Mengyusui ASI pasca persalinan > 6 bulan.
e. Pasca persalinan dan tidak menyusui
f. Anemia
g. Nyeri haid hebat
h. Haid teratur
i. Riwayat kehamilan ektopik
j. Sering lelah menggunakan pil kontr
ASUHAN KEPERAWATAN AKSEPTOR KB
A. Pengertian
Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinana ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia, sejahtera (Wiyono, 1997).

B. Tujuan KB
1. Tujuan Demografis
Yaitu dapat dikendalikannya tingkat pertumbuhan penduduk sebagai patokan dalam usaha mencapai tujuan tersebut telah ditetapkan suatu target demografi berupa penurunan angka fertilitas dari 44 permil pada tahun 1971 menjadi 22 permil pada tahun 1990.
2. Tujuan Normatif
Yaitu dapat dihayati norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera (NKKBS) yang pada waktunya akan menjadi falsafah hidup masyarakat Indonesia (Mochtar, 1998).

C. Sasaran KB
1. Sasaran Langsung
Yaitu pasangan usia subur (PUS) agar mereka menjadi peserta keluarga berencana lestari sehingga memberikan efek langsung pada penurunan fertilitas.
2. Sasaran Tidak Langsung
Yaitu organisasi-organisasi kemasyarakatan, instansi pemerintahan maupun swasta, tokoh-tokoh masyarakat (Wanita dan Pemuda) yang diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap proses pembentukan sistem keluarga kecil bahagia sejahtera (Mochtar, 1998).

D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Kontrasepsi
1. Faktor-faktor Motivasi dan Rehabilitasi
a. Umur
b. Gaya hidup
c. Frekuensi senggama
d. Jumlah keluarga yang diinginkan
e. Pengalaman kontrasepsi yang lalu
f. Sikap kewanitaan dan kepriaan
2. Faktor kesehatan, kontraindikasi, absolut dan relatif
a. Riwayat haid
b. Efek samping minor
c. Komplikasi-komplikasi yang potensial
d. Pemeriksaan flek dan panggul
3. Faktor metode kontrasepsi penerimaan dan pemakaian berkesinambungan
a. Efektivitas
b. Efek samping minor
c. Komplikasi-komplikasi yang potensial
d. Kerugian
e. Biaya

E. Syarat Metode Kontrasepsi Yang Baik
1. Aman dan tidak berbahaya
2. Dapat diandalkan
3. Sederhana
4. Murah
5. Dapat diterima orang banyak
6. Pemakaian jangka panjang (Hartono, 1994)

F. Macam-Macam Metode Kontrasepsi
1. Metode Sederhana
Terdiri dari 2 macam yaitu dengan alat seperti kondom pria, kondum wanita, diafragma, servical cap, dan tanpa alat seperti metode alami, coitus interuptus.
2. Metode Modern
Terdiri atas kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, KB suntik, implant, AKDR/IUD, kontrasepsi mantab, seperti MOW dan MOP.

G. Suntik Kombinasi
1. Pengertian
Adalah 25 mg deponaroxi progesteron acetat dan 1 mg estradiol sipionat yang diberikan injeksi 1 M sebutan seklai (cyclofem) dan 50 mg nereticinicon enafat dan 5 mg estradiol valenat yang diberikan injeksi 1 M sebutan sekali (Saifuddin, 2003).
2. Efektivitas
Sangat efektif (0.1 – 0.4 kehamilan per 100 perempuan) selama tahun pertama penggunaan (Saifuddin, 2003).
3. Mekanisme
a. Menekan ovulasi
b. Membuat lendir menjadi kental sehingga penetrasi sperma terganggu.
c. Perubahan pada endometrium (atrofi) sehingga implementasi terganggu.
d. Penghambatan transportasi gamet oleh tuba
(Saifuddin, 2003).
4. Keuntungan
a. Risiko terhadap kesehatan kecil
b. Tidak berpengaruh terhadap hubungan suami istri
c. Tidak diperlukan pemeriksaan dalam
d. Jangka panjang
e. Efek samping sangat kecil
f. Klien tidak menyimpan obat suntik
g. Mengurangi jumlah perdarahan
h. Mengurangi nyeri pada saat haid
i. Mencegah anemia (Saifuddin, 2003)
5. Kerugian
a. Terjadi perubahan pada haid
b. Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan dan keluhan seperti hilang setelah suntikan kedua dan ketiga.
c. Ketergantungan klien terhadap petugas kesehatan.
d. Penambahan berat badan.
e. Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah penghentian pemakaian (Saifuddin, 2003)
6. Indikasi
a. Usia reproduksi
b. Setelah memiliki anak ataupun yang belum memiliki anak
c. Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektifitas tinggi
d. Mengyusui ASI pasca persalinan > 6 bulan.
e. Pasca persalinan dan tidak menyusui
f. Anemia
g. Nyeri haid hebat
h. Haid teratur
i. Riwayat kehamilan ektopik
j. Sering lelah menggunakan pil kontr

