Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dalam Memahami Stratifikasi Perairan Air Tawar

Dalam Memahami Stratifikasi Perairan Air Tawar

Ratings: (0)|Views: 46|Likes:
Published by Tita De' Luvniz
stratifikasi perairan air tawa
stratifikasi perairan air tawa

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Tita De' Luvniz on Oct 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2013

pdf

text

original

 
Dalam memahami stratifikasi perairan air tawar, dapat kita golongkan sebagai air permukaan (surface water)yang meliputi danau, kolam, waduk (resrvoir), dan sebagainya. Perairan air tawar seperti danau, umumnyamengalami stratifikasi dalam badan air secara vertikal akibat adanya perbedaan cahaya, suhu dan perbedaantingkat kesuburan. Selain disebabkan oleh arus stratifikasi vertikal juga dipengaruhi oleh kedalaman dan musim.
Stratifikasi vertikal kolom air pada perairan air tawar yang diakibatkan oleh intensitas cahaya
yang masukke perairan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu :1) Lapisan eufotik, yang merupakan lapisan yang masih mendapat cukup cahaya matahari;2) Lapisan kompensasi adalah lapisan dengan intensitas cahaya sebesar 1% dari intensitas cahaya permukaan;3) Lapisan profundal, yaitu lapisan yang terletak di bawah lapisan kompensasi, dengan intensitas cahaya sangatkecil atau bahkan tidak terdapat cahaya (afotik).
Stratifikasi vertikal kolom air yang berdasarkan perbedaan panas
(perbedaan suhu) pada setiap kedalamanperairan dikelompokkan menjadi tiga (3) yaitu :1) Epilimnion merupakan lapisan bagian atas perairan. Lapisan ini bagian yang hangat kolom air, suhu relatif konstan (perubahan suhu sangat kecil secara vertikal). Seluruh massa air di lapisan ini tercampur dengan baikkarena pengaruh angin dan gelombang.2) Metalimnion atau yang sering disebut Termoklin, terletak di bawah lapisan epilimnion. Perubahan suhu danpanas secara vertikal relatif besar pada lapisan ini. Setiap penambahan kedalaman satu meter terjadi penurunansuhu air sekitar 1 derajat celcius.3) Hipolimnion, terletak di bawah lapisan termoklin. Lapisan ini lebih dingin, bercirikan adanya perbedaan suhusecara vertikal relatif kecil. Sifat massa airnya stagnan, tidak mengalami percampuran (mixing) dan memilikikekentalan air (densitas) yang lebih besar. Pada umumnya di wilayah tropis memiliki perbedaan suhu air permukaan dengan bagian dasar hanya sekitar 2 - 3 derajat celcius (1).
Dilihat dari tingkat kesuburan perairan air tawar (danau)
maka dapat dibagi menjadi lima (5) kelompok yaitu :1) Oligotrofik, perairan yang miskin unsur hara dan produktivitas rendah (produktivitas primer dan biomassarendah). Perairan ini memiliki kadar nitrogen dan fosfor rendah, namun cenderung jenuh dengan oksigen.2) Mesotrofik, perairan yang memiliki unsur hara dan produktivitas sedang (produktivitas primer dan biomassasedang). Perairan ini merupakan peralihan antara oligotrofik dan eutrofik.3) Eutrofik, perairan kaya unsur hara dan produktivitas tinggi. Perairan ini memiliki tingkat kecerahan rendah danoksigen pada lapisan hipolimnion dapat lebih kecil dari 1 mg/liter.4) Hiper-eutrofik, perairan dengan kandungan unsur hara dan produktivitas primer sangat tinggi. Pada lapisanhipolimnion tidak terdapat oksigen (kondisi anoksik).5). Distrofik merupakan jenis perairan yang banyak mengandung bahan organik, seperti humus dan fulfic. Jenisperairan seperti ini (danau) banyak menerima bahan organik dari tumbuhan yang berasal dari daratansekitarnya, sehingga biasanya memiliki produktivitas primer rendah (2).Dengan demikian dalam stratifikasi perairan air tawar menggunakan stratifikasi vertikal kolom air, yang dapatdistratifikasi lagi dalam tiga indikator, seperti: intensitas cahaya, perbedaan suhu, dan tingkat kesuburan air.Namun demikian untuk mengindikasi stratifikasi perairan air tawar dapat juga menggunakan macam stratifikasilainnya, hal ini bergantung pada hasil yang ingin dicapai dalam pengamatan.Referensi :1. Effendi, F. Telaah Kualitas Air (Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan). Jakarta, Kanisius(Anggota IKAPI), 2003.2. Mason, C.F. Biology of Freshwater Pollution. New York, Longman Scientific and Technical, 1993.
 
