Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sebutir Syair Dari Tetesan Embun

Sebutir Syair Dari Tetesan Embun

Ratings: (0)|Views: 310|Likes:
Published by Anton Ariwibowo
※BUSUR ASMARA※


Kurangkai kata menjadi bunga, mekar dipagut sinaran rembulan
Kupetik sekuntum rekahnya, kupersembahkan pada mu, pemilik raut nan elok
Rasaku melambung ke langit tak berbatas
Kasih ku mengembara ke sudut bumi tak berpentas
Seperti merpati putih, aku terbang sendirian mengitari awan ku
Menjelajahi hati mu yg melintas diarus nan deras
Menggapai mesra dalam rengkuhan hati, meski gemuruh sungai memekakan telinga ku

Kusulam benang kasar yg sempat tercerai berai, terburai dari pintalan
Kubuka payung jiwa ku, ketika awan hitam langit meneteskan bulir bulir airnya
Mencari celah dibatas hati mu yg menampak beku dalam kedinginan
Namun aku tak hendak redam, kubakar nyala lilin ku dalam gelora
Lalu kupunguti ratap daun daun layu, yg tergoler kusam
Kubakar agar hangatnya bara yg terurai, melelehkan beku hati mu

Kupintal syair ku menjadi tembang nyanyian sukma
Memerdu diselembar hati, mengeras diselempang hasrat
Berujung dirindang rasa yg terpagut jelita paras mu
Kuukir selarik angan indah tentang sejalinan kisah di batas asmara
Dan aku mulai bernyanyi tentang indahnya malam mu
Dan aku larut dalam senandung merdu tentang beningnya hati mu

Kuukir nada nada hati ku, menjadi busur asmara nan indah
Kupagut dan kubentangkan diantara jemari lengan lengan jiwa ku
Kulepaskan seiring tatap netra, yg memandang resah resik kalbu mu
Semogalah rasa bertaut diujung runcing mata panah cinta yg kubidikan pada hati mu
※BUSUR ASMARA※


Kurangkai kata menjadi bunga, mekar dipagut sinaran rembulan
Kupetik sekuntum rekahnya, kupersembahkan pada mu, pemilik raut nan elok
Rasaku melambung ke langit tak berbatas
Kasih ku mengembara ke sudut bumi tak berpentas
Seperti merpati putih, aku terbang sendirian mengitari awan ku
Menjelajahi hati mu yg melintas diarus nan deras
Menggapai mesra dalam rengkuhan hati, meski gemuruh sungai memekakan telinga ku

Kusulam benang kasar yg sempat tercerai berai, terburai dari pintalan
Kubuka payung jiwa ku, ketika awan hitam langit meneteskan bulir bulir airnya
Mencari celah dibatas hati mu yg menampak beku dalam kedinginan
Namun aku tak hendak redam, kubakar nyala lilin ku dalam gelora
Lalu kupunguti ratap daun daun layu, yg tergoler kusam
Kubakar agar hangatnya bara yg terurai, melelehkan beku hati mu

Kupintal syair ku menjadi tembang nyanyian sukma
Memerdu diselembar hati, mengeras diselempang hasrat
Berujung dirindang rasa yg terpagut jelita paras mu
Kuukir selarik angan indah tentang sejalinan kisah di batas asmara
Dan aku mulai bernyanyi tentang indahnya malam mu
Dan aku larut dalam senandung merdu tentang beningnya hati mu

Kuukir nada nada hati ku, menjadi busur asmara nan indah
Kupagut dan kubentangkan diantara jemari lengan lengan jiwa ku
Kulepaskan seiring tatap netra, yg memandang resah resik kalbu mu
Semogalah rasa bertaut diujung runcing mata panah cinta yg kubidikan pada hati mu

More info:

Published by: Anton Ariwibowo on Oct 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/13/2012

pdf

text

original

 
SEBUTIR SYAIR DARI TETESAN EMBUN
Tersenyumlah
 Jangan kau tangisi kepergiankuTak usah kau sesali pertemuan yang laluAku akan terus merindukan dirimuWalau kau sangat jauh dariku...Kalian adalah sahabat terbaikuSahabat yang selalu ada didalam hatikuKaulah Yang selalu membutuhkanmu...menemanikuDisaat aku sangatKesedihanku adalah kesedihanmuTangismu adalah tangiskusakitmu juga adalah sakitkuBahagiamu juga bahagiaku...Tersenyumlah sahabat hatikuLepaskan lah genggaman tanganmuAku akan kembali lagi bersamamuPerpisahan ini hanya sementara waktu...
Sebutir Syair Dari Tetesan Embun
 
