Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MAKALAH SPJD

MAKALAH SPJD

Ratings: (0)|Views: 70 |Likes:
Published by indrarocketstar27

More info:

Published by: indrarocketstar27 on Oct 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/15/2012

pdf

text

original

 
1
BAB I
 
PENDAHULUAN
1.1
 
Latar Belakang Masalah
Profesi Keguruan, Kata Profesi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagaibidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan, dsb) tertentu. Didalam profesi dituntut adanya keahlian dan etika khusus serta standar layanan. Pengertian inimengandung implikasi bahwa profesi hanya dapat dilakukan oleh orang-orang secara khusus dipersiapkan untuk itu. Dengan kata lain profesi bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yangkarena tidak memperoleh pekerjaan lain.Suatu profesi memerlukan kompetensi khusus yaitu kemampuan dasar berupa ketrampilanmenjalankan rutinitas sesuai dengan petunjuk, aturan, dan prosedur teknis. Guru memerlukankompetensi khusus yang berkenaan dengan tugasnya. Hal itu karena pendidikan tidak terjadisecara alami, tetapi dengan disengaja (disadari). Hubungan yang sederhana dan akal sehat sajabelum cukup untuk melaksanakan pengajaran yang baik.. Memang ada orang yang kebetulandapat mengajar dengan baik tanpa mempelajari metode mengajar, tetapi ada pula yang jugakebetulan tidak dapat mengajar dengan baik karena tidak memperlajarinya. Pada dasarnya, guru-
guru “kebetulan” itu bersandar kepada pengalaman pribadinya di dalam mengajar. Pada dasrnya
pula, metodologi pengajaran merupakan hasil pengkajian dan pengujian terhadap pengalamanyang tidak lagi kebetulan, tetapi pengalaman yang mempunyai kebenaran berdasarkan metodeilmiah. Dengan demikian, metodologi pengajaran jauh lebih memberikan kemudahan kepada gurudalam menjalankan tugas mengajar. Di samping itu, ilmu pengetahuan dan orientsai pendidikan dizaman sekarang mengalami perkembangan yang pesat. Hal ini menuntut guru untuk memperkayadiri dengan ilmu pengetahuan dan orientasi pendidikan yang baru serta metode-metode mengajaryang sesuai dengan perkembangan baru tersebut.
 
2
Guru adalah salah satu unsur manusia dalam proses pendidikan di sekolah sekaligusmemegang tugas dan fungsi ganda, yaitu sebagai pengajar dan sebagai pendidik. Sebagaipengajar guru hendaknya mampu menuangkan sejumlah bahan pelajaran ke dalam otak anak didik, sedangkan sebagai pendidik guru diharapkan dapat membimbing dan membina anak didik agar menjadi manusia susila yang cakap, aktif, kreatif, dan mandiri. Namun demikian,untuk mengetahui keterlaksanaan tugas guru tersebut, diperlukan penilaian kinerja dengankriteria-kriteria penilaian yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.Penilaian kinerja sebagai suatu bentuk penilaian prestasi kerja guru atas dasarkecakapan-kecapakan atau kompetensi tertentu. Pada dasarnya penilaian kinerja bertujuanuntuk mengukur tingkat pelaksanaan tugas pokok dan fungsi guru dalam melaksanakan tugas-tugas keguruan dan non keguruan. Tugas keguruan yaitu pelaksanaan proses pembelajaran,yang diawali dengan proses perencanaan, proses pelaksanaan pembelajaran, dan prosesevaluasi, sedangkan tugas non keguruan antara lain keorganisasian dan pendidikan sertalatihan maupun kepemimpinan.Selain kinerja, sikap profesionalisme guru juga patut diperhatikan guna meningkatkankinerja guru. Sikap yang baik tercermin dari pribadi yang baik pula, hal tersebut eratkaitannya dengan kompetensi guru yaitu kompetensi kepribadian. Empat kometemsi guru(kepribadian, pedagogik, sosial, dan profesional) menjadi salah satu syarat seorang guru dapatdikatakan profesional.Sejalan dengan peningkatan kinerja guru, sikap seorang guru yang baik dan sesuainorma juga hendaknya dilakukan dalam setiap perbuatan. Hubungan baik dengan pemimpin(kepala sekolah), sesama guru, dan tata usaha dalam lingkungan sekolah merupakan salahsatu penerapannya. Selain itu, keberadaan sarana dan prasarana yang menunjang pelaksanaankerja guru mutlak diperlukan demi kelancaran pelaksanaan tugas.Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat dirumuskan beberapa masalahsebagai berikut.1) Apa yang dimaksud dengan sikap dan kinerja profesional guru?2) Bagaimana sikap profesional guru?3) Bagaimana kinerja profesional guru?
 
3
BAB II
 
SIKAP PROFESI KEGURUAN
2.1 Pengertian Sikap dan Kinerja Profesional Guru
 
2.1.1 Pengertian Sikap Profesional Guru
 Guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabiladapat menunjukkan sikap yang baik sehingga dapat dijadikan panutan bagi lingkungannya,yaitu cara guru meningkatkan pelayanannya, meningkatkan pengetahuannya, memberi arahandan dorongan kepada anak didiknya dan cara guru berpakaian, berbicara, bergaul baik dengansiswa, sesama guru, serta anggota masyarakat.Menurut Walgito (dalam Deden, 2011), sikap adalah gambaran kepribadian seseorangyang terlahir melalui gerakan fisik dan tanggapan pikiran terhadap suatu keadaan atau suatu
objek, sedangkan Berkowitz (dalam Deden, 2011) mendefinisikan “sikap seseorang pada
suatu objek adalah perasaan atau emosi, dan faktor kedua adalah respon atau kecenderungan
untuk bereaksi”. Sebagai reaksi, maka sikap selalu berhubungan dengan dua alternatif, yaitu
senang (
like
) atau tidak senang (
dislike
), menurut dan melaksanakan atau menghindarisesuatu.Guru sebagai suatu profesi dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 1 ayat(1) tentang guru dan dosen adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik padapendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikanmenengah. Lebih lanjut, Sagala (dalam Deden, 2011), menegaskan bahwa, guru yangmemenuhi standar adalah guru yang memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan danmemahami benar apa yang harus dilakukan, baik ketika di dalam maupun di luar kelas.Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan, guru yang profesional adalah guruyang kompeten menjalankan profesi keguruannya dengan kemampuan tinggi. Untuk memahami beratnya profesi guru karena harus memiliki keahlian ganda berupa keahlian

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->