Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tugas Filsafat Sila Ke 5

Tugas Filsafat Sila Ke 5

Ratings: (0)|Views: 552|Likes:
Published by Agustina Dwi

More info:

Published by: Agustina Dwi on Oct 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/23/2012

pdf

text

original

 
3
BAB IIPembahasan
A.
 
Keadilan Sosial
Cita-cita demokrasi Indonesia tidak hanya memperjuangkan emansipasi danpartisipasi di bidang politik tetapi juga di bidang ekonomi. Para pendiri Republik Indonesiasecara sadar menganut pendirian bahwa revolusi kebangkitan bangsa Indonesia, sebagai bekasbangsa jajahan dan sebagai bangsa yang telah hidup dalam alam feodalisme ratusan tahunlamanya, haruslah berwajah dua, yaitu revolusi politik (nasional) dan revolusi nasional.Revolusi politik adalah untuk mengenyahkan kolonialisme dan imperialisme serta untuk mencapai satu Negara Republik Indonesi. Revolusi sosial adalah untuk mengoreksi struktursosial-ekonomi yang ada dalam rangka mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur.Cita-cita keadilan dan kemakmuran hendak diwujudkan dengan jalan mensinergikandemokrasi politik dengan demokrasi-ekonomi melalui pengembangan dan pengintegrasianpranata-kebijakan ekonomi dan pranata-kebijakan sosial yang berorientasi kerakyatan,keadilan dan kesejahteraan.Perspektif HistorisDemi impian masyarakat yang adil dan makmur, tidak sedikit pengorbanan yang telahdicurahkan oleh para pahlawan bangsa. Seperti perkataan Ir. Soekarno bahwa masyarakat adildan makmur merupakan tujuan terakhir dari revolusi kita. Dan untuk mencapai harapan ituterdapat di dalam bumi Indonesia, syarat-syarat badaniah, syarat-syarat rohaniah, syarat-syarat material dan spiritual mental.Sebelum zaman es berakhir, penghuni daratan Sunda merupakan perintis peradabandunia dengan mempelopori pertanian, peternakan, bahkan sudah bisa membuat perabotan.Setelah zaman es berakhir, sejak sekitar 7000 tahun yang lalu telah berkembang jaringanperdagangan maritim pulau dan pesisir diseluruh cincin pasifik dan kepulauan Asia Tenggara.
Seorang arkeolog Amerika, Wilhelm Solheim, menyebut budaya jaringan ini “Nusantao”.Asal usul jaringan Nusantao” adalah yang berlayar dari Indonesia Timur dan Filifina
selatan yang dengan cepat mengembangkan kemampuan berlayarnya yang didesak olehtingkat permukaan laut yang meninggi, akibat lelehan es dikutub, yang membutuhkanpergerakan melintasi bentangan-bentangan laut yang terbuka untuk mempertahankan kontak dengan relasi negeri asal. Nusantao mempelopori perdagangan di jalur samudra Hindia,beberapa millennium sebelum masehi, jauh sebelum wilayah itu dijelajahi oleh para pelaut
 
4
Mesir, India, Yunani, Romawi dan China. Jaringan perdagangan Nusantao yang kemudiandisebut juga Nusantara telah mampu mencapai pantai timur Afrika berabad-abad sebelummasehi. Sebagai suatu geografi perekonomian, kepulauan Indonesia bisa dikategorikan dalamsuatu susunan perekonomian tersendiri yang terletak di titik silang antara lautan India danlautan China selatan, dengan Jawa sebagai pusatnya.Sekitar abad pertama Masehi, perdagangan rempah-rempah dan hasil hutan mulaiberkembang. Para pelaut Indonesia dengan menggunakan perahu gandung yang besarmembawa hasil kayu, seperti kapur barus, kemenyan, damar pinus (yang digunakan dalamobat-obat, dupa, dan wewangian), dan emas ke pelabuhan-pelabuhan di Indonesia dan Cinabagian selatan untuk pertukanan dengan kain, porselen, dan barang-barang dari logam. Kayumanis dan rempah-rempah lainnya dibawa langsung melintasi lautan India ke pantai timurpesisir Afrika dan diteruskan melalui mesir ke pasar di kerajaan Romawi.Pada abad ke 7 dan ke 8, aktivitas perdagangan tumbuh di kawasan Selat Malaka danLaut Jawa (terutama ujung selatan Laut Jawa) sebagai dua kawasan perekonomian terpentingdi nusantara. Periode ini digabungkan dengan munculnya Kerajaan Sriwijaya di SumateraTenggara dan Kerajaan Mataram (kuno) di Jawa Tengah. Selat malaka tergantung denganperdagangan sedangkan di Jawa Bali memperlihatkan kelimpahan sumber daya. Sejak abadke-7, kerajaan Sriwijaya telah menjadi saluran perdagangan bagi wilayah pedalaman diSumatera bagian Selatan yang kaya dan memiliki maritim yang kuat, terletak dekat kotaPalembang saat ini. Kerajaan Mataram kuno muncul di daerah Kedu yang kondusif untuk penanaman padi sebagai sumber utamanya. Penanaman padi di Jawa membuat tidak adanyahambatan terjal bagi pergerakan manusia menyebabkan terjadinya konsentrasi penduduk terbesar di pulau ini. Selepas abad kesepuluh, pusat peradaban Jawa berpindah ke JawaTimur, yang mencapai puncaknya dalam kemunculan kerajaan majapahit.Setelah meredupnya kekuasaan Budha-Hindu di Sumatera dari Jawa, kawasanNusantara memperlihatkan perkembangan baru dalam perdagangan. Pada abad ke-13, parapedagang menunjukkan sikap terbuka terhadap agama Islam dengan pesan tentang kesamaanmanusia di hadapan Allah dan aturan eksplisit tentang hubungan komersial. Memasuki abadke-15, perekonomian nusantara merupakan bagian integral dari dinamika perekonomian duniadalam konteks globalisasi. Produk perdagangan yang sangat penting adalah lada, dcengkeh,dan pala, yang mendorong pertumbuhan cepat di segala sektor perekonomian. Adapun duniakebaharian merupakan contoh perekonomian yang giat-hebat (vigorous), tanpa jeda(seamless) dan saling terhubung.Untuk menilai tingkat perkembangan perekonomian Indonesia pada masa pra colonial,Vincent J.H Houben(2002) menggunakan lima indikatorkunci yang bisa diidentifikasi,
 