More info:

Published by: Rere Sea Olive on Oct 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/27/2013

pdf

text

original

 
ASUHAN KEPERAWATAN AKSEPTOR KBA. PengertianKeluarga Berencana (KB) merupakan upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinana ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluargakecil, bahagia, sejahtera (Wiyono, 1997).B. Tujuan KB1. Tujuan DemografisYaitu dapat dikendalikannya tingkat pertumbuhan penduduk sebagai patokan dalam usaha mencapai tujuan tersebut telah ditetapkan suatu target demografi berupa penurunan angka fertilitas dari 44 permil pada tahun 1971 menjadi 22 permil pada tahun 1990.2. Tujuan NormatifYaitu dapat dihayati norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera (NKKBS) yang pada waktunya akan menjadi falsafah hidup masyarakat Indonesia (Mochtar, 1998).C. Sasaran KB1. Sasaran LangsungYaitu pasangan usia subur (PUS) agar mereka menjadi peserta keluarga berencana lestari sehingga memberikan efek langsung pada penurunan fertilitas.2. Sasaran Tidak LangsungYaitu organisasi-organisasi kemasyarakatan, instansi pemerintahan maupun swasta,tokoh-tokoh masyarakat (Wanita dan Pemuda) yang diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap proses pembentukan sistem keluarga kecil bahagia sejahtera (Mochtar, 1998).D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Kontrasepsi1. Faktor-faktor Motivasi dan Rehabilitasia. Umurb. Gaya hidupc. Frekuensi senggamad. Jumlah keluarga yang diinginkane. Pengalaman kontrasepsi yang laluf. Sikap kewanitaan dan kepriaan2. Faktor kesehatan, kontraindikasi, absolut dan relatifa. Riwayat haidb. Efek samping minorc. Komplikasi-komplikasi yang potensiald. Pemeriksaan flek dan panggul3. Faktor metode kontrasepsi penerimaan dan pemakaian berkesinambungana. Efektivitasb. Efek samping minorc. Komplikasi-komplikasi yang potensiald. Kerugiane. BiayaE. Syarat Metode Kontrasepsi Yang Baik1. Aman dan tidak berbahaya2. Dapat diandalkan3. Sederhana4. Murah5. Dapat diterima orang banyak6. Pemakaian jangka panjang (Hartono, 1994)F. Macam-Macam Metode Kontrasepsi1. Metode SederhanaTerdiri dari 2 macam yaitu dengan alat seperti kondom pria, kondum wanita, diafragma, servical cap, dan tanpa alat seperti metode alami, coitus interuptus.2. Metode Modern
 
