Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PEmda KP Renc Pengelolaan PBesi Fnl.rtf

PEmda KP Renc Pengelolaan PBesi Fnl.rtf

Ratings:

4.5

(1)
|Views: 276|Likes:
Makalah dari Pemda KP. Silahkan dicerna....

Dengan melihat besarnya pendapatan yang langsung diterima Pemerintah lewat Royalty dan Pajak serta pendapatan lainnya sesuai aturan perundang-undangan, lebih-lebih dengan besarnya multiplier effect yang akan ditimbulkan, maka tidaklah berlebihan jika Sektor Pertambangan dan Energi, mampu menjadi salah satu pemicu pertumbuhan ekonomi (Growth Economic Initiating), bahkan sebagai penggerak utama (Prime Mover) perekonomian di Kabupaten Kulon Progo.
Makalah dari Pemda KP. Silahkan dicerna....

Dengan melihat besarnya pendapatan yang langsung diterima Pemerintah lewat Royalty dan Pajak serta pendapatan lainnya sesuai aturan perundang-undangan, lebih-lebih dengan besarnya multiplier effect yang akan ditimbulkan, maka tidaklah berlebihan jika Sektor Pertambangan dan Energi, mampu menjadi salah satu pemicu pertumbuhan ekonomi (Growth Economic Initiating), bahkan sebagai penggerak utama (Prime Mover) perekonomian di Kabupaten Kulon Progo.

More info:

Published by: Feriawan Agung Nugroho on Jan 21, 2009
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2014

 
RENCANA PENGEMBANGAN PABRIK PENGOLAHANPASIR BESI DI KULON PROGO
Sejalan dengan dinamika perkembangan yang ada, Kabupaten Kulon Progo,sedang mengerahkan segenap kemampuan, strategi dan inovasi untuk memanfaatkansemua sumberdaya yang ada secara optimal, guna memicu dan mengembangkan perekonomian daerah dengan tujuan utama meningkatkan pendapatan masyarakat yang berujung pada peningkatan kesejahteraan secara menyeluruh dan berkesinambungan.Salah satu upaya untuk memanfaatkan sumberdaya dan potensi tersebut, adalah dengankebijakan pengembangan kawasan pantai selatan Kabupaten Kulon Progo. Kawasan pantai selatan berkembang cukup dinamis dan pesat dengan berbagai jenis kegiatan : pariwisata, pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, pertambangan, industri,militer, konservasi lingkungan hidup, dll.Pemerintah Daerah sebagai regulator pembangunan, harus berusaha agar semuakegiatan positif dari berbagai sektor tersebut tetap berjalan secara sinergis dan terintegrasidan ini sangat dibutuhkan dukungan dari masyarakat luas.Sektor pertambangan dan energi di Kabupaten Kulon Progo, dengan adanya keberagaman potensi bahan galian, akan merupakan suatu kekuatan dalam pengembangan kearahindustri pengolahan karena hampir semua bahan bakunya dimiliki sendiri. Hal tersebutmenjadikan Kabupaten Kulon Progo memiliki daya saing industri yang cukup kuat.Salah satu bahan tambang yang sangat prospek untuk diusahakan adalah bahan galian pasir besi. Alhamdulilah, seperti yang kita ketahui bersama bahwa PT. Jogja MagasaMining (JMM), sejalan dengan legalitas yang dimiliki berupa Konsesi atau KuasaPertambangan Eksplorasi, berkomitmen kuat untuk mengolah dan mengembangkan potensi pasirbesi tersebut.PT. Jogja Magasa Mining (JMM) telah menyelesaikan aktivitas eksplorasi potensi bahan baku baja yang berupa pasir besi di Kulon Progo pada akhir 2006.Eksplorasi dilakukan pada area sekitar 2 km x 22 km, dengan melakukan pemboraneksplorasi pada 929 titik dengan kedalaman rata-rata 16 meter.Hasil laporan eksplorasi pasir besi Kulon Progo telah mendapatkan sertifikasiinternasional dari JORC (Joint Ore Reserve Committee) suatu badan akreditasi cadanganmineral internasional, dimana dari hasil eksplorasi diperoleh suatu kesimpulan bahwatotal cadangan pasir besi Kulon Progo adalah sekitar 605 juta Ton dengan kandungan Fesekitar 10.8% dan proporsi tertinggi cadangan pasir besi pada kedalaman 6-8 meter dari permukaan dengan total cadangan sekitar 273 juta ton dengan kandungan Fe (mineral biji besi) sekitar 14.2%.
 
Bilamana akan diproduksi
 pig iron
sekitar satu juta ton per tahun maka industri baja yangdibangun di Kulon Progo paling tidak akan berumur 30 tahun, dan ini merupakanJaminan 50% atas Keamanan Stock Bahan Baku Baja Nasional selama 30 tahun.Sebagai warga Kulon Progo, yang ingin maju dan meningkatkan kesejahteraan,tentunya kita harus bersikap realistis terhadap, rencana penambangan pasirbesi dan pengembangan industri besi/baja di Kulon Progo. Dalam pengertian, obyektifitas harusdikedepankan, kalau memang rencana kegiatan tersebut baik dan menguntungkan bagimasyarakat luas dan tidak merusak lingkungan, kita harus mendukung untumewujudkannya; sebaliknya jika memang kegiatan tersebut merugikan dan berdampak negatif terhadap lingkungan secara tegas kita tolak. Tapi semua itu, harus didasari olehkajian yang menyeluruh, komprehensif dan terukur. Semua itu dapat terpenuhi dengan jalan adanya Study Kelayakan (Feasibility Study) dan Kajian AMDAL (AnalisisMengenai Dampak Lingkungan) termasuk didalamnya pembuatan Proyek Percontohan(Pilot Project) dimana dapat dilihat secara langsung manfaat dan dampak proyek nantinya.Secara umum, jika dilihat dari manfaat/keuntungan yang diperoleh Pemda danmasyarakat apabila penambangan dan pabrik pengolahan pasirbesi ini terwujud adalah:1.Adanya Investasi sebesar $ US 600 Miliar atau sekitar Rp 5,4 s/d 6 Triliun.2. Apabila nilai jual besi kasar (
 pig iron)
yang merupakan produk akhirnya diasumsikanUS $.350,-/ ton dan rencana produksinya sebesar 1 juta ton per tahun, maka akanmemberikan pendapatan kepada Pemerintah ( berdasarkan PP No : 45 Tahun 2003Tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak) := 1.000.000 x 350 x Rp.9000 x 3 %
= Rp. 94.500.000.000 per tahun
Berdasarkan pembagian hasil royalty di Bidang pertambangan umum sesuai ketentuan perimbangan keuangan antara Pusat dan Daerah (UU No.33 Tahun 2004), maka masing-masing akan memperoleh pendapatan sebesar:-
Pemerintah Pusat = 20 % x Rp. 94.500.000.000 per tahun= Rp. 18.900.000.000 per tahun
-
Pemda Kulon Progo = 32 % x Rp. 94.500.000.000 per tahun= Rp. 30.240.000.000 per tahun- Pemprov DIY = 16 % x Rp. 94.500.000.000 per tahun= Rp. 15.120.000.000 per tahun
-
Masing-masing Kabupaten/Kota di DIY akan menerima := 32 % x Rp. 94.500.000.000 per tahun / 4= Rp. 30.240.000.000 / 4= Rp. 7.560.000.000 per tahun
3.Pajak Perusahaan (Coorporate Taxation) 30 % dari keuntungan (Profit) =

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Oddy Dahlan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->