5
yaitu:(1) Tingkat spesialisasi perekonomian, (2) Jarak dan diferensiasi jaringan komersial, (3)tingkat monetisasi(monetization), (4) Tingkat urbanisasi, (5) Watak regulasi perekonomianKesimpulan Houben, bahwa Kepulauan Indonesia pra kolonial terdiri dari sejumlahperekonomian yang terbuka yang mengalami tingkat komersialisasi yang tinggi selamapertumbuhan. Periode antara 1450 dan 1680 merupakan momen puncak aktivitasperekonomian, yang ditandai oleh tingkat spesialisasi yang tinggi, jarak luas dari jaringankomersial, tingkat monetisasi (penggunaan uang) yang tinggi serta proses urbanisasi yangcepat.Perkembangan gemilang perekonomian Nusantara pra-modern ini mengalamigangguan oleh penetrasi kekuatan dari luar, terutama dari Eropa. Pada 1511, armada Portugismenaklukan Malaka, yang telah menggantikan peran Sriwijaya. Kedatangan armada Belanda,Inggris, Denmark dan Prancis juga memberikan pengaruh terhadap nusantara karena kondisikerajaan-kerajaan yang saling bermusuhan sehingga membuka jalan untuk kolonialisme danimperialism.Kekuatan Eropa paling kuat adalah Belanda, yang semula mereka merasa terancamkehilangan mata pencaharian akibat pelarangan berdagang oleh Portugis tetapi armadaBelanda dipersatukan dalam satu kongsi dagang yaitu VOC. VOC berkuasa hampir 200 tahun(1602-1800). Belanda menjalankan kapitalisme tua yaitu produksi kecil-kecilan dan kemudianmenjadi imperialism tua yaitu mengambil rempah-rempah untuk dijual di Eropa.VOC juga mengambil kekuasaan atas Ambon dan Tidore dari Portugis. Pada 1619,VOC dipimpin oleh Jan Pieteszoon Coen menaklukkan pelabuhan Jayakarta dan membangunpos perdagangan di Pantai barat Laut Jawa dengan nama Batavia dan dijadikan pusatpemerintahan serta berkembang menjadi kota Hindia Belanda. Gowa (Makasar) dan Matarampun dikuasai. Sejak abad ke 17, kewenangan politik Jawa sebagai pusat teladan dihancurkan.Lenyapnya kekuatan Malaka dan Jawa menjadikan lenyapnya kekuatan maritime AsiaTenggara. Pada 31 Desember 1799, VOC bangkrut karena mismanajemen dan diambil aliholeh Republik Batavia di bawah juridiksi pemerintahan Belanda. Setelah kekuasan sementaraInggris selama perang Napoleon (1811-1816), Hindia Belanda pun diserahkan kepadaimperium Negara-kolonial yaitu dibawah kekuasaan Inggris.Negara kolonial Belanda pada mulanya ditempuh melalui pengembangan sistemtanam paksa
(Cultuur Stelsel)
sejak 1830. Melalui sistem ini, pemerintah kolonialmemobilisasi tanah dan pekerja untuk memproduksi tanaman perkebunan untuk dikapalkanke Eropa dengan monopoli perusahaan dagang Belanda bernama Nederlansche Hendel-Maatschappij. Produk yang dibutuhkan Belanda adalah kopi, the, rempah-rempah, nila, guladan tembakau. Akibat tanam paksa, banyak kawasan di Jawa jatuh miskin.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->