Terdiri atas kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, KB suntik, implant, AKDR/IUD,kontrasepsi mantab, seperti MOW dan MOP.G. Suntik Kombinasi1. PengertianAdalah 25 mg deponaroxi progesteron acetat dan 1 mg estradiol sipionat yang diberikan injeksi 1 M sebutan seklai (cyclofem) dan 50 mg nereticinicon enafat dan 5mg estradiol valenat yang diberikan injeksi 1 M sebutan sekali (Saifuddin, 2003).2. EfektivitasSangat efektif (0.1 – 0.4 kehamilan per 100 perempuan) selama tahun pertama penggunaan (Saifuddin, 2003).3. Mekanismea. Menekan ovulasib. Membuat lendir menjadi kental sehingga penetrasi sperma terganggu.c. Perubahan pada endometrium (atrofi) sehingga implementasi terganggu.d. Penghambatan transportasi gamet oleh tuba(Saifuddin, 2003).4. Keuntungana. Risiko terhadap kesehatan kecilb. Tidak berpengaruh terhadap hubungan suami istric. Tidak diperlukan pemeriksaan dalamd. Jangka panjange. Efek samping sangat kecilf. Klien tidak menyimpan obat suntikg. Mengurangi jumlah perdarahanh. Mengurangi nyeri pada saat haidi. Mencegah anemia (Saifuddin, 2003)5. Kerugiana. Terjadi perubahan pada haidb. Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan dan keluhan seperti hilang setelahsuntikan kedua dan ketiga.c. Ketergantungan klien terhadap petugas kesehatan.d. Penambahan berat badan.e. Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah penghentian pemakaian (Saifuddin, 2003)6. Indikasia. Usia reproduksib. Setelah memiliki anak ataupun yang belum memiliki anakc. Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektifitas tinggid. Mengyusui ASI pasca persalinan > 6 bulan.e. Pasca persalinan dan tidak menyusuif. Anemiag. Nyeri haid hebath. Haid teraturi. Riwayat kehamilan ektopikj. Sering lelah menggunakan pil kontrasepsi7. Kontraindikasia. Hamil atau diduga hamilb. Menyusui di bawah 6 minggu pasca persalinanc. Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya.d. Penyakit haid akut (virus hepatitis)e. Usia > 35 tahun yang merokokf. Riwayat penyakit jantung, stroke atau dengan tekanan darah tinggi (> 180/110mmHg)g. Riwayat kelainan tromboemboli atau dengan kencing manis > 20 tahunh. Kelainan pembuluh darah yang menyebabkan sakit kepala atau migraini. Keganasan payudaya. (Saifuddin, 2003)
 
KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN PADA AKSEPTOR KB SUNTIK KOMBINASIPengkajianA. Subyektif1. IdentitasYang dikaji meliputi biodata dan suami mulai dari nama, umur, suku, agama, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, alamat, no. telp.2. Keluhan UtamaDikaji keluhan klien yang berhubungan dengan penggunaan KB suntik kombinasi tersebut antara lain amenorea/ perdarahan tidak terjadi, perdarahan bercak, meningkatnya/ menurunnya BB.3. Riwayat KBDikaji apakah klien pernah menjadi akseptor KB lain sebelum menggunakan KB kombinasi dan sudah berapa lama menjadi akseptor KB tersebut.4. Riwayat Obstetri LaluDikaji riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu.5. Riwayat Menstruasi LaluDikaji menarche pada umur berapa, siklus haid, lamanya haid, sifat darah haid, dysmenorhea atau tidak, flour albus atau tidak.6. Riwayat Kesehatan dan Riwayat KlienDikaji apakah klien menderita penyakit jantung, hipertensi, kanker payudara, DM,dan TBC.7. Riwayat Kesehatan dan Penyakit KeluargaDikaji apakah keluarga klien ada yang menderita penyakit jantung, DM, TBC, hipertensi dan kanker payudara.8. Pola KehidupanDikaji meliputi pola nutrisi, pola eliminasi, pola istirahat, pola aktivitas, pola aktivitas seksual, pola personal hygiene, dan kebiasaan sehari-hari.B. Obyektif1. Pemeriksaan UmumMeliputi pemeriksaan pada tekanan darah, nadi, pernafasan, BB, TB, suhu badan, kesadaran.2. Pemeriksaan Khusus• Wajah : dilihat adanya bercak hitam (chloasma) adanya oedem, conjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterus.• Leher : diraba adanya pembesaran kelenjar tyroid dan kelenjar limfe, adanya bendungan vena jugularis.• Dada : dilihat bentuk mammae, diraba adanya massa pada payudara.• Genetalia : dilihat dari condiloma aquminata, dilihat dan diraba adanya infeksikelenjar bartholini dan kelenjar skene.• Ekstrimitas : dilihat adanya eodem pada ekstrimitas bawah dan ekstrimitas atas,adanya varices pada ekstrimitas bawah.Diagnosa dan MasalahA. DiagnosaAkseptor KB suntik 1 bulan.B. Masalah• Amerorhea• Spotting• Meningkat/menurunnya BBC. Diagnosa Potensial

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->