Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BUDIDAYA ALBASIA

BUDIDAYA ALBASIA

Ratings: (0)|Views: 101 |Likes:
Published by Aryoga Gara

More info:

Published by: Aryoga Gara on Oct 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/03/2013

pdf

text

original

 
BUDIDAYA ALBASIA
Albasia yang dalam bahasa latin bernama
albazia falcataria
itu,di beberapa daerah diIndonesia memiliki nama yang berbeda-beda. Di tatar sunda misalnya, albasia dinamai
 
 jengjeng
atau
 jengjen
, di sebagian Jawa tengah dan jawa timur albasia biasa disebut
sengon,
sedangkan
 
di Ambon orang menyebut
seja
. Albasia dikenal memiliki
toleransi
yang baik terhadap jenistanah, ketinggian tempat, tingkat keasaman, dan kesuburan tanah. Itu sebabnya tanaman inibanyak dijumpai dimana-mana. Dalam kelompok tanaman kehutanan, albasia termasuk salahsatu tanaman pioner.Disamping memiliki toleransi yang baik, albasia memiliki kelebihan lain, diantaranyapertumbuhan cepat, kwalitas kayu cukup baik, bobotnya ringan, dan dapat dipanen pada umurmuda. Meskipun begitu, bila anda menghendaki tanaman ini tumbuh subur, sehat, dan cepatmenghasilkan sebaiknya anda memahami karakteristitk dan teknologi budidayanya. Banyak diantara petani albasia pada akhirnya merugi akibat kurangnya pengetahuan tentang hal ini.Berikut beberapa catatan teknis sekitar budidaya albasia yang sebagian besar berdasarkanpengalaman aplikasi di lapangan.
PENGADAAN BIBIT
 Penyediaan bibit tanaman yang dalam istilah budidaya tanaman kehutanan suka disebut
 pengadaan bibit 
merupakan salah satu pekerjaan pokok yang sangat mempengaruhikeberhasilan usahatani . Pengadaan bibit, bisa dilakukan dengan mendatangkan bibit yang sudahsiap ditanam
(
sebut :
siap tanam)
dengan cara membeli dari
 penangkar bibit 
, atau memproduksisendiri dengan cara
membuat persemaian.
 
PENGADAAN BIBIT SIAP TANAM
 Pengadaan bibit siap tanam dengan cara pembelian memang cukup praktis, karena caraini dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat. Disamping itu, pembeli bisa melakukan seleksifisik dengan cara memilih bibit sesuai keinginan, sehingga kemungkinan mendapatkan bibit yangbaik 
 
“secara fisik”
menjadi lebih besar. Pengadaan bibit dengan cara ini memiliki kelemahan,yaitu anda kadang-kadang tidak mengetahui sejauhmana si penangkar dapat memenuhi prosedurdan persyaratan teknis untuk mendapatkan
bibit unggul.
 Bibit yang baik, tidak cukup ditentukan oleh penampilan fisiknya saja, tetapi harusmemiliki sifat-sifat unggul. Upaya memperoleh bibit unggul diantaranya
benih (biji)
yangdisemai
 
harus berasal dari
 pohon induk 
yang memiliki sifat-sifat unggul antara lain tumbuhgenjah, pohon lurus tinggi dan besar,umurnya cukup, tahan terhadap hama dan penyakit,perakaran kokoh, tahan patah dan lain sebagainya. Disamping itu, benih yang baik harus berasaldari
 polong yang sudah matang
dan memiliki
masa dormansi
yang cukup.Masa dormansi adalah masa optimum istirahat biji, sehingga
lembaga ( pada biji)
memiliki kemampuan optimum saat berkecambah dan bertumbuh. Biji yang kurang masadormansinya atau berasal dari polong yang belum matang biasanya tidak memiliki kemampuantumbuh yang baik dan tidak tahan terhadap serangan hama, penyakit dan gangguan lainnya.
 
