Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
DEKUBITUS

DEKUBITUS

Ratings: (0)|Views: 63 |Likes:
Published by Michiko Putri

More info:

Published by: Michiko Putri on Oct 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2013

pdf

text

original

 
ULKUS DEKUBITUSI.
 
PENDAHULUAN
Secara fisiologis, setiap harinya, kita bias kehilangan sekitar satu gram sel kulit olehkarena aktivitas sehari-hari yang menyangkut gesekan pada kulit dan aktivitas higiene yangdilakukan melibatkan kulit, misalnya mandi. Tekanan-tekanan yang bekerja pada kulittersebut masih dalam batas normal dan secara berkala sehingga hilangnya kulit masih dalambatas fisiologis. Namun, apabila tekanan yang bekerja lebih dari normal dan tekanan tersebutterus menerus bekerja pada suatu daerah, kerusakan kulit akan terjadi.
(1,2,3)
 Kerusakan kulit yang diakibatkan oleh gangguan vaskularisasi dan iritasi kulit yangmenutupi tulang yang menonjol, di mana kulit tersebut akan mendapat tekanan yang tinggisecara terus menerus disebut sebagai ulkus dekubitus. Dekubitus berasal dari bahasa latinyang berarti
decumbere
, yang berarti berbaring. Sebenarnya, ulkus dekubitus tidak hanyamerupakan luka tekanan akibat berbaring akibat imobilisasi, tetapi juga bias terjadi padaseseorang yang menggunakan kursi roda atau protesa. Ada banyak nama lain dari ulkusdekubitus, yaitu
bed ridden
,
bed rest injury
,
 pressure ulceration
,
air-fluidized bed 
, dan lain-lain.
(2,3)
 Prevalensi ulkus dekubitus di rumah sakit sekitar 17-25% kasus dan dua dari tiga pasienyang berusia 70 tahun akan mengalami ulkus dekubitus. Di antara pasien dengan kelainanneurologi, angka kejadian ulkus dekubitus bias mencapai 5-8% setiap tahun. Ulkus dekubitusbias menjadi penyebab kematian sekitar 7-8% kasus paraplegia. Pasien yang dirawat dirumah sakit dengan penyakit akut memiliki angka insiden ulkus dekubitus sekitar 2-11%. Halyang patut menjadi perhatian adalah angka kekambuhan yang sangat tinggi sekitar 90%walaupun telah mendapatkan terapi medic dan bedah yang baik.
(3,5,6)
 Ulkus dekubitus dapat terbentuk pada keadaan-keadaan kesulitan atau tidak biasmerubah posisi tubuhnya terhadap suatu tekanan yang bekerja. Misalnya pasien dengankelainan neurologi, pasien tua, pasien dengan penyakit akut, dan pasien yang selalu duduk dikursi roda. Walaupun demikian, tidak semua pasien dengan keadaan-keadaan seperti itu biasmengalami ulkus dekubitus. Orang-orang dengan sensitivitas, mobilitas, dan mental yangbaik karena baik disadari atau tidak, penekanan terhadap suatu bagian tubuh yang terlalulama akan menstimulasi orang tersebut untuk berpindah posisi sehingga bis amencegahterjadinya kerusakan yang ireverisbel. Ulkus dekubitus akan terjadi jika tekanan yang terjadipada bagian tubuh melebihi kapasitas penekanan kapiler, yaitu sekitar 32 mmHg.
(3,4)
 
 
Masalah ulkus dekubitus akan menjadi suatu masalah yang serius bagi Negaraberkembang atau negara maju oleh karena akan semakin meningkatkan biaya perawatan,memperlambat program rehabilitasi, dan memperberat keadaan penyakit primer, danmengancam kehidupan pasien. Maka dari itu sangat penting untuk diketahui diagnosis diniulkus dekubitus dan penanganan awalnya.
(2,4)
 
II.
 
ANATOMI KULIT
Pembagian kulit secara garis besar tersusun atas 3 lapisan utamayaitu :1. Lapisan epidermisTerdiri atas : stratum korneum, stratum lusidum, stratum granulosum, stratumspinosumdan stratum basal. Stratum basal terdiri atas sel-sel berbentuk kubus yang tersusunvertical pada perbatasan dermo-epidermal berbaris seperti pagar (palisade), dan merupakanlapisan epidermis yang paling bawah. Sel-sel basal ini mengadakan mitosis dan berfungsireproduktif.2. Lapisan dermisAdalah lapisan dibawah epidermis yang jauh lebih tebal daripada epidermis. Secaragaris besar dibagi menjadi dua bagian, yaitu:a.
 
