Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Hukum Pajak

Makalah Hukum Pajak

Ratings: (0)|Views: 76 |Likes:
Published by pujitanriringka

More info:

Published by: pujitanriringka on Oct 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2013

pdf

text

original

 
Terminologi yang Digunakan Dalam UU No. 8 Thn 1983 & No. 11 Thn 1994Pasal 16D (UU No 11 Tahun 1994)
 Pajak PertambahanNilai dikenakan atas penyerahan aktiva oleh Pengusaha Kena Pajakyang menuruttujuan semula aktiva tersebut tidak untuk diperjualbelikan, sepanjangPajakPertambahan Nilai yang dibayar pada saat perolehannya dapat dikreditkan.
Penjelasan Pasal 16D
 Penyerahan mesin, bangunan, peralatan, perabotan atauaktiva lain yang menuruttujuan semula tidak untuk diperjualbelikan olehPengusaha Kena Pajak, dikenakan pajaksepanjang memenuhi persyaratan, yaitubahwa Pajak Pertambahan Nilai yang dibayarpada saat perolehannya, sesuai ketentuanUndang-undang ini, dapat dikreditkan.Dengan demikian, penyerahan aktiva tersebut tidakdikenakan pajak apabila PajakPertambahan Nilai yang dibayar pada waktuperolehannya tidak dapat dikreditkanberdasarkan ketentuan dalam Undang-undangini, kecuali jika tidak dapat dikreditkannyaPajak Pertambahan Nilai tersebutkarena bukti pengkreditannya tidak memenuhipersyaratan administratif, misalnyaFaktur Pajaknya tidak diisi lengkap sesuai denganketentuan sebagaimanadimaksud dalam Pasal 13 ayat (5).
BAB VIKETENTUAN LAIN-LAIN
 
Pasal 17 (UU No 11 Tahun 1994)
 Hal-hal yang menyangkut pengertiandan tata cara pemungutan berkenaan denganpelaksanaan Undang-undang ini, yangsecara khusus belum diatur dalam Undang-undangini, berlaku ketentuan dalamUndang-undang tentang Ketentuan Umum dan Tata CaraPerpajakan serta peraturanperundang-undangan lainnya.
BAB VIIKETENTUAN PERALIHAN
 
Pasal 18 (UU No 8 Tahun 1983)
 (1) Dengan berlakunya undang-undangini :a. semua Penyerahan Barang KenaPajak atau Jasa Kena Pajak dan Impor BarangKena Pajak yang telah dilakukansebelum undang-undang ini berlaku, tetapterhutang pajak menurutUndang-undang Pajak Penjualan 1951;
 
b. selama peraturan pelaksanaan undang-undangini belum dikeluarkan, makaperaturan pelaksanaan yang tidak bertentangandengan undang-undang ini yangbelum dicabut dan diganti dinyatakan masihberlaku.(2) Ketentuan pelaksanaan sebagaimanadimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut olehMenteri Keuangan.
Penjelasan Pasal 18
 Ayat (1)b. Semua peraturan pelaksanaan yangada, yang dikeluarkan dalam rangkapelaksanaan Undang-undang Pajak Penjualan 1951,yang tidak bertentangandengan isi dan maksud Undang-undang ini, masih tetapberlaku selama belumdicabut dan diganti dengan peraturan pelaksanaan yangdikeluarkan berdasarkanUndang-undang ini.Ayat (2)Ketentuanayat (2) ini dimaksudkan untuk mengatasi kesulitan yang timbul dalammasaperalihan sebagai akibat berlakunya Undang-undang tentang PajakPertambahanNilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dantidakberlakunya lagi Undang-undang Pajak Penjualan 1951, terhadap obyekpengenaanyang sama, seperti :- kontrak jangka panjang ataukontrak yang masa berlakunya meliputi dua masaundang-undang seperti tersebutdi atas;- sisa Harga Jual atau Penggantian yang belum dibayar;- persediaan Barang yang belum ada PajakMasukannya.Dalam hal ini Menteri Keuangan diberi wewenang menetapkanperaturan pelaksanaanyang lain dari ketentuan tersebut pada ayat (1), untukmengurangi ketidakadilan dalampembebanan pajak dan memperlancar pelaksanaan Undang-undang ini.
 
Subjek dan Pengukuhan PKP
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak objektif yang lebih mengedepankanobjeknya daripada subjeknya. Namun demikian subjek PPN sendiri tak kalah pentingnyauntuk dipelajari karena subjek pajak inilah yang akan melaksanakan kewajibanperpajakannya. Pengusaha Kena Pajak (PKP) adalah subjek pajak yang paling umum danpaling banyak peranannya dalam melaksanakan kewajiban PPN. Tulisan ini mencobauntuk menggali pemahaman kita tentang istilah Pengusaha Kena Pajak ini.
Pengertian PKP (Pasal 1 angka 15 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2000)
 - Pengusaha (Perusahaan) yang tidak termasuk Pengusaha Kecil yang menyerahkanBarang Kena Pajak /Jasa Kena Pajak.- Pengusaha yang memenuhi syarat ini, wajib dikukuhkan sebagai Pengusaha KenaPajak sebelum melakukan penyerahan BKP dan/atau JKP.- Pengusaha kecil yang menyerahkan BKP/JKP, dan memilih menjadi Pengusaha KenaPajak.Pengusaha kecil diberikan pilihan untuk menjadi Pengusaha Kena Pajak atau tidakmenjadi Pengusaha Kena Pajak. Artinya, hukumnya tidak wajib.
1. Yang Termasuk PKP (Peraturan Pemerintah Nomor143 TAHUN 2000)
 a) Pengusaha yang baru berniat akan melakukan penyerahan Barang Kena Pajak/JasaKena Pajak (dalam tahap pra operasi/belum berproduksi komersial), artinyaperusahaan tersebut belum memulai usahanya tetapi dari kegiatan persiapan yangdilakukan seperti pembelian barang modal atau bahan baku dapat diketahui bahwaPengusaha ini berniat akan melakukan penyerahan Barang Kena Pajak/Jasa KenaPajak.b) Bentuk kerja sama operasi
(Joint Operation/Joint Venture)
yang melakukanpenyerahan Barang Kena Pajak/Jasa Kena Pajak.Apabila
 Joint Operationt 
tersebut hanya merupakan alat koordinasi, sedangkantransaksi penyerahan BKP/JKP tetap dilakukan sendiri-sendiri oleh peserta JO, makaJO tersebut tidak perlu dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak.
Bagaimana tata cara pengusaha kecil berdasarkan552/KMK.04/2000  Jo571/KMK.03/2003, SE - 33/PJ.51/2003
 
a.
 
Sejak 1 Januari 2003 Batasan Pengusaha kecil adalah Rp 600.000.000 (enamratus juta rupiah) untuk pengusaha yang melakukan penyerahan Barang KenaPajak dan atau Jasa Kena Pajak.b.
 
Sebelum 1 Januari 2003 Batasan Pengusaha Kecil adalah :1.
 
Rp 360 Juta peredaran bruto setahun untuk :
 
Pengusaha yang melakukan penyerahan BKP atau JKP

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->