Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jawaban Ujian Uas Pakan Lokal

Jawaban Ujian Uas Pakan Lokal

Ratings: (0)|Views: 41|Likes:
Published by Aghan Soeganda Su

More info:

Published by: Aghan Soeganda Su on Oct 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/13/2012

pdf

text

original

 
8.a. indicator silase yang baikKualitas silase yang baik menunjukkan tanda-tanda yaitu :1) Mempunyai tekstur segar,2) Berwarna kehijau-hijauan,Warna . Perubahan warna silase perlakuan selaindisebabkan oleh adanya pengaruh suhu selama proses ensilase, juga dipengaruhioleh jenis bahan baku silase3) Tidak berbau busuk, Aroma silase menunjukkan aroma asam dan wangi4) Tidak berjamur,5) Tidak menggumpal dan disukai ternak.6) Nilai pH, Nilai pH yang berbeda dari masing-masing perlakuan silase BBS sangatterkait dengan pertumbuhan bakteri asam laktatb. PRINSIP PEMBUATAN SILASEPrinsip dasar pembuatan silase memacu terjadinya kondisi anaerob dan asamdalam waktu singkat. Ada 3 hal paling penting agar diperoleh kondisi tersebut yaitumenghilangkan udara dengan cepat, menghasilkan asam laktat yang membantumenurunkan pH, mencegah masuknya oksigen kedalam silo dan menghambatpertumbuhan jamur selama penyimpanan. Fermentasi silase dimulai saat oksigentelah habis digunakan oleh sel tanaman. Bakteri menggunakan karbohidrat mudahlarut untuk menghasilkan asam laktat dalam menurunkan pH silase. Tanaman dilapangan mempunyai pH yang bervariasi antara 5 dan 6, setelah difermenatsi turunmenjadi 3.6- 4.5. Penurunan pH yang cepat membatasi pemecahan protein danmenghambat pertumbuhan mikroorganisme anaerob merugikan sepertienterobacteria dan clostridia. Produksi asam laktat yang berlanjut akan menurunkanpH yang dapat menghambat pertumbuhan semua bakteri.Prinsip utama pembuatan silase adalah1) Menghentikan pernafasan dan sel-sel tanaman,2) Mengubah karbohidrat menjadi asam laktat melalui proses fermentasi kedap udara,3) Menahan aktifitas enzyme dan bakteri pembusuk.7. a. Mimosin adalah asam amino non protein yang mempunyai struktur hampir samadengan tirosin. Penggunaan lamtoro untuk ternak unggas dan babi terbatas karenaadanya mimosin dan produk degradasi primernya, yaitu 3-hydroxy, 4 (1H) pyridine(DHP) yang beracun bagi ternak (Aung et al., 2006) yang dapat mempengaruhi
produktivitasnya, seperti kehilangan rambut dan “wool” pada ternak non ruminan
(Kumar, 2003). Mimosin akan mempengaruhi sintesis dan atau fungsi protein dalammengatur translasi mRNA yang menye-babkan penghambatan replikasi DNA (Wang etal., 2000).Tannin
 
Tannin adalah senyawa phenolic yang larut dalam air. Dengan berat molekul antara500-3000 dapat mengendapkan protein dari larutan. Secara kimia tannin sangatkomplek dan biasanya dibagi kedalam dua grup, yaitu hydrolizable tannin dancondensed tannin. Hydrolizable tannin mudah dihidrolisa secara kimia atau oleh enzimdan terdapat di beberapa legume tropika seperti Acacia Spp. Fitat Asam Phytate adalah salah satu zat anti nutrisi/anti toksin yang terdapat pada bahanpakan ternak sapi yang berupa kacang-kacangan seperti cereal. b. kenapakeberadaanya harus diminalisasiknb. karena mimosin, tanin, dan phytat bersifat anti nutrisi dalam tubuh ternak yang dapatmerugikan bisa menurunkan produksi, menghambat pertumbuhan dan zat ini bersifattoksik.
Mimosin (β
-N-(3-hydroxy-4-pyridone) mengandung senyawa polifenol yang tinggi
termasuk tanin akan mengikat protein, sehingga protein menjadi tidak “tersedia” untuk
ternak dan menyebabkan efek negatif terhadap palatabilitas, kecernaan, danpertumbuhan. Di dalam tubuh ternak sapi, asam phytat akan mengikat ion metaldivalent membentuk phytat komplek sehingga beberapa mineral yang penting sepertiCa, Zn, Cu, Mg dan Fe, tidak bisa diserap oleh tubuh.c. prosedur menurunkan mimosinPerendaman menggunakan air menghasilkan reduksi mimosin sebesar 51,24% (kadar mimosin 6,77% BK menjadi 3,30% BK). Hasil penelitian (Soedarjo & Borthakur, 1996)menyatakan bahwa perendaman dalam air selama 24 jam dapat mengeliminasi 97%mimosin
dari daun muda, kulit dan bij
i lamtoro, serta lebih dari 20% mimosin dari
seluruh bij i lamtoro muda tanpa nyata menurunkan kandungan protein terlarut.
 