Aku ciptakan puisi dengan sebutir syairBersama tetesan embun pagi yang berbulirKeindahannya tiada pernah akan berakhirDan syair-syairku akan terus bergulir...Seiring waktu sebutir syair terus majuTetesan embun pagi terus menyejukan syairkuPuisi dan syairku tak ada apa-apanya bagikuTanpa kalian semua sahabat penggemarku...Sebutir syair dari tetesan embun aku persembahkanAgar aku bisa selalu menghibur kalianTegurlah aku jika ada kata yang mengecewakanDan jika aku kurang sopan mohon dimaafkan...Keindahan kata karena tersusun rapiRangkaian aksara mengikuti kata hatiSantun tutur kata ku mengiringiTerciptalah untaian syair dan puisi...
Puisiku
 
 
 Aku berfikir lebih dari setengah jam aku bikin puisikuUntuk mendapatkan inspirasi dan imajinasikuKata demi kata aku eja agar mudah terbaca olehmuHuruf demi huruf kurangkai satu persatu untukmu...Satu tujuanku hanya ingin berbagi ilmuNamun ada juga orang tak suka padakuDengan cara menghapus postinganku Aku sungguh tak tahu apa salahku...Puisiku adalah daya hidupkuTanpa puisi jiwaku terasa beku Aku mohon hargailah hasil karyakuKarena aku tak pernah mengganggu karyamu...Mengapa kita tak bersatuKenapa kita tak saling membantuTapi mengapa kau merasa jadi saingankuSedangkan aku tak merasa jadi sainganmu...Kau memang tidak mengenalku Aku juga tidak mengenalmuTapi aku tetap menganggap kau sahabatkuBahkan kau ku anggap menjadi saudaraku...
Siapa
 
Aku
 Aku tak tahu siapa diriku iniKenapa aku terlahir kedunia iniAku sungguh tak mengertiApa sebenarnya yang terjadi...Aku dilahirkan seorang ibuKu besar berkat kasih sayang MuNamun saat kutanya Ibu jawab tak tahuIbu hanya bisa jawab kamu adalah anak Ku...Ku cari dan terus kucari siapa diriku iniAku menelusuri hati tuk mencari jati diriHatiku berkata kau lahir karna adanya seorang lelakiKarena itu adalah kehendak sang Ilahi...Kini telah ku temukan jawaban dari pertanyaankuTuhan telah menunjukan siapa jati dirikuAgar aku jadi anak yang berbakti pada IbuTuhan terimalah sembah sujudku pada-Mu...Ya Allah ya Robbi tunjukanlah jalan-MuBerikanlah hukum keadilan-MuKesempurnaan adalah milik-MuTak ada yang kekal dan abadi kecuali Engkau Tuhan ku...Hidupku dan matiku hanya untuk-Mu
 
Jiwa dan ragaku kuserahkan pada-MuKu berserah diri dengan kepasrahan kuDengan segala rendah diri dan ikhlas ku...Ya Allah Ya TuhankuHanya kepada Mu aku mengaduTiada tempat lain untuk memujamuAmpunilah segala dosa-dosaku...
Lara Ku
Laraku telah berakar sembilu,menusuk hati melukai kalbu,tiada suara hanya bisu,tertunduk lesu,terbengkalai layu,meratapi nasib tanpa arah tuju..Nestapa jiwa kian memuncak,rasa d hati terus memberontak,ingin ku pergi tanpa jejak,menghilang bersama waktu yang tak terlacak...Lelahku merangkak meraih pengharapan,tenggelamku dalam kepasrahan,terhempasku oleh keputusasa'an,hanya bisa merintih dan meratap dalam kebisuan,ku ingin terbang laksana burung yg riang,ingin ku merasakan nikmatnya kebebasan,tak ingin ku selalu diam dlm kehampaan,terkurung dan terbelenggu penuh kesakitan,ku mohon.....bantu aku,raih tanganku,bawa aku bersama dlm indah duniamu...
Maafkan Aku Sahabatku
 Selamat pagi sahabatkuMudah-Mudahan Allah selalu melindungimuDan memberikan rahmat hidayahnya untukmuSerta melimpahkan rizki nya kepadamu...Sahabatku maafkan atas segala kesalahankuMaafkan jika ada kata-kata yang tidak berkenan dihatimuBukan maksudku menyindirmu lewat puisikuJustru aku ingin memberi support dan motivasi padamu...

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->