Istilah
Efek Rumah Kaca
(
green house effect 
) berasal dari pengalaman para petani di daerah iklim sedang yangmenanam sayur-mayur dan bunga-bungaan di dalam rumah kaca. Yang terjadi dengan rumah kaca ini, cahayamatahari menembus kaca dan dipantulkan kembali oleh benda-benda dalam ruangan rumah kaca sebagaigelombang panas yang berupa sinar infra merah.Namun gelombang panas itu terperangkap di dalam ruangan kaca serta tidak bercampur dengan udara dingin diluarnya. Akibatnya, suhu di dalam rumah kaca lebih tinggi daripada di luarnya. Inilah gambaran sederhanaterjadinya efek rumah kaca (ERK).Pengalaman petani di atas kemudian dikaitkan dengan apa yang terjadi pada bumi dan atmosfir. Lapisanatmosfir terdiri dari, berturut-turut: troposfir, stratosfir, mesosfir dan termosfer: Lapisan terbawah (troposfir)adalah yang yang terpenting dalam kasus ERK. Sekitar 35% dari radiasi matahari tidak sampai ke permukaanbumi.Hampir seluruh radiasi yang bergelombang pendek (sinar alpha, beta dan ultraviolet) diserap oleh tiga lapisan teratas. Yang lainnya dihamburkan dan dipantulkan kembali ke ruang angkasa oleh molekul gas, awan danpartikel. Sisanya yang 65% masuk ke dalam troposfir. Di dalam troposfir ini, 14 % diserap oleh uap air, debu, dangas-gas tertentu sehingga hanya sekitar 51% yang sampai ke permukaan bumi. Dari 51% ini, 37% merupakanradiasi langsung dan 14% radiasi difus yang telah mengalami penghamburan dalam lapisan troposfir olehmolekul gas dan partikel debu. Radiasi yang diterima bumi, sebagian diserap sebagian dipantulkan. Radiasi yangdiserap dipancarkan kembali dalam bentuk sinar inframerah.Sinar inframerah yang dipantulkan bumi kemudian diserap oleh molekul gas yang antara lain berupa uap air atauH20, CO2, metan (CH4), dan ozon (O3). Sinar panas inframerah ini terperangkap dalam lapisan troposfir danoleh karenanya suhu udara di troposfir dan permukaan bumi menjadi naik. Terjadilah Efek Rumah Kaca. Gasyang menyerap sinar inframerah disebut Gas Rumah Kaca.Seandainya tidak ada ERK, suhu rata-rata bumi akan sekitar minus 180 C
terlalu dingin untuk kehidupanmanusia. Dengan adanya ERK, suhu rata-rata bumi 330 C lebih tinggi, yaitu 150C. Jadi, ERK membuat suhubumi sesuai untuk kehidupan manusia.Namun, ketika pancaran kembali sinar inframerah terperangkap oleh CO2 dan gas lainnya, maka sinar inframerah akan kembali memantul ke bumi dan suhu bumi menjadi naik. Dibandingkan tahun 50-an misalnya,kini suhu bumi telah naik sekitar 0,20 C lebih.sumber :
http://www.akujagoan.com/2010/10/mengenal-efek-rumah-kaca.html 
 
 
 
Istilah
Efek Rumah Kaca
(
green house effect 
) berasal dari pengalaman para petani di daerah iklim sedang yangmenanam sayur-mayur dan bunga-bungaan di dalam rumah kaca. Yang terjadi dengan rumah kaca ini, cahayamatahari menembus kaca dan dipantulkan kembali oleh benda-benda dalam ruangan rumah kaca sebagaigelombang panas yang berupa sinar infra merah.Namun gelombang panas itu terperangkap di dalam ruangan kaca serta tidak bercampur dengan udara dingin diluarnya. Akibatnya, suhu di dalam rumah kaca lebih tinggi daripada di luarnya. Inilah gambaran sederhanaterjadinya efek rumah kaca (ERK).Pengalaman petani di atas kemudian dikaitkan dengan apa yang terjadi pada bumi dan atmosfir. Lapisanatmosfir terdiri dari, berturut-turut: troposfir, stratosfir, mesosfir dan termosfer: Lapisan terbawah (troposfir)adalah yang yang terpenting dalam kasus ERK. Sekitar 35% dari radiasi matahari tidak sampai ke permukaanbumi.Hampir seluruh radiasi yang bergelombang pendek (sinar alpha, beta dan ultraviolet) diserap oleh tiga lapisan teratas. Yang lainnya dihamburkan dan dipantulkan kembali ke ruang angkasa oleh molekul gas, awan danpartikel. Sisanya yang 65% masuk ke dalam troposfir. Di dalam troposfir ini, 14 % diserap oleh uap air, debu, dangas-gas tertentu sehingga hanya sekitar 51% yang sampai ke permukaan bumi. Dari 51% ini, 37% merupakanradiasi langsung dan 14% radiasi difus yang telah mengalami penghamburan dalam lapisan troposfir olehmolekul gas dan partikel debu. Radiasi yang diterima bumi, sebagian diserap sebagian dipantulkan. Radiasi yangdiserap dipancarkan kembali dalam bentuk sinar inframerah.Sinar inframerah yang dipantulkan bumi kemudian diserap oleh molekul gas yang antara lain berupa uap air atauH20, CO2, metan (CH4), dan ozon (O3). Sinar panas inframerah ini terperangkap dalam lapisan troposfir danoleh karenanya suhu udara di troposfir dan permukaan bumi menjadi naik. Terjadilah Efek Rumah Kaca. Gasyang menyerap sinar inframerah disebut Gas Rumah Kaca.Seandainya tidak ada ERK, suhu rata-rata bumi akan sekitar minus 180 C
terlalu dingin untuk kehidupanmanusia. Dengan adanya ERK, suhu rata-rata bumi 330 C lebih tinggi, yaitu 150C. Jadi, ERK membuat suhubumi sesuai untuk kehidupan manusia.Namun, ketika pancaran kembali sinar inframerah terperangkap oleh CO2 dan gas lainnya, maka sinar inframerah akan kembali memantul ke bumi dan suhu bumi menjadi naik. Dibandingkan tahun 50-an misalnya,kini suhu bumi telah naik sekitar 0,20 C lebih.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->