Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengertian Tes Pengukuran Penilaian

Pengertian Tes Pengukuran Penilaian

Ratings: (0)|Views: 477|Likes:
Published by Oʞbuosɐs Ouoʍɐq

More info:

Published by: Oʞbuosɐs Ouoʍɐq on Oct 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2014

pdf

text

original

 
PENGERTIAN, KEGUNAAN, DAN ETIKA TES , PENGUKURAN DANPENILAIAN
Dalam bagian ini akan diuraikan tentang pengertian, pengukuran, tes dan penilaian sertaperanannya dalam pendidikan. Dalam pengertian akan dikemukakan arti umum dari masing-masingkonsep serta beberapa pendapat para penulis. Membicarakan peranan pengukuran, tes danpenilaian dalam pendidikan akan dicoba juga dikemukakan beberapa isu penting dalam bidang ini,yang acapkali menjadi bahan perbedaan pendapat di kalangan ahli pendidikan dan masyarakatumum.
1.
 
Tes
Tes dapat didefinisikan sebagai suatu pertanyaan atau tugas atau seperangkat tugas yangdirencanakan untuk mem[eroleh informasi tentang trait atau atribut pendidikan ataupsikologik yang setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut mempunyai jawaban atauketentuan yang dianggap benar. Dengan demikian maka setiap tes menuntut keharusanadanya respon dan subyek (orang yang dites) yang dapat disimpulkan sebagai suatu traityang dimiliki oleh subyek yang sedang dicari informasinya. Jaadi bila ada tugas ataupertanyaan yang harus dikerjakan oleh seseorang tetapi tidak ada jawaban atau caramengerjakan yang benar atau salah, atau suatu usaha pengukuran yang tidak mengharuskansubyek untuk menjawab atau mengerjakan suatu tugas, maka itu bukanlah tes.Tes dapat dipilah-pilah ke dalam berbagai kelompok. Bila dilihat konstruksinya maka tesdapat diklasifikasikan sebagai berikut:a.
 
Menurut bentuknya. Secara umum ada 2 bentuk tes yaitu butir tes bentuk uraian (essaytest) dan butir tes bentuk obyektif (objective test). Dua bentuk tes ini dapat dipilah lagike dalam berbagai tipe.b.
 
Menurut tipenya. Butir test uraian dapat diklasifiksikan ke dalam 2 bentuk yaitu tesuraian terbatas (restricted essay) dan tes uraian bebas (extended essay). Butir tesobjektif menurut tipenya dapat dibagi menjadi 3 yaitu tes benar-salah (true-false), butirtes menjodohkan matching, dan butir tes pilihan ganda (multiple choice).c.
 
Menurut ragamnya. Tiap-tiap tes tersebut dalam butir b dapat dipilah lagi kedalamragam butir tes yaitu:1)
 
Tipe tes uraian terbatasa)
 
Ragam tes jawaban singkatb)
 
Ragam tes melengkapic)
 
Ragam tes uraian terbatas sederhana.2)
 
Tipe tes uraian bebasa)
 
Ragam tes uraian bebas sederhanab)
 
Ragam tes uraian ekspresif 3)
 
Tipe tes objektif benar salaha)
 
Ragam benar salah sederhanab)
 
Ragam benar salah dengan koreksi.4)
 
Tipe tes objektif menjodohkana)
 
Ragam menjodohkan sederhanab)
 
Ragam menjodohkan hubungan sebab akibat.5)
 
Tipe tes objektif pilihan ganda
 
a)
 
Ragam pilihan ganda biasab)
 
Ragam pilihan ganda hubungan antar halc)
 
Ragam pilihan ganda analisis kasusd)
 
Ragam pilihan ganda komplekse)
 
Ragam pilihan ganda membaca diagram.
2.
 
Pengukuran
Pengukuran diartikan sebagai pemberian angka kepada suatu atribut atau karakteristiktertentu yang dimiliki oleh orang, hal atau objek tertentu menurut aturan atau formulasiyang jelas. Misalnya untuk mengukur tinggi atau berat seseorang dengan mudah kitamemahami karena aturannya telah diketahui secara umum. Tetapi untuk mengukurpendengaran, penglihatan atau kepekaan seseorang jauh lebih kompleks dari itu dan tidaksemua orang dapat memahaminya. Dalam kegiatan seperti ini mungkin saja aturan danformulasi yang diikutitidak lagi sederhana. Dalam melakukannya harus diikuti seperangkataturan atau formulasi yang disepakati secara umum oleh para ahli. Kegiatan pengukuran itumenjadi lebih kompleks lagi bila akan mengukur karakteristik psikologik seseorang, sepertikecerdasan,kematangan atau kepribadian. Dalam hal yang terakhir ini tidak semua orangdapat memahaminya, dan tentu saja tidak semua orang dapat melakukannya. Karenamemang pengukuran itu menuntut keahlian dan latihan tertentu.Demikian halnya dengan pengukuran dalam bidang pendidikan. Kita hanya mengukur atributatau karakteristik peserta didik tertentu,bukan peserta didik itu sendiri. Dosen dapatmengukur penguasaan peserta pendidikan dalam suatu mata kuliah tertentu ataukemampuan dalam melakukan suatu ketrampilan tertentu yang telah dilatih, tetapi tidaklahmengukur peserta didik itu sendiri. Pengukuran pendidikan aadalah salah satu pekerjaanprofesional guru, instruktur atau dosen. Tanpa kemampuan pengukuran pendidikan,seorang guru atau dosen tidak akan dapat mengetahui dengan persis di mana ia beradapada suatu saat atau suatu kegiatan.Pengukuran memiliki 2 karakteristik yang utama yaitu penggunaan angka atau skalatertentu, dan menurut suatu aturan atau formulasi tertentu.Karena pengukuran menggunakan angka atau skala tertentu, maka untuk lebih memahamipenggunaan angka atau skala tersebut kepada para dosen untuk mengetahui danmemahami karakteristik angka atau skala. Skala atau angka tersebut dapat diklasifikasikanke dalam 4 kategori, yaitu:(1)
 
