Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TINJAUAN TEORI

TINJAUAN TEORI

Ratings: (0)|Views: 14|Likes:
Published by Cha Cha

More info:

Published by: Cha Cha on Oct 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/16/2012

pdf

text

original

 
 
TINJAUAN TEORIA.
 
Konsep Penyakit
1.
 
DefinisiAppendisitis adalah peradangan yang terjadi pada appendiksveriformis atau umbai cacing jenis yang akut dan merupakan penyebabumum dari abdomen akut.(Mansjoer Arif, 2000. ).Appendisitis adalah peradangan appendik yang mengenai semualapisan dinding organ tersebut. ( Sylvia anderson price, 2005 ).2.
 
EtiologiTerjadinya apendisitis akut umumnya disebabkan oleh infeksibakteri. Namun terdapat banyak sekali faktor pencetus terjadinya penyakitini. Diantaranya obstruksi yang terjadi pada lumen apendiks. Obstruksipada lumen apendiks ini biasanya disebabkan karena adanya timbunantinja yang keras ( fekalit), hipeplasia jaringan limfoid, penyakit cacing,parasit, benda asing dalam tubuh, cancer primer dan striktur. Namun yangpaling sering menyebabkan obstruksi lumen apendiks adalah fekalit danhiperplasia jaringan limfoid. (Irga, 2007).3.
 
Manimfestasi KlinisApendisitis memiliki gejala kombinasi yang khas, yang terdiri dari: Mual, muntah dan nyeri yang hebat di perut kanan bagian bawah. Nyeribisa secara mendadak dimulai di perut sebelah atas atau di sekitar pusar,lalu timbul mual dan muntah. SetelahJika dokter menekan daerah ini, penderita merasakan nyeri tumpuldan jika penekanan ini dilepaskan, nyeri bisa bertambah tajam. Demambisa mencapai 37,8-38,8° Celsius.Pada bayi dan anak-anak, nyerinya bersifat menyeluruh, di semuabagian perut. Pada orang tua dan wanita hamil, nyerinya tidak terlalu beratdan di daerah ini nyeri tumpulnya tidak terlalu terasa. Bila usus buntupecah, nyeri dan demam bisa menjadi berat. Infeksi yang bertambah buruk bisa menyebabkan syok. (Anonim, Apendisitis, 2007).
 
 4.
 
PatofiologiPatologi apendisitis berawal di jaringan mukosa dan kemudianmenyebar ke seluruh lapisan dinding apendiks. Jaringan mukosa padaapendiks menghasilkan mukus (lendir) setiap harinya. Terjadinyaobstruksi menyebabkan pengaliran mukus dari lumen apendiks ke sekummenjadi terhambat. Makin lama mukus makin bertambah banyak dankemudian terbentuklah bendungan mukus di dalam lumen. Namun, karenaketerbatasan elastisitas dinding apendiks, sehingga hal tersebutmenyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intralumen. Tekanan yangmeningkat tersebut akan menyebabkan terhambatnya aliran limfe,sehingga mengakibatkan timbulnya edema, diapedesis bakteri, dan ulserasimukosa. Pada saat inilah terjadi apendisitis akut fokal yang ditandai olehnyeri di daerah epigastrium di sekitar umbilikus.Jika sekresi mukus terus berlanjut, tekanan intralumen akan terusmeningkat. Hal ini akan menyebabkan terjadinya obstruksi vena, edemabertambah, dan bakteri akan menembus dinding apendiks. Peradanganyang timbul pun semakin meluas dan mengenai peritoneum setempat,sehingga menimbulkan nyeri di daerah perut kanan bawah. Keadaan inidisebut dengan apendisitis supuratif akut.Bila kemudian aliran arteri terganggu, maka akan terjadi infark dinding apendiks yang disusul dengan terjadinya gangren. Keadaan inidisebut dengan apendisitis ganggrenosa. Jika dinding apendiks yang telahmengalami ganggren ini pecah, itu berarti apendisitis berada dalamkeadaan perforasi.Sebenarnya tubuh juga melakukan usaha pertahanan untuk membatasi proses peradangan ini. Caranya adalah dengan menutupapendiks dengan omentum, dan usus halus, sehingga terbentuk massaperiapendikuler yang secara salah dikenal dengan istilah infiltrat apendiks.Di dalamnya dapat terjadi nekrosis jaringan berupa abses yang dapatmengalami perforasi. Namun, jika tidak terbentuk abses, apendisitis akansembuh dan massa periapendikuler akan menjadi tenang dan selanjutnyaakan mengurai diri secara lambat.
 
 Pada anak-anak, dengan omentum yang lebih pendek, apendiksyang lebih panjang, dan dinding apendiks yang lebih tipis, serta daya tahantubuh yang masih kurang, memudahkan terjadinya perforasi. Sedangkanpada orang tua, perforasi mudah terjadi karena adanya gangguanpembuluh darah.Apendiks yang pernah meradang tidak akan sembuh dengansempurna, tetapi akan membentuk jaringan parut. Jaringan inimenyebabkan terjadinya perlengketan dengan jaringan sekitarnya.Perlengketan tersebut dapat kembali menimbulkan keluhan pada perutkanan bawah. Pada suatu saat organ ini dapat mengalami peradangankembali dan dinyatakan mengalami eksaserbasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->