Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
19Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Materi kuliah GJA di UMY

Materi kuliah GJA di UMY

Ratings:

4.75

(4)
|Views: 2,323 |Likes:
Dalam makalah ini pertama-tama akan saya beberkan sejarah perkembangan ekonomi politik sejak kemunculannya di Eropa, empat abad lalu, sampai dengan perkembangan pasca Perang Dunia II, bahkan pasca Perang Vietnam. Sesudah bagian yang panjang ini, saya akan beberkan sorotan ekonomi politik terhadap hubungan Utara-Selatan dalam tradisi Marxis, yang jelas berfihak kepada bangsa-bangsa yang masih terjajah oleh kekuasaan modal negara-negara kapitalis lanjut. Uraian ini akan saya lanjutkan dengan pergeseran nada dari salah seorang penganjur teori ketergantungan: Andre Gunder Frank.
Dalam makalah ini pertama-tama akan saya beberkan sejarah perkembangan ekonomi politik sejak kemunculannya di Eropa, empat abad lalu, sampai dengan perkembangan pasca Perang Dunia II, bahkan pasca Perang Vietnam. Sesudah bagian yang panjang ini, saya akan beberkan sorotan ekonomi politik terhadap hubungan Utara-Selatan dalam tradisi Marxis, yang jelas berfihak kepada bangsa-bangsa yang masih terjajah oleh kekuasaan modal negara-negara kapitalis lanjut. Uraian ini akan saya lanjutkan dengan pergeseran nada dari salah seorang penganjur teori ketergantungan: Andre Gunder Frank.

More info:

Published by: Feriawan Agung Nugroho on Jan 21, 2009
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2012

 
Kuliah Umum di Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP, UniversitasMuhammadiyah Yogyakarta (UMY), hari Kamis, 20 April 2006:DARI HUTAN AMAZON SAMPAI KE LAPANGAN MIGAS BLOK CEPU:Sejarah perkembangan teori ekonomi politik dan relevansinyadalam menyoroti hubungan ekonomi Utara-SelatanGeorge Junus Aditjondro
1
I. PENGANTAR:
UNDANGAN Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP UniversitasMuhammadiyah Yogyakarta, Drs. Suswanta, M.Si., Jumat, 24 Maret lalu, untukmemberikan kuliah umum tentang Teori Ekonomi Politik, membuat saya merasasangat terhormat dan gembira. Mengapa? Undangan berikut kerangka acuannyamemberikan kesempatan untuk mengeksplisitkan dan mensistematisasi apayang selama ini sudah saya ketahui dari literatur dan sudah saya terapkan dalam berbagai penelitian saya di berbagai daerah konflik.Dalam makalah ini pertama-tama akan saya beberkan sejarahperkembangan ekonomi politik sejak kemunculannya di Eropa, empat abad lalu,sampai dengan perkembangan pasca Perang Dunia II, bahkan pasca PerangVietnam. Sesudah bagian yang panjang ini, saya akan beberkan sorotan ekonomipolitik terhadap hubungan Utara-Selatan dalam tradisi Marxis, yang jelas berfihak kepada bangsa-bangsa yang masih terjajah oleh kekuasaan modalnegara-negara kapitalis lanjut. Uraian ini akan saya lanjutkan dengan pergeserannada dari salah seorang penganjur teori ketergantungan: Andre Gunder Frank.Akhirnya, kuliah umum ini akan saya tutup dengan menerapkan teoriketergantungan terhadap kasus kenaikan harga BBM, yang masih tetap sangatpenad (relevan) untuk dibicarakan, karena menyangkut nasib kaum
dhuafa
.
II. SEJARAH PERKEMBANGAN EKONOMI POLITIK:
SESUNGGUHNYA, ekonomi politik tidaklah identik dengan pendekatanekonomi menurut mazhab Marxisme. Malah sebaliknya, label itu empat abadterakhir telah bergeser dari kanan ke kiri, dan kini ke ‘kiri-tengah’. Dalam bagianini saya akan membahas kemunculan aliran fisiokrat, romantisme ekonomis, danaliran yang mempopulerkan istilah “ekonomi politik”, sebelum menjelaskan
1 ). M.S. dan Ph.D. dari Cornell University, Ithaca, A.S. Konsultan Yayasan Tanah Merdeka, Palu;Anggota Dewan Penasehat Center for Democracy and Social Justice Studies (CeDSoS). Saat iniikut mengampu mata kuliah Marxisme, Gerakan Sosial Baru, dan Metodologi Penelitian diProgram Studi Ilmu, Religi & Budaya (IRB), Program Pasca Sarjana, Universitas Sanata Dharma,Yogyakarta.
1
 