Pengolahan detoksifi kasi, seperti pemanasan kering, pemanasan basa
h, ekstraksidengan air, dan penambah-an pakan suplemen, dapat menurunkan konsentrasiantinutrisi dalam pakan seperti mimosin pada daun lamtoro (Francis et al., 2001).TaninCara mengatasi pengaruh dari tannin dalam ransum yaitu dengan mensuplementasiDL-metionin dan suplementasi agen pengikat tannin, yaitu gelatin, polyvinylpyrrolidone(PVP) dan polyethyleneglycol yang mempunyai kemampuan mengikat dan merusaktannin. Selain itu kandungan tannin pada bahan pakan dapat diturunkan denganberbagai cara seperti perendaman, perebusan, fermentasi, dan penyosohan kulit luar biji. Phytat
1. Penambahan Enzym Phytase;
 Enzim Phytase bekerja secara spesifik, membebaskan Phosphor dari phytat yangberbentuk molekul besar yang tidak bisa diserap dan digunakan langsung. Phytaseakan memecah phytat menjadi molekul sederhana yang mudah diserap dan digunakanoleh ternak sapi.
 
Selain itu phytase mudah rusak selama proses pelleting. Sebagian besar enzymephytase akan didenaturasi pada suhu 65°C, oleh sebab itu, sebaiknya enzym phytaseditambahkan setelah proses pengolahan.
2.Penambahan sumber pospor lainnya kedalam ransum seperti dicalcium pospat.
 5. enzim pemecah serat yang merupakan komplek multienzim, seperti endoglukonase,
eksoglukonase, β
-glukosidase (Purnomohadi,2006), xilanase, xilosidase, asetil xilan,esterase dan asetil esterase.Kenapa isi rumen dapat di jadikan aditif karena pada isi rumen terdapat enzim-enzim pemecah serat yang masih menguntungkan untuk memecah serat yangterkandung dalam singkong. Banyaknya enzim pemecah serat pada cairan rumendan di beriBakteri
L. mesenteroides 
dapat mendegradasi sianida lebih baikdibandingkan bakteri asam laktat lain, karena mempunyai aktivitas
 
β–
glukosidaseyang tinggi, yaitu 25,18x 10-
4 μM/ml/menit (Kobawila
et al.,
2005). Selain sebagaipenghasil asam
 
laktat, bakteri
L. mesenteroides 
diharapkan dapat mempercepatproses penurunan pH silase. Semakin cepat pH
 
turun maka enzim proteolisis yangbekerja pada protein
 
 juga dapat ditekan. Dengan demikian diharapkan
 
kombinasipenggunaan enzim cairan rumen dan
L. mesenteroides 
mampu meningkatkankualitas silase bahan baku singkong, dan berdasarkan hasil penelitian kandungansianida menurun.6. AB. Cara Pembuatan Wafer Semua bahan baku sumber serat (rumput lapang, ampas dan pucuk tebu)dicacah dengan ukuran 2-5 cm, kemudian dijemur kering udara di bawah sinar matahariselama 7 hari. Semua bahan baku konsentrat digiling meng-gunakan hammer millhingga berukuran mash (tepung). Sumber hijauan (100 g) kemudian dicampur denganbahan perekat molasses (30 g) sampai rata, setelah rata dicampur dengan konsentrat(504,2 g) hingga menjadi ransum komplit. Pencampuran bahan-bahan dilakukan secaramanual. Ransum komplit dimasukkan ke dalam cetakan berbentuk persegi berukuran20x20x1 cm. Setelah itu dilakukan pengem-paan panas pada suhu 150 oC dengantekanan 200-300 kg/cm2 selama 20 menit. Pendinginan lembaran wafer dilakukandengan menempat-kan wafer di udara terbuka selama minimal 24 jam sampai kadar air dan bobotnya konstan, kemudian dimasukkan ke dalam karung.c. Kerapatan adalah kekompakan partikel dalam lembaran dan sangat tergantung padakerapatan bahan baku yang digunakan dan be-sarnya tekanan kempa yang diberikanselama proses pembuatan lembaran. Kerapatan wafer menentukan stabilitas dimensi
dan penampilan fisik wafer pakan komplit (Jayusmar et al., 2002).
 3 a. Beberapa keunggulan yaitu :1. dapat mengurangi jumlah pakan yang terbuang2. mudah dikonsumsi3. zat nutrisi pakan yang terkandung dapat merata, tidak memberi kesempatankepada hewan untuk memilih
 –
milih bahan pakan4. mudah dikemas serta mudah dalam transportasi dan memperpanjang lamapenyimpanan.
Kekurangan yaitu sedikit menurunkan daya cerna, tetapi hal ini bisaditanggulangi misalnya dengan menambahkan enzim percernaan pada bahanpellet tersebutb.
Seleksi bahan pakan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->