Anda sebaiknya bisa memperkecil kelemahan pengadaan bibit cara ini, misalnya dengan caramembeli bibit bersertifikat dari penangkar yang memiliki legalitas penangkaran atau palingtidak bisa mengetahui
asal usul bibit 
tersebut.
PEMBUATAN PERSEMAIAN
 Apabila membuat persemaian sendiri, hendaknya proses produksi bibit dapat dilakukanoptimal diantaranya asal usul benih diketahui, perlakuan penyelenggaraan persemaian dapatmengikuti prosedur yang benar. Lebih baik bila pembuatan persemaian dilakukan
“di”
atau
“mendekati”
calon lokasi penanaman. Keuntungan penempatan persemaian di lokasi ataumendekati lokasi penanaman diantaranya kerusakan bibit pada proses pengangkutan bisaditekan, ongkos angkut lebih murah,dan bibit bisa beradaptasi dengan kondisi lahan setempat.Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan persemaian diantaranya :bibit albasia lebih menghendaki penyinaran tinggi. Persemaian di bawah naungan pohon
“apalagi di musim penghujan”
 
sebaiknya tidak dilakukan untuk menghindari rontok daun ataubusuk batang dan akar sebagai akibat lanjut dari kelembaban yang tinggi. Naungan padapersemaian albasia sebaiknya digunakan apabila benar-benar diperlukan, misalnya pada musimkemarau dimana terjadi penguapan yang terlalu tinggi, atau di tempat-tempat dengan suhu tinggi.Bibit yang mendapat penyinaran cukup menunjukan fisik lebih kuat diantaranya daun tebal,batang kekar, dan perakaran kokoh.Bibit dari persemaian dengan intensitas cahaya rendah menunjukan postur bibit kurangkuat, karena bibit menjadi terlalu cepat tinggi sehingga batang menjadi kecil memanjang. Bibitdemikian biasanya mudah rusak pada proses pengangkutan, lemah pada proses
adaptasi
saatditanam, dan kurang tahan serangan hama dan penyakit. Persyaratan teknis lokasi persemaian,pada dasarnya hampir sama sa
 ja dengan persyaratan
 standar”
tanaman kayu-kayuan lain,diantaranya lokasi datar, dekat sumber air, arah bedengan timur-barat, ukuran bedeng 1 x 5 m,ada parit antar bedengan, ada naungan, dekat dengan jalan dan lain sebagainya.Penempatan lokasi ditempat datar tujuan utamanya untuk mempermudah penyusunanbumbung, dan penyiraman
“terutama penyiraman sistim leb”
. Bila tidak tersedia lahan datar, dilahan miring pun bisa dilakukan. Caranya, dengan membuat sengkedan pada lahan tersebut,sehingga lahan untuk penyusunan bumbung menjadi datar. Bedengan dibuat arah timur-barat,tujuannya agar matahari
“pagi”
bisa menyinari semua bedengan. Bila lokasi persemaianditempatkan pada lahan yang agak miring dan menghadap matahari pagi, maka arah bedengantimur- barat itu menjadi tidak penting.Ukuran bedengan 1 x 5 m, tujuan utamanya untuk memudahkan pemeliharaan sepertipenyiangan, penyemprotan, penyiraman dan lain sebagainya. Ukuran bedengan ini sama sekalitidak mutlak. Apabila bedengan tidak bisa dibuat 1 x 5 m, maka ukuran boleh menjadi lebihkecil. Penggunaan ukuran bedengan lebih besar sebaiknya dihindari. Parit antar bedenganberfungsi sebagai saluran pembuangan air yang berlebih. Selain itu, parit berfungsi untuk mengurangi kelembaban. Penggunaan parit, menjadi penting pada lahan yang agak becek atauair tanahnya dangkal.Urut-urutan teknis pelaksanaan persemaian albasia secara garis besar adalah sebagaiberikut : Isilah bumbung dengan media semai.
 