kontribusi Marx dan pengikutnya terhadap disiplin ini.Aliran-aliran pra-Marx:ILMUWAN Perancis A. de Monchrestien pertama kalinya menggunakanistilah “ekonomi politik” dalam bukunya,
Traite de l’economie politique,
yang terbittahun 1613, yang menyoroti pengelolaan ekonomi negara. Buku itu merintis jalan bagi munculnya mazhab ekonom di Perancis, yang dikenal dengan nama
 physiocrat,
sedangkan aliran mereka dikenal dengan istilah
 physiocratism.
Aliran fisiokrat ini didirikan oleh Francois Quesnay (1694-1774) di tahun 1750s.Mereka membedakan tiga kelas sosial dalam hubungan produksi dan distribusi,yakni (1) kelas yang produktif, atau kelas
 pengusaha pertanian,
yaitu kelas yangsungguh-sungguh terlibat dalam bidang pertanian, para petani penyewa danpekerja pertanian; mereka disebut “produktif” karena hanya kerja mereka yangmenghasilkan suatu surplus; (2) kelas yang menghak-miliki surplus itu, ataukelas
tuan tanah,
termasuk para pemilik tanah dan para pembantunya, sipenguasa (
 prince
) dan pada umumnya semua pejabat yang dibayar oleh negara,dan akhirnya juga Gereja dalam sifat khususnya sebagai penghak-milikanpenerima sepersepuluh penghasilan; serta (3) kelas industri atau kelas mandul;mandul, karena dalam pandangan kaum fisiokrat, mereka hanya menambahkan bahan-bahan mentah yang diserahkan padanya oleh kelas produktif hanyasebesar/sejumlah nilai yang ia konsumsi berupa kebutuhan hidup yang dipasokoleh kelas yang sama itu (Engels 2005: 326). Buat kaum fisiokrat, nilai lebih(
surplus value
) hanya ada dalam bentuk sewa tanah. Kelompok ini jugamerumuskan prinsip
laissez faire
 , perdagangan bebas tanpa campur tanganpemerintah (Wilczynski 1984: 435, 443; Marx 1990: 298, 644).Dengan meninggalnya Quesnay di tahun 1774, penggantinya, JacquesTurgot, berusaha mewujudkan ide-ide fisiokrat menjadi kebijakan kerajaanPerancis selagi menjabat sebagai kontrolir-jendral Raja Louis ke-XVI.Lengsernya Turgot dari posisinya itu di tahun 1776 mencetuskan krisis politikdan ekonomi, yang memuncak dalam revolusi Perancis (Fowkes 1990: 97).Setelah surutnya aliran fisiokrat di Perancis, muncullah aliran pemikiranekonomi di Britania Raya, yang menentang faham merkantilisme, denganmengadopsi prinsip
laissez faire
dari para fisiokrat, dan dipengaruhi olehliberalisme John Stuart Mill (1806-1873) serta utilitarianisme Jeremy Bentham(1748-1832) (Wilczynski 1984: 301).Mazhab baru itu mulai dikenal dengan istilah “ekonomi politik” (
 politicaleconomy
), meminjam judul buku Sir James Steuart,
Inquiry into the principles of  political economy,
yang terbit di Dublin tahun 1767. Penulis buku ini adalah
2
 
seorang pemilik tanah besar di Skotlandia, yang diusir dari Britania Raya karenadianggap terlibat dalam suatu komplotan. Setelah lama merantau di daratanEropa ia menjadi akrab dengan kondisi ekonomi di berbagai negeri. Bukunyayang menyoroti peranan emas dan perak dalam perdagangan internasional ikutmempengaruhi pemikiran Adam Smith dan Thomas Robert Malthus dalam halspesialisasi dan kependudukan (Marx 1990: 243, 473, 556, 800; Engels 2005: 334).Istilah “ekonomi politik” kemudian dipopulerkan melalui buku DavidRicardo (1772-1823),
Principles of political economy and taxation
(1817); buku Jean-Baptiste Say,
Traite d’economie politique,
yang edisi ketiganya terbit tahun 1817 juga; buku John Ramsay MacCulloch,
The principles of political economy: With asketch of the rise and progress of the science
(1830); buku Nassau William Senior,
 Anoutline of the science of political economy
(1836); buku Thomas Robert Malthus,
Principles of political economy
(1836); serta buku-buku J.S. Mill,
Essays on someunsettled questions of political economy
(1844), dan
Principles of political economy
(1848) (Wilczynzki 1984: 497; Marx 1990: 1105-10).Sambil meminjam banyak konsep dari Adam Smith (1723-90) dan DavidRicardo (1772-1823), Marx sering mengecam dengan keras tokoh-tokoh aliranekopol lainnya, khususnya J. B. Say (1767-1832), T. R. Malthus (1766-1834),Frederic Bastiat (1802-50), N.W. Senior (1790-1864), J.R. MacCulloch (1789-1864),dan J. S. Mill (1806-73), karena ia menganggap mereka telah mendistorsikontribusi-kontribusi ekopol klasik sebelumnya. Vulgarisasi pemikiran ekonomiyang mereka lakukan, menurut Marx, adalah memisahkan teori ekonomi darianalisis terhadap relasi-relasi produksi sosial, dengan asumsi bahwa prinsip-prinsip ekonomi hasil deduksi ini dapat dianggap sebagai hukum-hukumuniversal yang abadi yang berlaku bagi semua sistem sosial. Makanya, mazhab‘ekonomi politik borjuis klasik’ ini, menurut kaum Marxis, dibagi dalam duaperiode: yakni periode
laissez faire
yang berlangsung sampai dengan tahun 1830,dan periode ekopol
vulgar
yang mulai sesudahnya. Dalam periode pertama,fokus mereka adalah relasi produksi ekonomi makro, maksimalisasi efisiensiekonomi, serta akumulasi modal melalui perusahaan swasta yang bersaingsecara bebas, tanpa intervensi negara. Sedangkan dalam periode kedua, ekopolvulgar, yang berpengaruh sampai sekarang, fokus perhatian mereka adalahanalisis proses pasar, bersifat sangat subyektif pada kepentingan pelaku pasardan buta terhadap relasi-relasi sosial, sehingga mereka dituduh sebagaipembela-pembela kapitalisme
 par excellence
(Wilczynski 1984: 74, 631).Ada seorang yang ‘membelot’ dari arus utama ekopol waktu itu, yakni Jean-Charles-Leonard Sismonde de Sismondi (1773-1842). Bangsawan Swiss
3

Activity (19)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Putroe2 liked this
Khairil Anwar liked this
Ahmad Sholikin liked this
Ie-bie Caem liked this
Sitioktovani Vn liked this
Hasanah Safitri liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->