Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Rumusan Komisi II Agama

Rumusan Komisi II Agama

Ratings: (0)|Views: 50 |Likes:

More info:

Published by: Pengadilan Agama Ponorogo on Oct 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2012

pdf

text

original

 
1
RUMUSAN HASIL DISKUSI KELOMPOKBIDANGPERADILAN AGAMA (KOMISI II)
Rapat Kerja Nasional Mahkamah Agung RI dengan Jajaran Pengadilan dari 4 (empat)Lingkungan Peradilan seluruh Indonesia di Jakarta, dengan tema
“Meningkatkan Peran
Pengadilan Tingkat Banding Sebagai Kawal Depan Mahkamah Agung
“ 
 ,
pada hari ini Rabutanggal 21 September 2011:
Memperhatikan :
1.
 
Pengarahan Ketua Mahkamah Agung
 – 
RI.2.
 
Pengarahan Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial.3.
 
Pengarahan Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial.4.
 
Pengarahan Ketua Muda Mahkamah Agung Bidang Pengawasan5.
 
Pengarahan Ketua Muda Mahkamah Agung Bidang Pembinaan
Membaca :
Paparan yang disajikan :1.
 
Ketua Muda Urusan Lingkungan Peradilan Agama(ULDILAG) MARI.(Dr. H. Andi Syamsu Alam, S.H., M.H.)2.
 
Hakim Agung Prof. Dr. Abdul Manan, S.H. S.IP., M.Hum(Eksekusi dan Lelang dalam Hukum Acara Perdata)3.
 
Hakim Agung Dr. H. Habiburrahman, S.H., M.Hum.(Permasalahan Hukum Perkawinan dalam Praktik PengadilanAgama)4.
 
Hakim Agung Drs. H. Mukhtar Zamzami, S.H., M.H.(Hiyal Asy-Syar`Iah Dalam Praktik Hibah dan Wasiat)5.
 
Hakim Agung Drs. Hamdan, S.H., M.H.(Problematika Pelaksanaan Hukum Jinayat di ProvinsiNanggroe Aceh Darussalam)6.
 
Dirjen Badan Peradilan Agama MA-RI.(Drs. H. Wahyu Widiana, MA)
 
 
2
Mendengar :
Tanggapan para peserta serta penjelasan daria.
 
Pemakalah.b.
 
Nara Sumber.
Menimbang :
Perlu dirumuskannya diskusi dalam Komisi II atas topik-topik tersebutuntuk menjadi pedoman pelaksanaan tugas Peradilan baik di bidangTeknis maupun Non Teknis.
M E R U M U S K A N :I.
 
Teknis Judisial.A. Hukum Formal.
1.
 
Untuk menghindari terjadinya kerugian pihak penggugat yang telah mengeluarkanbiaya perkara, majelis Hakim agar bersikap aktif memberi nasehat kepadapenggugat, untuk memperbaiki surat gugat yang belum memenuhi syaratsebagaimana diamanatkan dalam Pasal 119 HIR, atau Pasal 143 Rbg, serta Pasal 4ayat (1) dan (2) UU No 48 Tahun 2009, sehingga Majelis Hakim tidak begitu sajadengan mudah menjatuhkan putusan tidak menerima gugatan Penggugatan (NO).2.
 
Pemeriksaan setempat terhadap obyek sengketa berupa barang tidak bergerak perludilakukan, yang pelaksanaannya dilakukan setelah selesai pemeriksaan alat bukti,dengan tujuan untuk mengetahui secara pasti identitas objek sengketa (letak, luasdan batas-batasnya), agar identitas objek sengketa dalam amar putusan sesuaidengan keadaan dilapangan sehingga memudahkan pelaksanaan eksekusi.3.
 
Penyusunan putusan harus singkron dan selaras antara duduk perkara,pertimbangan hukum dan amar putusan, termasuk mengenai eksepsi, konvensi danrekonvensi.4.
 
Pengadilan harus berupaya untuk menghilangkan hambatan-hambatan internmaupun ekstern dalam pelaksanaan eksekusi.5.
 
Hakim dalam melaksanakan tugas pokok: memeriksa, mengadili perkara agarmenguasai hukum materiil dan formal sehingga terhindar dari hillah syariyyah
yang bertentangan dengan hukum syar’i.
 
 
3
6.
 
Majelis Hakim dalam memimpin persidangan, agar selektif dalam mengabulkanpermohonan penundaan sidang dari pihak berperkara yang tidak didasarkan alasanhukum dan akan menghambat kelancaran persidangan, sebagaimana yang diaturdalam Pasal 159(4) HIR/ Pasal 186 Rbg.7.
 
Meningkatkan kerjasama dengan perguruan tinggi, baik dalam negeri maupun luarnegeri untuk meningkatkan pengetahuan Hakim dalam bidang Ekonomi Syariah.8.
 
Hakim harus hati-hati dalam merumuskan amar putusan, supaya putusan tersebutdapat dijalankan dan tidak merugikan para pihak yang berperkara.
B. Hukum Materiil
1.
 
Pengadilan Agama dalam memeriksa permohonan Istbat Nikah sedapat mungkinagar dilakukan secara hati-hati dengan meneliti terpenuhi tidaknya syarat danrukun menurut hukum islam dan peraturan perundangan yang berlaku agar tidak terjadi penyelundupan hukum.2.
 
Dalam rangka pelayanan hukum bagi WNI khususnya TKI di luar negeri untuk kepentingan dekumentasi keimigrasian perlu optimalisasi sidang itsbat nikah(pengesahan perkawinan) termasuk monitoring dan penyempurnaannya.3.
 
Perkara wali adhol tetap dilaksanakan secara voluntair atas dasar prinsipmemudahkan orang yang akan melaksanakan perkawinan. Adapan perlindunganhak orangtua selaku wali telah diberikan oleh undang-undang melalui lembagapencegahan perkawinan dan pembatalan perkawinan.4.
 
Pengangkatan anak dalam hukum Islam adalah bertujuan untuk kepentingan dankesejahteraan anak serta harus memperhatikan UU No. 23 Tahun 1986 tentangPerlindungan Anak dan tidak memutuskan hubungan darah dengan orang tuaaslinya.5.
 
Berkas perkara di Pengadilan Agama baik diajukan upaya hukum atau tidak, sejak bulan Maret 2011 harus dilengkapi dengan dokumen elektronik.6.
 
Permohonan peninjauan kembali harus diajukan secara tertulis disertai denganrisalah peninjauan kembali.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->