Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
4Activity

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Konsultasi Dengan Ust.ahmad Sarwat, Lc (Eramuslim)

Konsultasi Dengan Ust.ahmad Sarwat, Lc (Eramuslim)

Ratings: (0)|Views: 248 |Likes:
Published by Achmad Hidayat

More info:

Published by: Achmad Hidayat on Oct 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2013

pdf

text

original

 
Hukum Bekerja di Money Changer
Publikasi: 17/03/2005 13:56 WIB
Assalamualaikum wr. wb.Ustadz, saya seorang mahasiswi semester akhir yang sedang mencari pekerjaan untuk sambilan. Saya mendapat tawaran bekerja di
money changer 
. Hanya saja saya belum tahu bagaimana sistem dan model bekerja di sana serta bagaimana hukumnya. Saya berharap bisa bekerja dan tetap berada di jalur yang benar, jadi bukan semata-mata karena uang.Mohon diberi penjelasan. Jazakallah khoir.Wassalamualaikum wr. wb.
Endang sulistiyowati
 
Jawaban:
 
 Assalamu 'alaikum Wr. Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah, washshalatu wassalamu 'ala Rasulillah,Waba'du
 Hukum dasar dalam bisnis tukar menukar mata uang adalah halal. Sehingga bekerja padatempat penukaran mata uang hukumnya pun halal juga. Bila memenuhi aturan syariahdan tidak melakukan praktek-praktek ribawi.Dalam masalah penukaran mata uang ini, yang diharamkan adalah tukar menukar antarasatu mata uang yang sama. Sedangkan yang terjadi di dalam sebuah money changer adalah penukaran atas dua mata uang yang berbeda. Sehingga dalam hal ini tidaklahtermasuk transaksi yang diharamkan.Syeikh Faishal Maulawi, pimpinan Al-Jamaah Al-Islamiyah dan seorang hakim syariahdi Libanon mengatakan bahwa bisnis tukar menukar mata uang adalah halal, ketika yangdipertukarkan adalah dua jenis mata uang yang berbeda. Seperti menukar dolar Amerikadengan Frank Perancis, atau antara poundsterling Inggris dengan Riyal Saudi, atau antaraDinar Kuwait dengan Lira Libanon dan lainnya. Maka transaksi yang demikian disebutdengan
sharf 
atau penukaran mata uang asing. Dan bentuk bisnis ini hukumnyadihalalkan oleh seluruh ulama. Apalagi mengingat kepentingannya untuk transaksi ditengah masyarakat dunia. Namun bila yang dipertukarkan hanya antara satu mata uang saja, maka hukumnyadilarang. Jadi tidak boleh menukar mata uang mark Jerman dengan mark Jerman jugakecuali dengan nilai yang sama juga. Haram hukumnya bila dengan adanya perbedaannilai, baik lebih atau kurang. Bila yang terjadi seperti itu, maka hukumnya adalah ribayang diharamkan.
 
Dalam kondisi ini, yang dibenarkan hanyalah peminjaman yang bila dikembalikan padasaat jatuh temponya, tidak boleh ada kelebihan atau kekurangan.
Wallahu a'lam bishshawab.
 
Wassalamu 'alaikum Wr. Wb.
 
Ahmad Sarwat, Lc
 
Apakah Peperangan Dibenarkan dalamIslam?
Publikasi: 17/03/2005 13:19 WIB
Ustaz, saya mau tanya apakah Islam mengajarkan peperangan? Karena saya lihatsekarang ini Islam identik dengan kekerasan khususnya yang terjadi pada para kaummujahid di Indonesia sekarang ini.
Hambali
 
Jawaban:
 
 Assalamu 'alaikum Wr. Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah, washshalatu wassalamu 'ala Rasulillah,Waba'du
 Kalau mau jujur dikatakan bahwa peperangan itu dibenarkan di dalam setiap agama,asalkan dalam rangka membela kebenaran, mempertahankan diri dan kehormatan. Bukan pada tempatnya bila dikatakan bahwa peperangan itu bertentangan dengan agama. Dan bukan sikap yang benar bisa seseorang diam saja ketika dizalimi, disakiti, dirampas hak-haknya atau pun dijatuhkan kehormatannya.
Telah diizinkan bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telahdizalimi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.(yaitu) Orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yangbenar, kecuali karena mereka berkata, "Tuhan kami hanyalah Allah". Dan sekiranya Allah tiada menolak sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telahdirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi danmasjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pastimenolong orang yang menolong -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa,
(QS Al-Hajj: 39-40).
 
Dan pada sisi lain, umat Islam punya kewajiban untuk menegakkan kebenaran danmencegah kemungkaran. Kalau kemungkaran merajalela dan memiliki kekuatan yangmampu memaksakan kehendaknya, adalah menjadi kewajiban umat Islam untuk menghadapinya dengan kekuatan yang setimpal. Bila tidak, maka angkara murka akanmenjadi penguasa. Dan kondisi ini tidak bisa dibenarkan dalam pandangan Islam.
 Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.
(QS Ali Imran: 104) Namun prinsipnya, umat Islam diharamkan menghunuskan pedang terlebih dahulukepada non muslim, selama tidak diperangi. Sebab Islam adalah agama perdamaian dankasih sayang. Pantang buat umat Islam melakukan kekerasan, pembunuhan, penghilangannyawa manusia serta penjajahan. Apalagi bila lawannya pun meminta perdamaian. AllahSWT mewajibkan umat Islam untuk melakukan perdamaian dengan musuh-musuhnya, bila mereka condong untuk berdamai. Sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:
 Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya danbertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(QS Al-Anfal: 61)
Wallahu a'lam bishshawab.
 
Wassalamu 'alaikum Wr. Wb.
 
Ahmad Sarwat, Lc.
 
Jodoh Seseorang itu Sebenarnya AdaBerapa?
Publikasi: 17/03/2005 10:24 WIB
Assalamualaikum wr. wb.Ustadz, yang saya ingin tanyakan, bagaimana hukumnya jodoh dalam Islam, yang sudahditakdirkan sejak dalam kandungan? Sebenarnya jodoh itu hanya satu atau bisa lebih darisatu?Contohnya seperti banyak di kalangan selebriti yang nikah lalu cerai lagi, tapi padaakhirnya mereka menikah dan langgeng hingga mati.Yang manakah jodoh sebenarnyasuami/istri yang pertama dinikahi lalu dicerai atau yang terakhir dinikahi hingga mati?Kalau salah satunya bukan jodohnya, lalu mengapa mereka menikah juga? Apakah ini juga merupakan takdir dari Allah s.w.t. Atas jawabannya terima kasih.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->