Bumbung bisa terbuat dari potongan bambu
(
sunda
 : bekong )
atau kantong plastik atau polybag. Media semai yang umum digunakan adalah
 
campuran tanah dan pupuk organik 
“apabila diperlukan”
. Pada tanah yang sangat subur,penggunaan pupuk ini menjadi tidak penting. Bila tanah menghendaki tambahan pupuk, gunakanpupuk 
organik yang dalam “
keadaan siap”
artinya pupuk sudah melewati proses pengomposandalam bahasa sehari-hari biasa disebut pupuk yang sudah dingin.Ratio tanah dengan pupuk tergantung pada kesuburan tanah dan kandungan hara padapupuk yang akan digunakan. Sebagai patokan bisa digunakan ratio 2 : 1 s/d 5 : 1. Penggunaanpupuk organik harus dilakukan hati-hati karena pada pupuk tersebut kadang-kadang dijumpaihama atau penyakit yang bisa mengganggu bibit tanaman. Apabila pada media semai dijumpaihama atau penyakit, biasanya media semai di beri
“diaduk”
pestisida. Penggunakan jenispestisida harus sesuai dengan jenis hama atau penyakit dan mengikuti petunjuk penggunaan.Apabila tidak ada tanda-tanda adanya hama atau penyakit,sebaiknya hindari penggunaanpestisida.Ukuran bumbung agar disesuaikan dengan kebutuhan ukuran bibit siap tanam. Untuk rencana penanaman di tempat yang terbuka, ukuran bibit tidak perlu terlalu besar ( 30 cm ),berarti bumbung yang digunakan cukup ukuran kecil saja. Untuk rencana penanaman dilahanyang tidak terbuka seperti sistim jalur atau cemplongan, ukuran bumbung bisa lebih besar untuk menghasilkan bibit yang lebih besar ( 40 s/d 60 cm ). Hindari penggunaan bumbung kecil padarencana kebutuhan bibit besar,karena kemungkinan akar tanaman akan keluar dan menembustanah. Apabila ini terjadi , maka tujuan
 pembumbungan
bibit menjadi hilang. Bibit yangdemikian sudah masuk 
 jenis
bibit cabutan”,
dimana kemampuan tumbuhnya
“pada waktuditanam”
jauh lebih rendah dibanding bibit pada bumbung.Bumbung yang sudah dimasuki media tanam kemudian disusun dalam bedengan denganteratur. Untuk efisiensi tempat dan pemeliharaan, umumnya kantong plastik disusun rapat dalambedengan. Kelemahan cara ini bibit tumbuh berdesakan sehingga bersaing dalam mendapatkansinar matahari, bibit lebih cepat tinggi tapi berbatang kecil. Apabila tidak segera
di sapih
bibityang kalah bersaing akan tertutup oleh yang lebih kuat, dan akhirnya mati. Untuk mendapatkanbibit yang lebih baik, dianjurkan untuk menjarangkan bumbung. Atau sejak awal penyusunan,bumbung ditempatkan berencana
(
sebut :
 Jarang-jarang ).
 Penyemaian benih
“ biji “
pada bumbung bisa menggunakan dua cara yaitu : Carapertama, biji di deder atau ditabur terlebih dahulu di tempat yang terpisah. Setelah cukup tinggi
“ 3 cm s/d 5 cm “ bibit di sapih yaitu dipindahkan ke bumbung. Cara kedua, benih langsung di
semaikan pada bumbung. Kelemahan cara pertama adalah lebih banyak waktu,tempat dan tenagayang digunakan. Pada proses pemindahan, akar atau batang kecambah kadang-kadang menjadirusak sehingga mengganggu pertumbuhan dan kadang-
kadang “
disusupi”
hama atau penyakit.Kelemahan cara kedua biasanya penggunaan benih agak banyak. Kelebihannya pertumbuhanbenih tidak terganggu pada proses pemindahan ke bumbung.Sebelum disemai pada bedeng tabur atau langsung pada bumbung, benih
(biji)
albasiaharus disiram dulu
(
sunda
: dileob)
dengan air panas. Hal ini dilakukan karena kerasnya kulit bijialbasia sehingga menyulitkan tumbuhnya bakal tanaman. Maksud pencelupan biji dalam airpanas ini adalah agar kulit biji menjadi pecah sehingga memudahkan masuknya air kedalam biji.Dengan begitu biji menjadi lunak sehingga memudahkan pertumbuhan lembaga. Caranya,bijiyang sudah disiapkan dalam wadah kemudian disiram dengan air panas
( kira-kira 70 s/d 80derajat Celsius )
dan dibiarkan sampai airnya menjadi dingin. Pada proses ini biasanya ada biji

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->