Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Partisipasi Politik Masyarakat Dalam Pelaksanaan Pemilu Kada

Partisipasi Politik Masyarakat Dalam Pelaksanaan Pemilu Kada

Ratings: (0)|Views: 222 |Likes:
Published by ninabirana

More info:

Published by: ninabirana on Oct 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/25/2013

pdf

text

original

 
1
PARTISIPASI POLITIKMASYARAKATDALAMPELAKSANAANPEMILU KADAPUTARANKEDUADI KECAMATANHARAUKABUPATEN LIMA PULUH KOTATAHUN 2010(FAIZIL AZIZ-0921202060)
PENDAHULUAN
Pemilihan Kepala Daerahatauyang sekarang lebih dikenal denganPemilu Kadasecara langsungmerupakansebuahkebijakanyangdiambil oleh pemerintahdanmenjadimomentum politik besar yangsangatdiharapkan oleh seluruh masyarakatIndonesia sebagai pilihan tepat untuk menuju demokratisasi.Ini seiringjugadengan salah satu tujuan reformasi,yaitu untuk mewujudkan Indonesiayang lebih demokratisyanghanya bisadicapai dengan mengembalikankedaulatan ke tangan rakyat.Apabilakembalimelihat sejarah,formatPemilu Kadapada masa berlakunya UU No.5 Tahun 1974 danUU No.22 Tahun 1999 malahdianggap sebagai hambatan dalam proses demokratisasi PemerintahDaerah. Pada era sentralisasi (masa berlakunya UU No. 5 Tahun 1974),setiappelaksanaan Pemilu Kada,Pemerintah Pusat secara dominanmenentukan siapa yang harus terpilihdan DPRD hanya melegitimasi calonyang sudah ditentukan. Jika DPRDmengambil keputusan yang berbedadengan arahan Pemerintah Pusat makaakan diabaikan oleh Pemerintah Pusatkarena Pemerintah Pusat tidak terikatdengan hasil pemilihan DPRD.Konsekuensinya, Kepala Daerah setiaptahun memberi pertanggungjawabankepada Presiden dan Menteri Dalam Negeri, sedangkan kepada DPRD,Kepala Daerahsifatnyahanyamemberikan laporan saja. Hal ini berakibat seorang Kepala Daerahmerasa memiliki tanggung jawab yanglebih besar kepada Pemerintah Pusatdaripadakepada daerahnya sendiri.Perubahan format pemerintahandaerah setelahberlakunya UU No. 22Tahun 1999telah mengakhiri pengaruh PemerintahPusat yangdominan, tetapi justrumenimbulkan persoalanbaru, sepertiterjadinya
money politic
(politik uang)dankonflik antar pendukung masingmasing calon.Bahkan pemilihan tidak langsung inimenimbulkankontroversi,karena seringkali calon-calonyang
 
2terpilih tidak memilikikemampuandankapabilitas untukmenjadi pemimpindaerah.Berbagai persoalan sekitar  pemilihan Kepala Daerahtersebutmendorong perluadanyaperubahanformatPemilu Kada, karena faktasekitarPemilu Kadasebelum dansetelah UU No. 22 Tahun 1999, adalahkecenderungan proses pemilihan yangdinilaimematikan prosesdemokratisasi. Pada pemerintah yangsentralistik di bawah UU. No. 5 Tahun1974,hasilpemilihansecara sepihaoleh Pemerintah Pusat telahmenjadikanPemilu Kadasekedasandiwarabelaka. UU. No. 22 Tahun1999, telah memberi keleluasaan padadaerah atau kepada DPRD dalammemilihKepala Daerah.Namun proses rekrutmeninitidak kondusif terhadap proses politik yangdemokratis di daerah, justru semakin buruk,terutama dengan praktek 
money politic
(politik uang) dalam proses pemilihan, maupundilihat dari kualitasdankapabilitas Kepala Daerah terpilih.Bertolak dari pemikiran dankenyataan tersebut makaperubahansistemPemilihan Kepala DaeraholehDPRD menjadiPemilu Kadalangsungoleh rakyatadalah kebutuhan yangsangat mendesak.Hal inijuga sesuaidenganUUD1945 Pasal 18 ayat (4)yang menyatakan bahwa“Gubernur,Bupati dan Walikota masing-masingsebagai kepala pemerintahan daerah propinsi, kabupaten dan kota dipilihsecara demokratis”.Maknademokratis bisamenimbulkan makna ganda, bisadipilih langsung oleh rakyat serta bisa jugadipilih langsung oleh anggotalegislatif sebagai Wakil rakyat. Namundengan adanya revisiUUNo.22Tahun 1999menjadiUUNo.32Tahun 2004 maka maksuddari dipilihdi siniyaknisecara demokratis dipilihlangsung oleh rakyat.Sehinggadiharapkan terwujudnya masyarakatyang demokratisasi sesuai dengantujuan reformasi di atas.Dalam konteks demokratisasi,masyarakat yang memiliki kesadaran berdemokrasi adalah langkah awalmenujudemokrasi yang benar.Pembentukan warga negara yangdemokratis dilakukan secara efektif 
 
3hanya melalui pendidikankewarganegaraan atau
civiceducation
.Aktualisasi dari
civic education
sebenarnya terletak pada tingkat partisipasi politikmasyarakatdi setiapmomentum politik seperti pemilu,karena sekaligus menjadi media pembelajaran serta praktik  berdemokrasi bagi rakyat yangdiharapkan dapat membentuk kesadaran kolektif segenap unsur  bangsa tentang pentingnya memilih pemimpin yangbenar sesuainuraninya. Barber dalam Branson(1999:5) menjelaskan bahwa ”
civiceducation
adalah pendidikan nutuk mengembangkan dan memperkuatdalam atau tentang pemerintahanotonom (
 self government 
)”.Pemerintahan otonom yangdemokratis berarti bahwa warganegara aktif terlibat dalam pemerintahannya sendiri. Mereka tidak hanya menerima dan memenuhituntutan orang lain. Yang padaakhirnya cita-cita demokrasi dapatdiwujudkan dengan sesungguhnya bilasetiap warga negara dapat berpartisipasi dalam pemerintahannya.Dalam demokrasi konstitusional,
civiceducation
yang efektif adalah suatukeharusan karena kemampuan untuk  berpartisipasi dalam masyarakatdemokratis, berpikir secara kritis, dan bertindak secara sadar dalam duniayang plural, memerlukan empati yangmemungkinkan kita mendengar danoleh karenanya mengakomodasi pihak lain, semuanya itu memerlukankemampuan yang memadai.Tujuan
civic education
menurutBenyamin Barber dalam Branson(1999:6) adalah partisipasi yang bermutu dan bertanggung jawab dalamkehidupan politik dan masyarakat baik di tingkat lokal, maupun nasional.Hasilnya adalah dalam masyarakatyang demokratis kemungkinanmengadakan perubahan sosial akanselalu ada, jika warga negaranyamempunyai pengetahuan, kemampuandan kemauan untuk mewujudkannya.Partisipasi warga negara dalammasyarakat yang demokratis, harusdidasarkan pada pengetahuan, refleksikritis dan pemahaman serta penerimaan akan hak-hak dantanggung jawab. Partisipasi semacam

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->