Skala nominal, yaitu skala yang bersifat kategorikal. Misalnya,bila sebutri soal dapat dijawab benar oleh mahasiswa, maka iamendapat skor 1 (satu), jika ia menjawab salah maka iamemeroleh nilao 0 (nol).(2)
 
Skala ordinal, yaitu angka yang menunjukkan adanya urutan,tanpa mempersoalkan jarak antar urutan tersebut. Misalnya,angka yang menunjuk urutan ranking mahasiswa dalam suatumata kuliah tertentu. Mahasiswa yang memeroleh ranking 1tidak berarti 2 kali lebih pandai dari mahasiswa ranking 2. Jarakkepandaian ranking 1 dan ranking 2 tidak sama dengan jarakkepandaian mahasiswa ranking 2 dan ranking 3, dan seterusnya.(3)
 
Skala atau angka interval, yaitu angka yang menunjukkanadanya jarak yang sama dari angka yang berurutan. Misalnya,
 
angka Km untuk mnegukur jarak. Jarak antara Km 1 dengan Km2 sama dengan jarak antara Km 3 dengan Km 4, dan seterusnya.(4)
 
Skala atau angka rasio, yaitu angka yang memiliki semuakarakteristik angka yang terdahulu ditambah dengan 1karakteristik lagi, yaitu skala tersebut berlanjut terus ke atas danke bawah. Jadi memiliki nol mutlak. Misalnya tinggi badanseseorang. Bila ada tinggi badan manusia 75 cm dan yanglainnya 150 cm, maka tingi yang pertama setengah dari yangkedua, atau manusia kedua 2 kali lebih tinggi dari yang pertama.Sebaliknya seseorang yang memiliki IQ 70 dan yang lain IQ 140,tidak dapat dikatakan orang kedua 2 kalilebih cerdas dari yangpertama, karena skala IQ adalah skala interval.
3.
 
Penilaian
Penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan denga menggunakan informasiyang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan instrumen tesmaupun non-tes. Jadi maksud penilaian adalah memberi nilai tentang kualitas sesuatu. Tidakhanya sekedar mencari jawaban terhadap pertanyaan tentang apa, tetapi lebih diarahkankepada menjawab pertanyaan bagaimana atau seberapa jauh sesuatu proses atau suatuhasil yang diperoleh seseorang atau suatu program. Penilaian di sini diartikan sebagaipadanan kata evaluasi.Secara garis besar penilaian dapat dibagi menjadi 2 yaitu penilaian formatif dan penilaiansumatif, istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Scriven (1967) dalam artikelnya berjudul
“ The Methodology of Evaluation”. Pen
ilaian formatif dilakukan dengan maksud memantausejauh manakah suatu proses pendidikan telah berjalan sebagaimana yang direncanakan.Sedangkan penilaian sumatif dilakukan untukmengetahui sejauh mana peserta didik telahdapat berpindah dari suatu unit pengkuliah ke unit berikutnya.Dari uraian singkat mengenai pengertian tes, pengukuran dan evaluasi di atas dapat disimpulkanbahwa ketiga hal tersebut saling berhubungan satu sama lain. Penilaian hasil belajar baru dapatdilakukan dengan baik dan benar bila menggunakan tes sebagai alat ukurnya. Tentu saja tes hanyamerupakan salah satu alat yang dapat digunakan. Dapat saja informasi yang digunakan tanpamenggunakan tes sebagai instrumen alat ukurnya. Misalnya dapat digunakan alat ukur non tes,seperti observasi, skala rating dan lain-lain.4.
 
Kegunaan Tes, Pengukuran dan Penilaian dalam Pendidikan
 Ada beberapa alasan untuk menggunakan pengukuran, tes, dan penilaian dalam pendidikan,antara lain:a.
 
SeleksiTes dan beberapa alat pengukuran digunakan untuk mengambil keputusan tentangorang yang akan diterima atau ditolak dalam suatu proses seleksi. Untuk dapatmemutuskan penerimaan atau penolakan ini maka haruslah digunakan tes yangtepat,yaitu tes yang dapatmeramalkan keberhasilan atau kegagalan seseorang dalamsuatu kegiatan tertentu pada masa yang akan datang dengan resiko yang terendah.tes jenis ini banyak terjadi dalam masyarakat kita, karena hampir selalu terjadi peminatuntuk pekerjaan atau pendidikan jauh lebih banyak dari yang dibutuhkan. Dilihat darisegi ini, maka acapkali tes seleksi yang dilakukan hanya sekedar untuk memisahkan

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
yenying liked this
Ayu Lestari liked this
Elsa Diah Martha liked this
Melly Lantu liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->