Pars papilare, yaitu bagian yang menonjol melewati epidermis, berisi ujung serabutsaraf dan pembuluh darah.b.
 
Pars retikulare, yaitu bagian di bawahnya yang menonjolkearahsubkutan,bagianiniterdiridariserabutkolagen, elastin, danretikulin.3. LapisansubkutisKelanjutan dermis, terdiriatasjaringanikatlonggarberisisel-sellemak di dalamnya.
III.
 
ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO
Banyakfaktor yang menyebabkanterjadinyaulkusdekubitus.Namun yang palingutamaadalahtekanan yangmenyebabkaniskemikjaringansetempat.Suatujaringansebenarnyamampuuntukbisamengatasik eadaaniskemiktersebuttetapijikaterlalu lama danmelebihibatastekananpengisiankapiler,haliniaknmenyebabkankerusakanstrukturjaringan yangmenetap.Tonjolantulangmerupakantempatpredileksiterjadinyaulkusdekubitus.Tonjolantulangtersebutantaralainadalahsiku, tumit, pinggul, pergelangan kaki, danbahu.
(3,5,8)
 Penyebabulkusdekubituslainnyaadalahkurangnyamobilitas, kontraktur,spastisitas,berkurangnyafungsisensorik, paralisis, insensibilitas, malnutrisi, anemia,hipoproteinemia,daninfeksibakteri. Selainitu, usia yang tua, perawatan di rumahsakit yang lama, orang yangkurus, inkontinesiaurindanalvi, merokok, penurunankesadaran mental danpenyakit lain
 
(seperti diabetes mellitus dangangguanvaskular)akanmempermudahterjadinyaulkusdekubitus.
(4,6,8)
 Berikutadalahbeberapafaktorrisikoulkusdekubitus:
(2,4,8)
 1.FaktorIntrinsik a.Penuaan: karena selama penuaan, regenerasi sel pada kulit menjadi lebih lambatsehingga kulit akan tipisdan kandungan kolagen pada kulit yang berubahmenyebabkan elastisitas kulit berkurang sehingga rentan mengalami deformasidan kerusakan.b.Kemampuan sistem kardiovaskuler yang menurun dan sistem arteriovenosus yangkurang kompeten menyebabkan penurunan perfusi kulit secara progresif.c.Sejumlah penyakit seperti DM yang menunjukkan insufisiensi kardiovaskulerperifer dan penurunan fungsi kardiovaskuler seperti pada sistem pernapasanmenyebabkan tingkat oksigenisasi darah pada kulit menurun.d.Status gizi, underweight atau kebalikannya overweighte.Anemiaf.Hipoalbuminemia yang mempermudah terjadinya dekubitus dan memperjelek penyembuhan dekubitus, sebaliknya bila ada dekubitus akam menyebabkankadar albumin darah menurung.Penyakit-penyakit neurologik, penyakit-penyakit yang merusak pembuluh darah, juga mempermudah dan meperjelek dekubitus2.FaktorEkstrinsik a.Kebersihan tempat tidurb.Alas kain yang kusut dan kotor, atau peralatan medik yang menyebabkanpenderita terfiksasi pada suatu sikap tertentu juga memudahkan terjadinyadekubitusc.Posisi yang tidak tepatdanperubahanposisi yang kurang
IV. PATOMEKANIKAL DAN PATOFISIOLOGI
Patomekanikal merupakan factor ekstrisik atau faktor primer terbentuknya ulkusdekubitus. Patomekanikal ulkus dekubitus meliputi;1.Tekanan yang LamaFaktor yang paling penting dalam pembentukan ulkus dekubitus adalahtekanan yang tidak terasa nyeri. Tekanan yang lama yang melampaui tekanan kapiler jaringan pada jaringan yang iskemik akan mengakibatkan terbentuknya ulkusdekubitus. Hal ini karena tekanan yang lama akan mengurangi asupan oksigen dan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->