seorang pemilik tanah besar di Skotlandia, yang diusir dari Britania Raya karenadianggap terlibat dalam suatu komplotan. Setelah lama merantau di daratanEropa ia menjadi akrab dengan kondisi ekonomi di berbagai negeri. Bukunyayang menyoroti peranan emas dan perak dalam perdagangan internasional ikutmempengaruhi pemikiran Adam Smith dan Thomas Robert Malthus dalam halspesialisasi dan kependudukan (Marx 1990: 243, 473, 556, 800; Engels 2005: 334).Istilah “ekonomi politik” kemudian dipopulerkan melalui buku DavidRicardo (1772-1823),
Principles of political economy and taxation
(1817); buku Jean-Baptiste Say,
Traite d’economie politique,
yang edisi ketiganya terbit tahun 1817 juga; buku John Ramsay MacCulloch,
The principles of political economy: With asketch of the rise and progress of the science
(1830); buku Nassau William Senior,
Anoutline of the science of political economy
(1836); buku Thomas Robert Malthus,
Principles of political economy
(1836); serta buku-buku J.S. Mill,
Essays on someunsettled questions of political economy
(1844), dan
Principles of political economy
(1848) (Wilczynzki 1984: 497; Marx 1990: 1105-10).Sambil meminjam banyak konsep dari Adam Smith (1723-90) dan DavidRicardo (1772-1823), Marx sering mengecam dengan keras tokoh-tokoh aliranekopol lainnya, khususnya J. B. Say (1767-1832), T. R. Malthus (1766-1834),Frederic Bastiat (1802-50), N.W. Senior (1790-1864), J.R. MacCulloch (1789-1864),dan J. S. Mill (1806-73), karena ia menganggap mereka telah mendistorsikontribusi-kontribusi ekopol klasik sebelumnya. Vulgarisasi pemikiran ekonomiyang mereka lakukan, menurut Marx, adalah memisahkan teori ekonomi darianalisis terhadap relasi-relasi produksi sosial, dengan asumsi bahwa prinsip-prinsip ekonomi hasil deduksi ini dapat dianggap sebagai hukum-hukumuniversal yang abadi yang berlaku bagi semua sistem sosial. Makanya, mazhab‘ekonomi politik borjuis klasik’ ini, menurut kaum Marxis, dibagi dalam duaperiode: yakni periode
laissez faire
yang berlangsung sampai dengan tahun 1830,dan periode ekopol
vulgar
yang mulai sesudahnya. Dalam periode pertama,fokus mereka adalah relasi produksi ekonomi makro, maksimalisasi efisiensiekonomi, serta akumulasi modal melalui perusahaan swasta yang bersaingsecara bebas, tanpa intervensi negara. Sedangkan dalam periode kedua, ekopolvulgar, yang berpengaruh sampai sekarang, fokus perhatian mereka adalahanalisis proses pasar, bersifat sangat subyektif pada kepentingan pelaku pasardan buta terhadap relasi-relasi sosial, sehingga mereka dituduh sebagaipembela-pembela kapitalisme
par excellence
(Wilczynski 1984: 74, 631).Ada seorang yang ‘membelot’ dari arus utama ekopol waktu itu, yakni Jean-Charles-Leonard Sismonde de Sismondi (1773-1842). Bangsawan Swiss
3
Leave a Comment
maggie nuansa like this